Friday, 20 February 2015

Cara Mengatasi Batuk dan Pilek pada Bayi

Memiliki seorang bayi, apalagi di bawah usia satu tahun, rasanya harus selalu menjaga jangan sampai bayi kita sakit atau kena apa-apa. Namanya bayi, kalau sakit, kadang tidak bisa menebak, maunya apa dan harusnya bagaimana.

Hallo sayang mi, Faiz...ayo dong, jangan deket-deket Fira kalau sedang batuk dan meler pilekmu, tapi yang namanya anak kecil, jagoan dan inginnya serba tahu, malah menjadi. Kakak Faiz tetap saja mendekati Fira, dengan batuk dan ingus yang belum hilang.

Bayi Fira Ikutan Batuk dan Pilek

Apa mau dikata, sudah terlanjur, tinggal ke depannya, melakukan pendekaatan lebih terhadap kakak Faiz, agar Fira tidak tertular batuk dan pilek. Dua hari yang lalu, ketika mi memandikan Fira, kepalanya terasa hangat, mi pikir ini karena kelamaan tiduran di kasur, jadi kepalanya hangat.

Kamis sore, hidung Fira keluar cairan encer, dalam hati, aduh kena pilek juga Fira. Karena berpikirnya Pilek saja..mi berikan pure buah dan cairan susu yang banyak. Namun, ketika sedang tertidur, bayi Fira batuk-batuk. Tambah dengan batuk? hm...Ya Allah, kaget ketika batuknya sembari tertahan, ternyata Fira batuk hingga muntah di ranjang bayinya.

Abi segera mengangkat dan memiringkannya. Badan Fira langsung mi bilas menggunakan washlap dan digantikan baju yang kering, serta digendong berdiri. Ya Allah, dua anak mi, Faiz dan Fira jika batuk sama persis seperti mi, muntah.

Rewel Ketika Tidur

Jangankan bayi, mi dan bi ketika batuk dan pilek, rasanya tidak nyaman untuk makan, tidur dan apa-apa salah. Itu yang dirasakan oleh Fira juga malam tadi. Tidurnya sangat tidak nyenyak, mi juga ikutan tidur di samping Fira, kadang Fira mendekati mi, dan posisinya berpelukan.

Kepala dan tangan Fira hangat, abi menyarankan untuk diukur suhunya menggunakan termometer. Alhamdulillah, Fira tidak rewel atau risih ketika ada termometer di lengan Fira. Hingga bunyi beep beep, Fira kaget dan memperhatikan benda, bernama termometer tersebut.

Suhunya 37.5 derajat, masih dalam batas normal. Senjata ketika menemani Fira yang rewel ketika tidur adalah. Badan mi, empeng dan botol susu hangat, mi peluk dan elus-elus punggung Fira serta dipijit lembut kaki serta tangannya.

Memang kadang 'ngeeek' nangis, namun ketika ada tangan mi menyodorkan susu, Alhamdulillah Fira anteng. Suhu badannya agak berkurang tingkat hangatnya, bi dan mi menemani Fira tidur, kakak Faiz Alhamdulillah bisa tidur dengan cepat.

Perbanyak Cairan dan Dekapan

Tadi pagi, bayi Fira sudah mulai terlihat aktif dan matanya segar, sudah mulai mengoceh dan bergerak ke sana-ke mari. Mi memberi susu dan dengan lahap Fira menikmatinya, namun ketika usai memberi susu, Bayi Fira langsung terngkurap dan susunya ke laur semua, muntah lagi.

Mi tidak memandikan Fira, hanya dilap dengan air hangat dan diganti baju yang nyaman untuk bayi Fira istirahat. Jika bayi mengalami batuk dan pilek, yang dibutuhkan adalah carian dan dekapan. Ketika mi menyuapi bayi Fira dengan pure alpukat, bayi Fira menolak, pun ketika diberikan bubur saringnya, mulutnya terkatup.

