Skip to main content

Fira Sedang Asyik Belajar Makan Sendiri

Hallo Fira? apa kabar kamu? tidak terasa ya, pertumbuhanmu kian cepat, tubuhmu sudah tinggi, ocehanmu sudah banyak, gerakanmu sudah semakin luwes dan semakin ummi merasa tertinggal jauh dari kamu.

Usia Fira saat ini satu tahun lebih lima bulan. Minum susumu sudah semakin banyak dan sedang belajar minum air putih menggunakan gelas tanpa bantuan. Makananmu sudah mengikuti makanan ummi, oseng sayur kangkung juga sudah mau, nasi uduk juga lahap, apalagi kerupuk, du du duh, senangnya minta ampun.



Abi berkali-kali mengatakan, anakmu sudah besar, lho. Sudah bisa merangkai dua kata, sudah melempar benda-benda di tangannya sampai jauh dan sudah meminta untuk makan makanannya sendiri. Jika lauknya memang bisa untuk makan sendiri, mi membiarkannya, karena itu termasuk ke dalam stimulasi motorik kasarnya.


Dua hari ini, Fira sedang tidak tertarik dengan yang namanya nasi. Ketika mi sedang menyuapi kakak Faiz makan mie goreng campur nasi campur telur, Fira ikut-ikutan makan. Tapi mi punya trik dong, nasinya disembunyikan ke dalam mie dan telur. Hasilnya? Fira menyantap hampir lebih dari sepuluh suap, lumayan kan?


Tips Ketika Mengajari Anak Makan Sendiri


Namanya anak-anak ya, mereka sedang mencari tahu apapun, sedang membutuhkan sebuah orintasi benda apa yang dapat memuaskan keingintahuan mereka. Sama halnya dengan belajar makan sendiri, ini juga merupakan fase, di mana si anak ingin tahu, caranya pegang sendok, caranya memasukkan sendok, caranya mengambil makanan dengan sendok dari piring dan lain sebagainya.



Mi memiliki tips, sebaiknya dilakukan ketika Fira sedang meminta makan sendiri. Tujuannya agar mi tidak repot dan Fira nyaman ketika sedang belajar makan sendiri, berikut tipsnya:
  1. Usahakan tidak menggunakan kuah yang terlalu banyak untuk sayurnya.
  2. Lauknya dipotong-potong kecil terlebih dahulu.
  3. Menggunakan sendok yang sesuai dengan usianya.
  4. Cari tempat yang nyaman, baisanya Fira suka di lantai.
  5. Beri alas, agar nasi dan lauk tidak kemana-mana.
  6. Awasi selalu dan terus dampingi anak ketika sedang makan sendiri.
  7. Jangan letakan segelas air di dekat si anak.
  8. Jangan beri mainan ketika anak sedang makan.
Mi pernah meninggalkan Fira ketika sedang makan sendiri, padahal cuma ke belakang saja...beeeuh apa yang terjadi bu? Tralala trilili, segelas air putih di masukan ke dalam mangkuk makanannya kemudian diaduk aduk menggunakan sendok. Selesai? tidak, selanjutnya Fira memasukkan makanan yang telah tercampur dengan air, ke dalam mainannya.

Nambah repot kan bu, hahaaaa...tapi namanya anak mah dia enggak ngerti ya, orang tuanya saja yang kemana gtu, sibuk sendiri. Tapi hal tersebut akhirnya menjadi pelajaran kan buat orang tua. Oke, sudah, tadi siang Fira mau makan bubur punya kakak Faiz, dicoba beberapa kali, lumayan lah dia mau dan irisan bauh apel juga masuk. Tunggu saja, nanti kalau mi makan, pasti dia minta. [2016:02]

Comments

  1. Wahh.. Fira udah pinter makan, ya? Selamatt... :)
    Si kecilku Fahima juga sudah makan sendiri, Mbak. Kalo disuapin malah gak mau dia. Trus maemnya banyakkk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Fahima, sedang masanya ingin makan sendiri ini.

      Delete
  2. semangat ya Fira, semangat juga bundanya..lagi masa mau makan sendiri harus sabar ya dan kreatif bikin menu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak makasih ya kunjungan dan sarannya,

      Delete
  3. Anakku kadang mau makan sendiri tp lebih sering manja, minta disuapin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau anakku yang pertama juga gitu, lebih manja dari adiknya

      Delete
  4. Jangan menggunakan bahan priring atau gelas dari bahan kaca. Takut pecahannya kena kakinya.
    Jadi ingat sewaktu kecil, aku makannya paling doyan sama kerupuk dan kecap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. seep bener Om, peralatan sekarang juga gati plastik dengan bahan yang aman

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…