Skip to main content

Penemuan Lebih Dini Kanker pada Anak

Hallo apa kabar? apa kabar Faiz dan Fira? sehat-sehat selalu ya, Nak. Selalu bersyukur dan selalu bahagia. Anak-anak Indonesia lainnya, apa kabar? semuanya sehat, ya, Nak. Meskipun ada yang sedang sakit, selalu bersemangat, selalu bersyukur, selalu sabar dan selalu optimis bahwa semua akan dilalui dengan baik.

Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan normal dan baik. Dapat bersekolah dan bersosialisasi tanpa batasan, karena anak-anak tersebut adalah anak-anak yang sehat. Orang tua juga berupaya untuk dapat melakukan pola hidup yang sehat dan seimbang. Supaya apa, Nak? supaya orang tua tetap sehat dan melahirkan anak-anak yang sehat pula. Banyak sekali upaya untuk senantiasa hidup sehat, Nak. Salah satunya adalah program pemerintah yang beberapa waktu ini diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Gerakan tersebut adalah GERMAS. Germas merupakan kependekan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Bahagia sekali ya, Nak. Pemerintah membantu para orang tua dan anak-anak dengan selalu mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk hidup sehat. Para orang tua, diharapkan untuk menerapkan pada dirinya dan mengajarkan perilaku CERDIK kepada anak-anaknya sejak masa kanak-kanak.

Apa itu CERDIK? 
  • Cek kesehatan secara berkala
  • Enyahkan asap rokok dengan menghindarkan penggunaan tembakau
  • Rajin berkatifitas fisik
  • Diet sehat dan seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stress
Bagaimana tips yang oke sekali kan dari pemerintah. Apakah susah untuk mewujudkan CERDIK mulai dari para orang tua? Anak-anak diajak untuk melakukannya pasti senang dan bahagia. Pasa usia anak-anak, adalah masa-masanya menjadi sorang peniru ulung. Orang tuanya melakukan pola hidup sehat dengan mengikuti CERDIK, pasti anaknya juga selalu mengikutinya.

Dengan melakukan CERDIK, masalah kesehatan yang terdiagnosa di awal, dapat segera teratasi. Masalah kesehatan yang teratasi sejak dini, dapat memperoleh pengobatan yang maksimal. Apalagi jika masalah kesehatannya adalah masalah kesehatan yang dalam angka menunjukan angka kesembuhan yang kecil.

Salah satu masalah kesehatan yang secara global memiliki tingkat kesembuhan kecil adalah Kanker. Menurut Riskesdas 2007, Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 di Indonesia, dengan presentasi sebesar 5,7 %. Angka kejadian Kanker adalah 4,3 % per penduduk, ini berarti setiap 1000 orang ada sekitar 4 orang yang terkena Kanker. (*)

Tahukan teman-teman sesama orang tua, di antara sekian banyak jenis Kanker, ada Kanker yang kerap menyerang anak-anak. Anak-anak di sini adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak dalam kandungan.

Sehingga bukan hanya di satu negara, tapi di seluruh dunia setiap tahunnya ada peringatan hari Kanker sedunia. Hari Kanker ditetapkan berdasarkan Piagam Paris (Charter of Paris) tanggal 4 Februari 2000 pada pertemuan World Summit Against Cancer for the New Millineum.
  1. Hari Kanker ditetapkan pada tanggal 4 Februari
  2. Hari Kanker pada anak ditetapkan pada tanggal 15 Februari
Tema hari Kanker sedunia 2016-2018 adalah Kita Bisa, Aku Bisa (We Can, I Can), yaitu untuk menyebarkan pesan bahwa setiap orang, baik secara bersama maupun individual bisa mengambil peran dalam mengurangi beban dan permasalahan kanker.

Pesan kunci Hari Kanker sedunia 2016-2018 adalah sebagai berikut :



Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadakan workshop yang bertema "Akses Pelayanan yang lebih Baik untuk Anak dan Remaja di mana saja". Workshop tersebut diadakan pada Hari Senin, 20 Februari 2017. Dihadiri teman media dan blogger. Pembicara pada workshop tersebut memaparkan hal-hal yang sangat penting untuk disebarluaskan kepada masyakarat luas. Dengan tujuan ;
  1. Meningkatkan deteksi dini, penemuan dan tindak lanjut dini Kanker
  2. Meningkatkan kualitas hidup penderita Kanker
  3. Menurunkan angka kematian akibat Kanker
Pembicara dalam workshop tersebut, adalah ;
  1. dr. Lily Sulistyowati, MM dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  2. dr. Edi Tehuteru, Sp. A (K), Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Dharmais
  3. Siti Julia, Penderita Selamat Kanker Bola Mata/ Retinoblastoma

Cek Kesehatan Secara berkala, Upaya untuk Deteksi Dini


dr. Lily mempresentasikan Sistem sriKandi (registrasi Kanker di Indonesia) tahun 2005-2007, perkiraan angka kejadian Kanker anak (0-17 tahun ) sebesar 9 per 100.000 anak, atau di antara 100.000 anak terdapat 9 anak yang menderita Kanker. Pada anak usia anak 0-5 tahun, angka kejadiannya lebih tinggi yaitu 18 per 100.000 anak, sedangkan pada usia 5-14 tahun 10 per 100.000 anak.