Hari ini, mi tidak bisa ijin dari kantor, namun mi memberi dekapan sebelum mi berangkat bekerja dan doa mi selalu untuk kesehatan anak-anak mi, dan juga bi serta mi, Mi juga tertular batuk dan p;ileknya, kakak Faiz. Sehat selalu ya untuk kita semua, aamin.

Salam

@astinas


Tuesday, 17 February 2015

MPASI Beras Merah dan Sayuran

Hallo selamat pagi siang sore dan malam untuk anak mi, Faiz dan Fira. Apa kabar kalian semuanya? baik-baik saja ya? bagaimana makan kalian hari ini? menyenangkan, bukan? hehee...kakak Faiz makannya sudah bisa memilih yang ini dan yang itu, kalau bayi Fira, makannya masih harus mi yang menentukan, soal bayi Fira senang atau tidak, belum bisa protes ya? hihiii, paling protesnya dengan mengatupkan mulutnya, no no and no, after that, mi langsung memasukkan suapan lagi dech, ke bayi Fira.

Dua hari ini, bayi Fira mi buatkan nasi saring dengan menu utama beras merah. Mi membeli beras merah litteran, satu litternya 11k, lumayan murah, karena bisa untuk berapa kali makan. Untuk kaldunya dan proteinnya, mi berikan kaldu dan daging sapi diiris tipis-tipis, vitaminnya dari wortel dan brokoli. Siiip ya, mi menuliskan resepnya, karena ini adalah pertama kali mi membeli beras merah dan memasaknya untuk bayi Fira.



Nasi Saring Beras Merah, Daging Sapi, Wortel dan Brokoli

Bahan yang dibutuhkan

Beras merah satu genggam
Daging sapi beberapa centi, diiris tipir-tipis
Wortel ukuran satu jari telunjuk, diiris tipis
Brokoli empat hingga lima kuntum, diiris tipis
Air matang secukupnya

Cara membuatnya

Beras dicuci bersih menggunakan air matang
Rebus beras dalam kaldu daging sapi
Masukkan irisan wortel, brokoli dan daging sapi
Tambah air jika beras belum hancur
Aduk-aduk sehingga tidak lengket di panci
Angkat jika beras sudah lunak
Saring menggunakan saringan kawat, 
atau jika menggunakan blender, silahkan

Kesan pertama mi membuat bubur saring beras merah untuk Fira : ini pengalaman pertama, belanja pertama, memasak beras merah pertama. Aroma beras merah sangat khas dan membuat ingin mencicipinya. Hm...tuh aromanya masih terasa, lhooo...meskipun mi berada di kantor.


Setelah menyaring, suapan perdana dengan nasi beras merah untuk bayi Fira : kembali badan dan kepalanya bergoyang, hihiiii...how the taste? are you, like it? hooo...bayi Fira senang sekali, setelah melumat, mulut terbuka mi memberikannya lagi dan lagi meskipun sudah habis, bayi Fira mau lagi looo setelah diambilkan lagi.

Hari ini, menunya masih sama, beras merah namun mi berikan sayur bayam dan labu serta daging sapi untuk tambahannya. And, to day, hayo siapa yang menyuapi bayi Fira? mi sedang menyuapi kakak Faiz yang mau berangkat sekolah, jadi...yang menyuapi bayi Fira adalah abi Imam Subekty...syalalalalal.

Yup, mi memang melibatkan abi untuk bersama-sama menyiapkan menu makan bayi Fira, bi mau menyaring nasi saring Fira ketika mi sedang memasak menu makan dewasa atau ketika mi sedang memandikan bayi Fira. Soal menyuapi, bi imam sudah canggih dech, dan bi imam juga kaget ketika bayi Fira dengan lahapnya menyantap nasi saring beras merah.

#Kataabi boleh lah memberikan beras merah terus, bayi Fira sangat menyukai dan lahap sekali memakannya, namun...memang tidak boleh terus menerus seperti itu, takut bosan dan tidak mengenal makanan yang lainnya.

Alhamdulillah ya sayang.

