Skip to main content

Mengasah Motorik Kasar dengan Bermain Sepak Bola

Hai hallo apa kabar semuanya?

Alhamdulillah cuaca hari ini puanasnya minta ampun ya, cucian bisa kering dari biasanya.

Ummi sedang senang mengevaluasi kemampuan motorik anak-anak. Faiz kecil dulu, ummi paling rajin mengumpulkan artikel parenting dari internet dan kemudian mencetak serta menjilid menjadi satu. Apabila ada waktu senggang, ummi membacanya dan kemudian memperhatikan, apakah perkembangan Faiz balita sudah sesuai dengan milestone sesuai tahapan usianya.


Melatih Otot Kaki dengan Bermain Sepak Bola


Faiz kecil agak jarang berlari-lari dan kurang suka rajin bermain sepak bola. Faiz kecil lebih suka berjalan jauh, suka naik ke atas dan melompat dari satu tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Di dalam rumah, lari-lari, muter-muter, bolak-balik, tapi jarang sekali berlarian di lapangan dengan durasi waktu yang lama. Bermain bola juga hanya mengelindingkan bola dan menendang tanpa berlatih untuk memasukan ke dalam gawang atau tanda yang dibuat.


Fira usia 2 tahun bermain bola bersama kakak Faiz di lapangan

Usia TK, Faiz ikut bermain sepak bola di lapangan bersama teman-temannya. Tapi ya gitu, kadang diminta keluar dan digantikan oleh orang lain. Faiz? nurut saja dan tidak ngotot ingin ikut. Duh, seperti siapa ya, kalau sikapnya pasrahan begini 😜. Beberapa waktu yang lalu, pernah ada keinginan untuk memasukkan Faiz ke sekolah bola, tapi belum sempat terus. Em, sebetulnya ummi yang kurang setuju, 😏. Ummi lebih memberi masukan supaya Faiz mengikuti les bela diri saja, kan sama saja ada aktifitas berlarinya. Iya, Abi dan Ummi memang mengharapkan Faiz lebih aktif berlari untuk melatih otot kakinya. 


Jadi, sampai hari ini, Faiz belum masuk ke les manapun. Pikir ummi, biarlah Faiz menyesuaikan diri dulu dengan pelajaran-pelajaran di sekolahnya. Biar dia mengerti dulu, sekolah itu seperti apa? ujian itu bagaimana? bagaimana menghadapi ujian dan persiapan-persiapannya. Mungkin setelah kelas 2 baru ummi laksanakan, 😊.


Apa kabar dengan Fira? ummi paling takut saat Fira berlari. Keluar rumah untuk menuju lapangan yang terletak di sebelah rumah, larinya sudah gak terlihat. Kencangnya minta ampun dew, ummi sampai khawatir, apalagi Fira kan anak cewe.

Kekhawatiran ummi adalah karena sikap berlari Fira dengan posisi kepala menunduk, badan condong ke depan dan pikiran ummi tuh, Fira hanya melihat ke bawah, bukan ke depan. Kan ngeri kalau di depan ada yang menghadang. Nah, kalau sikap berlari kakak Faiz badannya tegap, pandangan ke depan tapi posisi kakinya ini kadang suka selip. Apalagi saat berlari hanya menggunakan sandal, sandalnya sering ketinggalan. Hm, entahlah. 

Bermain Sepak Bola untuk Mengasah Motorik Kasar


Fira suka sekali mengambil bola di lapangan. Menendang bola sampai jauh, kemudian berlari mengambil bola tersebut. Sikap menendang bolanya lumayanlah untuk anak usia di abwah 3 tahun waktu itu. Sekarang, usia Fira sudah 3 tahun, hobby-nya mencari bola di lapangan trus ditendang kalau tidak, ya dilempar. Ummi hanya menemani saja dan melihat dari pinggir lapangan. Sayangnya lapangan tersebut beralas semen. Coba kalau lapangannya lapangan hijau, ummi bisa santai sejenak kan? 

Saat bermain bola ada banyak sekali anggota tubuh yang digunakan. Mulai dari kepala, tangan, kaki, telapak tangan, telapak kaki dan badan. Ada banyak gerakan yang dilakukan saat bermain bola, yaitu mengambil bola, menendang bola, berlari, menggiring bola dan menahan bola supaya tidak bergerak. Pandangan mata juga harus awas saat bermain bola, kalau enggak, bisa-bisa kena bola, kan?.

Fira berlari sembari memegang bola


Fira yang usianya hampir 3 tahun waktu itu


Itulah alasan supaya Faiz dimasukkan ke sekolah/ les bola. Dengan bermain bola, motorik kasarnya akan terasah. Berbeda dengan Fira, anak perempuan yang malah suka sekali menendang, menangkap dan berlari mengejar bola. Yah, mumpung masih berusia 3 tahun, ummi ijinkan Fira bermain bola, toh semua anak balita juga bermain sepak bola kan? Ada saatnya, ummi mengenalkan olah raga yang lainnya setelah motorik kasarnya terlihat sudah bekerja dengan baik. Ada banyak olah raga kan, untuk anak perempuan? renang, senam atau berlari. Bela diri masih menjadi list nomer 1 untuk Faiz dan Fira.

#ODOPOKT13

"Postingan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia"



 


Comments

  1. Ini di lapangan dekat rumah? Saya jg pas depan rumah ada lapangan tp malah akhir2 ini jarang karena uminya cepet cape ><

    ReplyDelete
  2. Dua anakku cewek jago banget main bolanya mbak.. Hahahhaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…