Hal tersebut dikarenakan Kanker pada anak lebih sulit untuk diketahui karena anak-anak pada umumnya belum mampu  untuk mengemukakan apa yang dirasakan. Inilah tugas orang tua. Pada hari pertama kelahirannya, semua orang tua menginginkan anak terlahir sebagai anak yang sehat. Sehat jasmani dan sehat rohani. Beberapa cek kesehatan setelah anak lahir dilihat. Pastikan selalu mengecek secara berkala sampai usia anak berusia 5 tahun.

Jangan berhenti sampai anak berusia 5 tahun. Selalu menanyakan kondisi anak setelah beraktifitas baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah. Segera cek kesehatannya apabila menunjukan hal-hal yang tidak normal.

Yuk para orang tua, untuk selalu menyempatkan waktunya. Untuk selalu memperhatikan apabila ada tanda-tanda seperti di bawah ini ;
  1. Anak terlihat pucat, memar atau pendarahan dan nyeri tulang.
  2. Terlihat benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri atau adanya tanda-tanda infeksi lain.
  3. Penurunan berat badan atau demam tanpa ada sebab yang jelas, bentuk yang menetap atau sesak nafas dan berkeringat di malam hari.
  4. Perubahan-perubahan yang terjadi pada mata. Hilangnya penglihatan, memar atau bengkak di sekitar mata.
  5. Perut yang membuncit.
  6. Sakit kepala yang menetap, muntah yang dapat memburuk dari hari ke hari.
  7. Nyeri pada tangan, kaki atau tulang dan bengkak tanpa riwayat trauma atau infeksi.

Tahukah para orang tua apa itu Kanker?


Kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel/ jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita.

dr Edi dari Rumah Sakit Dharmais, mengibaratkan Kanker itu adalah sel yang pertumbuhannya tidak terkendali, sel yang pandai dan sel preman. Sel akan menyebar dan mengambil makanan yang masuk untuk membesarkan sel yang abnormal. Sehingga penderita Kanker rata-rata memiliki tubuh kurus.



Faktanya : Penyebab Kanker pada anak tidak diketahui secara pasti. Kanker pada anak tidak dapat dicegah.  Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti faktor risiko dan penyebab Kanker pada anak. Hal berikut di duga merupakan interaksi dari 4 faktor sebagai berikut :
  1. Genetik
  2. Zat Kimia
  3. Virus
  4. Radiasi
Untuk dapat mendeteksi dini dan pengobatan Kanker, dapat dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan sebagai berikut :
  1. Puskesmas, adalah tempat yang paling dekat dengan tempat tinggal
  2. Rumah Sakit.

Retinoblastoma Kanker Bola Mata pada Anak


Salah satu Kanker pada anak adalah Retinoblastoma. Kanker bola mata merupakan satu dari sekian jenis Kanker pada anak yang dapat dideteksi secara dini. Deteksi dini untuk Retinoblastoma dapat dilakukan dengan sebuah tes. Tesnya bernama "Tes Lihat Merah". Pemeriksaannya dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya di PUSKESMAS. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut Oftalmoskop

Orang tua harus memperhatikan gejala dan tanda-tanda Retinoblastoma, seperti berikut ;
  1. Juling
  2. Manik mata putig
  3. Mata merah
  4. Kornea mata membesar
  5. Peradangan jaringan bila mata
  6. Penglihatan buram
  7. Refleks mata kucing
Segera periksakan anak ke dokter, konfirmasi ke dokter apabila ada salah satu dari tanda di atas. Konfirmasi merupakan salah satu langkah untuk mendeteksi dini. Hasilnya bisa tidak bisa iya. Apabila tidak, bersyukurlah namun tetap luangkan waktu untuk mengecek lagi. Jika iya, dan apabila masih pada stadium kecil, kesempatan untuk sembuh dan selamat akan besar.

Anak-anak penderita Retinoblastoma ada di usia bayi (0-5 tahun). Hadir bersama di tengah workshop adalah Siti Julia. Penderita Selamat Retinoblastoma dai Purwakarta. Merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Anak perempuan satu-satunya ini, menderita Retinoblastoma pada usia 4 tahun. Saat ini Siti Julia menggunakan mata palsu (protesa) yang masih akan terus diganti seiring bertambahnya usia Julia.