@astinas


Monday, 16 February 2015

Cinta Produk Dalam Negeri : Buah Lokal

Siapa yang tidak suka buah? ngacung? kalau mi sangat menyukai buah, apalagi buah lokal. Buah yang berasal dari negera sendiri, ditanam di tanah air dan dipanen oleh petani Indonesia yang merupakan keluarga sendiri.

Saat ini, banyak sekali pasar tradisional, pasar besar, pasar buah, pinggir jalan, supermarket yang menyediakan buah-buahan dengan aneka merek meskipun satu macam buah-buahan. Kadang mi merasa bingung, sepertinya buah ini sama, kenapa harus berbeda packing dan berbeda nama serta berbeda harganya ya?

Tidak Repot Memilih Buah Lokal

Mau makan buah, saja kok repot memilihnya, itu kata abi ketika mi memilih mana buah-buahan yang harus mi beli untuk kalian. Kata abi, mudah sekali untuk memilih buah-buahan yang memang pantas untuk kita beli, yaitu buah lokal. Buah lokal aman dan segar, sudah titik.

Lah, bagaimana mengetahui buah tersebut lokal atau tidaknya? masa iya harus membeli di petaninya langsung? hehee...asyik juga kalau membelinya langsung kepada petani, bisa murah dan dipastikan aman dari formalin.

Nah, itu jawabannya kata abi. Tanpa formalin, bisa dilihat mana yang buah lokal mana yang buah bukan lokal alias? buah yang harus diberikan pengawet agar buah tersebut tetap segar sepanjang hari, bisa berminggu-minggu bahkan.

What? Lihat saja, buah-buahan lokal akan membusuk pada hari sebelum satu minggu, sedangkan buah yang terlihat sangat mulus, akan terjaja berhari-hari bahkan satu minggu lebih, namun tanpa ada pembusukan, jadi? mau pilih yang mana?

Pemerintah Mendukung Buah Lokal, Kenapa Kita Tidak?

Menteri Perdagangan, Bapak Rahmat Gobel, menghimbau kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah sentra penghasil buah untuk menyosialisasikan nama desa produsen sebagai branding untuk buah lokal. (Tempo, 2015)

Nah, jika terobosan tersebut dijalankan oleh para produsen buah lokal, tentunya, mi dan para ibu lainnya akan memilih produk buah lokal dengan mudah. Misalnya;
  1. Pepaya California, padahal produsen di Indonesia, ada di desa Lumajang,
  2. Durian Mon Thong, padahal penghasilnya ada di Bali, di desa Singaraja
Jika menurut hemat pikir ala emak-emak yang tersugesti untuk selalu irit, bisa dikatakan, lebih baik para produsen membeli buah lokal, yang sehat, segar dari produk lokal karena harnganya bisa dibilang tidak begitu mahal.

Jika kesannya mahal, mungkin karena mi membeli buah lokal dengan kualitas terpercaya, ama bebas dari bahan pengawet dan hasil dari keringat para petani lokal. Jika membeli buah dengan harga murah sekali, juga boleh dipertanyakan, buahnya sudah berapa lama, telah dipetik dari pohonnya, sudah berapa kilo menempuh perjalanan dari tempat dipetiknya, dikemas dan didistribusikan ke konsumen.

Semangat Bapak Menteri, untuk membuat terobosan, dengan melarang buah lokal menggunakan nama asing, kan lebih baik cinta nama dalam negeri, jadi daerah asal buah lokal tersebut, dapat dikenal seantero dunia.

Mencintai Anak, Memberi Buah Lokal

Mi, sebagai seorang ibu, rasanya miris sekali ya, memberikan anak-anak buah-buahan yang tidak bebas pengawet, meskipun kesannya bersih, tanpa busuk dan mulus. Nah, padahal buah seperti itulah yang menjadikan tanda tanya.

Yok, para moms, untuk mencintai anak-anak kita, sebaiknya belilah buah lokal yang kadang ada busuk sedikit atau gigitan serangga. Coba bayangkan, jika menggunakan peptisida, apakah serangga mau menggigit buah tersebut? jawabannya, terserah kepedulian para moms terhadap anggota keluarga. 

Beberapa hari yang lalu, mi membelikan Faiz jambu biji atau guava crystal atau psidium guajava atau jambu klutuk yang berasal dari negara Brasil dan disebarkan ke Indoensia melalui Thailand. Mi sangat menyukai buah jambu biji ini, karena manfaatnya banyak sekali;

  1. Rendah akan kalori dan lemak, mengandung vitamin penting, mineral dan senyawa anti oksidan poli fenolik dan flavonoid, berperan dalam pencegahan kanker, anti penuan dan daya tahan tubuh.
  2. Kaya akan serat larut dan baik untuk memperlancar pencernaan,
  3. Sumber anti oksidan dan sumber vitamin C, kulit luarnya lebih banyak mengandung vitamin C daripada bagian tengahnya.
  4. Mengandung vitamin B 3 dan B 6, B3 (dikenal sebagai niasin berfungsi merangsang fungsi otak dan meningkatkan aliran darah) B 6 (dikenal sebagai pyridoxine, nutrisi penting untuk otak dan syaraf)
  5. Mengandung B kompleks
Mengkonsumsi guava crystal memberikan tubuh kesegaran, buah dengan daging putih yang lembut serta rasa gurih di kulitnya, cocok disantap sepanjang hari, baik pagi, siang maupun malam hari. Kalau mi, suka menyantapnya malam hari, dingin di perut dan tidur juga nyenyak.

Mi dan Faiz mengkonsumsi guava crystal seperti ini;
  1. Dicuci menggunakan air matang, kalau air kran, takut malah ada bakterinya,
  2. Dipotong seperti memotong kue bolu panggang
  3. Diletakkan di piring
  4. Lalu disantap bersama, kresss, kali ini mi, beli yang no seed.
  5. Nikmat, hening dan tertawa lagi. 

Kali ini, mi membeli guava crystal dari sunpride, setelah mi baca-ba di website sunpride, menunjukan bahwa guava crystal memiliki sertifikasi. Sunpride secara berkala mengujicobakan produknya ke badan legal yang berperan menjamin mutu melalui pengujian dan kalibrasi yang bernama Sucofindo.

Nah, guava crystal mendapatkan sertifikasi "Bebas residu peptisida dan tanpa  formalin" untuk kulit dan daging buah. Jadi, bisa langsung dikonsumsi, nich...tanpa mengupas kulitnya. Aach, leganya, berarti benar cara mi mengkonsumsi guava crystal bersama Faiz.


Mengapa Mencintai Buah Lokal?

Dari semua yang telah diceritakan di atas, mengapa mi dan bi lebih menyukai buah lokal Indonesia? karena beberapa hal di bawah ini,
  1. Buah lokal mudah didapatkan,
  2. Buah lokal bebas peptisida dosis tinggi dan formalin
  3. Buah lokal musiman sepanjang musim berganti-ganti
  4. Buah lokal minim packing yang panjang
  5. Buah lokal diakui oleh pemerintah dan akan diupayakan menggunakan branding desa penghasil buah lokal tersebut
  6. Buah lokal milik petani Indoensia, mendukung desa penghasil buah lokal untuk dikenal di dunia.
  7. Buah lokal memiliki kualitas yang bagus, mudah diketahui jika memang sudah tidak layak dikonsumsi
Jadi, setelah buah durian yang diborong sewaktu tahun baru, buah-buahan musiman akan segera diketahui lagi. Bulan Februari-April akan ada buah rambutan yang merupakan buah lokal, terjaja di pinggir-pinggir jalan.

Jika, ingin mengkonsumsi buah-buahan lokal di luar musim buahnya, moms bisa melihat-lihat buah-buahan lokal, rekomendasi dari sunpride, yang merupakan produsen dan distributor buah di Indonesia yang sangat baik dalam menjaga kualitas buah-buah Nusantara.