Siti Julia di antara dr. Edi dan dr Lily


Berikut jenis Kanker lainnya :
  1. Leukimia. Ini adalah jenis Kanker yang berada di sel darah.Kanker jenis ini sangat sulit untuk dideteksi. Kanker ini juga tidak ada istilah stadium, karena stadium adalah milik kanker yang padat. 
  2. Neuroblastoma
  3. Limfoma Malignum
  4. Osteosarkoma
  5. Karsinoma Nasofaring




Pesan yang ingin disampaikan pemerintah Indonesia dalam rangka Memperingati Hari Kanker Anak 2017 adalah : Penemuan lebih dini kasus Kanker anak merupakan kunci keberhasilan pengendalian Kanker pada anak. 

Untuk orang tua, diharapkan dapat mengecek dan membawa anaknya ke Rumah Sakit, apabila dijumpai tanda-tanda di atas. Untuk para petugas kesehatan diharapkan dapat mendiagnosa Kanker pada stadium awal, sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai tingkat fasilitas kesehatan rujukan.

Segera mungkin apabila anak dicurigai terkena Kanker, maka sebagai orang tua harus segera membawa anak ke puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Ditambahkan oleh dr. Edi, ada kecurigaan terkena Kanker, bukan berarti anak positif terkena Kanker. Konfirmasi dan berdoa semoga bukan Kanker.

Pemerintah juga mengharapkan pelayanan yang lebih baik untuk anak dan remaja penderita Kanker. Mulai dari lingkungan rumah atau keluarga, sekolah dan teman-teman bermainnya sampai pada tingkat fasilitas kesehatannya.

Ayo dukung dan berikan semangat kepada anak penderita Kanker untuk kesembuhannya. Berikan seluas-luasnya ruang untuk mereka berkreatifitas dan belajar. Dampingi anak-anak penderita Kanker dan perhatikan juga faktor sosial psikologinya.

Di bangsal anak RS Dharmais, ruangannya tidak kaku seperti bangsal rumah sakit pada umumnya. Dituturkan oleh dr. Edi, bangsal tersebut didesign sesuai dengan karakter anak. Warna-warna yang cerah dan ceria, ada ruang belajar dan ruang bermainnya. Dokter yang akan visit memeriksa anak-anak, tidak memakai jas putih yang bisa dokter kenakan. Hal ini untuk memberikan anak-anak ini rasa tenang dan senang.

Sebagai orang tua, inilah tugas dan tanggung jawab yang paling penting. Menjaga kesehatan anak-anak penerus bangsa. Melahirkan mereka dengan penuh rasa cinta, memastikan kesehatan mereka dalam kualitas yang baik. Apabila ternyata ada masalah kesehatan pada anak-anak tersebut. Jangan menyerah, jangan takut, jangan malu untuk menceritakan dan memeriksakan kepada tenaga kesehatan untuk penanganan lebih dini.

Comments

  1. Belakangan ini rasanya makin sering baca berita/cerita ttg anak yang terkena kanker. Tulisannya bagus, Mak Astin. Supaya parents lebih aware. Thanks for sharing ya.

    ReplyDelete
  2. Thanks for sharing, mbak. Kita oran gtua kudu aware ya sama gejala sekecil apapun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, hal kecil yang menentukan. Bisa iya, bisa bukan.

      Delete
  3. Lihat senyumnya Julia semakin menunjukkan dia tetep semangat meskipun matanya palsu dan harus berganti seiring usianya. Memiliki anak-anak yang sehat memang harapan setiap orang tua ya mbak, trims artikelnya. Dengan begini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan beri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya Mbak, semoga kita dan keluarga semua diberikan nikmat sehat, aamin

      Delete
  4. Duh jadi diingatkan untuk selalu mensyukuri nikmat sehat ya mba.. makasih mba artikelnya :D

    ReplyDelete
  5. Sediihnya kalau ada anak yang terkena kanker. Semoga mereka yang sakit diberikan kesembuhan dan kekuatan untuk keluarga. Aamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaamin, iya aku sedih ngelihat anak-anak sakit

      Delete
  6. beberapa bulan lalu di IG ada temen yg minta donasi utk anak penderita retinoblastoma.. ya ampun mba, aku ga tega liatnyaa... anaknya akhirnya dibawa ke Malaysia, tapi sedihnya ttp meninggal... kasiaaaan banget, anak sekecil itu harus ngerasain sakit yg luar biasa seperti itu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah. Di Indonesia menurut dokter Edi, untuk dokter kanker anak amsih sedikit. Sedih ya,

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…