Wednesday, 11 February 2015

Bumblebee, Tokoh Film Transformer Kesukaan Faiz

Siapa sih tokoh favorite anak-anak setelah menonton kartun dan film?  Faiz lebih banyak menonton kartun yang murni kartun atau film yang memang animasi sekali. Jarang atu bahkan tidak pernah Faiz menonton tokoh yang berasal dari manusia yang dijadikan film, seperti banyak di televisi saat ini.

Tokoh kesukaan Faiz berganti-ganti seiring dengan kartun dan film yang sedang ditontonnya. Namun untuk tokoh yang satu ini, rasanya mi melihatnya sangat abadi alias masih saja terus ada dalam daftar beli mainan Faiz.

Ya, siapa lagi kalau bukan bumblebee, si robot kuning yang mi sering salah menentukan antara Optimus, Megatron dan Bumblebee. Perkenalan Faiz dengan bumblebee bermula ketika abi pulang dari Singapura. Abi merekam pertunjukan robot bumblebee dan Faiz sangat ingin menontonya. Kata abi, kapan-kapan ada rejeki, nanti kita ke Singapura dan melihat bumblebee, aamiiin.



Nah, itu sebabnya, ketika Faiz mengajak mi ke Mc D ada bonus mainan robot dari paket menu Happy Meal. Faiz minta mainannya yang bumblebee ya, mi. Lah, mana mi tahu...yo wes lah, akhirnya mi manut saja untuk anak lelaki, mi.



Bumblebee robot replika dari Mc D akhirnya menjadi teman mainan Faiz, selain  itu, ada juga Optimus yang berwarna merah dan biru. Tidak hanya menyukai bumblebee dan teman-temannya dengan robot-robot tersebut. Faiz juga minta dibelikan dvd transformer namun yang kartun alias aman untuk anak-anak.


Di rumah, abi pernah membeli dvd Transformer namun kontennya dewasa, jadi kadang mi sembunyikan kalaupun Faiz ngotot ingin melihat, kami temani. Namun, akhir-akhir ini, Transformer konten dewasa juga suka diputar di televisi lokal Indoensia. Untuk transformer robot, Faiz menontonya di Toonami di First Media.

Mi pun akhirnya mengikuti kesukaan Faiz, ketika memilih baju untuk Faiz, mi melihat baju bumblebee, namun karena warna kuningnya menurut mi, tidak terlalu bagus untuk Faiz. Akhirnya mi memilihkan kaos bergambar optimus untuk Faiz.

@astinas



Jalan Jalan ke Kebun Raya Bogor Berdua Faiz dan Naik Commuter Line

Alhamdulillah, akhirnya Faiz dan mi sampai juga ke Bogor by CL dan hanya berdua saja, ngebolang judulnya. Pesan abi bolak balik saja, maksudnya setelah tiba di setasiun Bogor, lalu kembali lagi ke rumah. Diskusi on the spot dilakukan segera dan rahasia, ahihiiii. How, Faiz? oke, mi...kita jalan-jalan di Bogor.

Kemana tujuan jalan-jalan Faiz kali ini?

Sewaktu di kereta, mi berbincang-bincang dengan orang Bogor asli yang membawa anak cantiknya, namanya Qila. Sarannya, kalau ingin ke museum, ke Kebun Raya Bogor saja, di sana ada museum Zoologi. Di museum tersebut bisa melihat kupu-kupu, waaah...seru juga nich. Faiz, bagaimana kalau kita ke Kebun Raya Bogor.

Jalan-Jalan Faiz ke Kebun Raya Bogor

Yup, akhirnya ke luar dari setasiun Bogor dan ternyata, setasiun Bogor sedang direnovasi, sehingga menuju pintu ke luar dari peron terasa jauhnya. Setelah berada di bagian setasiun yang telah diperbaiki, wooo...luar biasa juga bangunan setasiun Bogor ini.

Setelah sukses ke luar dari pintu bukan otomatis (karena harus menempelkan kartu CL), mi langsung ke loket pembelian tiket untuk pulang, agar nanti, sepulang dari Kebun Raya Bogor, tidak perlu mengantri membeli tiket.

Bangunan setasiun Bogor yang baru


Menuju pintu ke luar, ke jalan raya, mi dibuat bingung. Jalan menuju tempat menunggu angkutan umum sangat jauh, ada pilihan naik dengan tangga, namun ke seberang jalan. Jadi? harus berjalan ke samping setasiun terlebih dahulu baru ke arah depan lagi untuk menunggu angkutan umum, ribet juga.

Bertanya lagi ke petugas pamong praja, kami akan ke Kebun Raya Bogor, menunggu angkutan umum 02, di mana ya? O..ibu, jika akan naik angkutan umum 02 berwarna hijau, Bubulak-Sukasari ke depan, bu. Baiklah, jalan.

Mi dan Faiz sudah berada di angkutan umum 02 jurusan Kebun Raya Bogor. Alhamdulillah ada orang baik, ketika angkutan sudah berada di depan Kebun Raya Bogor, mi diberitahu, Turun. Lalu, mi dan Faiz menuju Kebun Raya Bogor. Sepertinya, mi sudah pernah ke sini, dech. Waktu itu, Faiz masih kecil, kira-kira tahun 2010 tapi tidak masuk.

Masuk ke Kebun Raya Bogor

Memasuki Kebun Raya Bogor sedikit gerimis, tas punggung yang mi gendong bertambah berat ketika Faiz merengek lelah, namun setelah duduk sebentar di depan gerbang Kebun Raya Bogor, Faiz bersemangat untuk masuk ke dalam Kebun Raya Bogor, setelah diberi tahu, kami akan melihat hewan-hewan, lho.



Tiket masuk 14 k dan mi bertanya dong, jauh enggak museum Zoologi dari pintu gerbang ini? tidak jauh, bu, dekat dan arahnya jelas sekali di petunjuk jalan, kata petugas perempuan. Namanya mi yang rempong sendiri, akhirnya membaca papan lokasi Kebun Raya Bogor, seperti peta. Faiz langsung bersemangat dan mengajak untuk melihat hewan, nich..di nomer 3.


Subhanalloh, mi bilang ke Faiz, mengajak Fira pasti senang sekali, karena Fira suka sekali dengan cuaca yang dingin ya... kapan-kapan, Jalan-Jalan bukan milik Faiz saja, namun Jalan-Jalan F2, Faiz dan Fira. Lihat, Faiz suka dengan hijaunya rerumputan dan mengajak untuk berbaring di rumput.




Museum Zoologi

Museum Zoologi di Kebun Raya Bogor letaknya tidak begitu terlihat, harus benar-benar memperhatikan petunjuk jalan hingga habis dan jelas. Mi saya perlu bertanya kepada pengunjung di sana. Padahal petunjuk ada beberapa meter di depan mi. Kami harus berbelok ke kiri dan berjalan masuk ke dalam, baru ditemukan bangunan museum Zoologi.



Nama museum Zoologi mudah terbaca dan bangunannya terlihat bangunan baru dari luar. Setelah masuk (bukan pintu utama) pertama kali disambut dengan kerangka binantang buas, Faiz sangat senang melihatnya. Bertanya ke mi, ini asli atau buatan mi? kerangka semua binatang ini asli dan diawetkan.

Pada bagian burung, yang menarik perhatian Faiz berkali-kali adalah burung elang. Setelah itu, perbandingan kerangka manusia, kera dan monyet. Faiz melihat harimau, kelinci, ular dan kupu-kupu. Entah apa yang dicari Faiz, dia berkeliling mengitari bagian kupu-kupu dan ular, oiya katak lompat yang mi selalu ceritakan, yang mana ya?


Selain menikmati hewan-hewan yang ada di museum Zoologi, mi mengamati bangunan museumnya. Mi tertarik ke lantai ubin yang dipergunakan. Di sini, begitu jelas jika museum ini memang dibangun pada masa sejarah, ketika Belada datang ke negara Indonesia.

Mulai dari lantai ubinya, mi memperhatikan bagian dindingnya, juga instalasi listrik yang dibuat. Lalu atap museumnya begitu tinggi, sehingga menambah kesan sejuk dan dingin. Cocok sekali museum Zoologi didirikan di Kebun Raya Bogor. 

Setelah semua bagian museum dikelilingi oleh Faiz, mi ke luar dari pintu utama dan terdapat kerangka ikan paus yang besar sekali, berasa di teras museum. Faiz ingin naik untuk memegang, bagimana mungkin.



Mushola dan kamar mandi terletak di samping museum Zoologi, memang keadaannya tidak begitu bagus, namun Alhamdulillah disediakan mushola dan kamar mandi. Akhirnya perjalanan di museum Zoologi berakhir karena perut mi sudah keroncongan.

Berkeliling Kebun Raya Bogor dengan Mobil Wisata

Belum selesai, karena setelah ke luar dari museum Zoologi, Faiz kembali melihat papan peta. Apa yang dilihat Faiz? ternyata Rusa, teman-teman. Faiz merengek minta diajak melihat Rusa. Mi melihat jaraknya begitu jauh, mi enggak kuat (harus lemah kali mi ini) dan memanjakan Faiz untuk naik mobil Wisata.

Membayar satu orang 10k, akhirnya kami naik bersama  wisatawan dari China, Alhamdulillah lagi guidenya minta dijelaskan dengan bahasa Indoensia. Hihiii awalnya, mi pasrah jika sopir mobil wisata menjelaskan dengan mempergunakan bahasa Mandarin.

Kami duduk di depan alias depan sopir. Perjalan berawal berbelok ke kanan dari pintu gerbang, dan sopir mobil wisata merangkap menjadi guide, menjelaskan secara detail sebelah pepohonan dan tumbuhan sebelah kanan dan kiri.



Ada pohon ulin, di mana kayunya bisa dipergunakan sebagai bantalan kereta api. Jadi, kayu itu sangat kuat, kapan-kapan kita lihat ya, biasanya dipergunakan pada rel kereta yang berada di jawa. Mobil wisata melintasi kali Ciliwung, dan setelah itu terdapat taman yang membentang luas. Menurut informasi, lapangan ini dibuat sebagai helipad sewaktu Presiden Amerika Serikat, George Bush tahun 2006, namun landasannya sekarang sudah dibongkar.

Sampai pada pohon bambu, Faiz juga sangat tertarik...banyak sekali pohon bambunya ya, mi. Iya, jenis dan besarnya juga bermacam-macam. Pohon bambu yang masih muda, bisa dipergunakan sebagai bahan masakan, namanya rebung. Faiz kaget mendengarnya, iya, dulu waktu mi kecil, uti suka membuatkannya.

Mobil wisata melewati halaman belakang Istana Bogor, dan kami hanya bisa memandanginya. Ternyata banyak juga pengunjung yang mempergunakan kemdaran roda empat untuk masuk ke dalam Kebun Raya Bogor dan berhenti di tempat yang disukainya.

Selesai kunjungan di Kebun Raya Bogor. Tak terasa perut semakin keroncongan dan kami hanya memakan bekal snack. Ke luar dari Kebun Raya Bogor, mi ditanya akan ke mana? setasiun, naik angkotnya jangan di sini, saran bapak-bapak penjual makanan.

Dari arah Kebun Raya Bogor, untuk menuju setasiun Bogor, sebaiknya menunggu angkutan umumnya di seberang mall. Pikir mi, mana tahu, mall apa? jalan saja terus ke arah berlawanan dengan ketika menuju Kebun Raya Bogor. Nanti, menyeberang dan menunggunya di depan mallnya.

Oke, kami ikuti, berjalan terlebih dahulu, lalu benar, ada pertigaan, kami menyeberang dan masuk mall, bukan menunggu angkutan. Karena, mi telah melihat ada angkutan umum 02, kami makan terlebih dahulu ya, sudah lapar sekali.

Tips Berwisata di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor merupakan bangunan kebun yang besar dengan banyak macam tanaman dan pepohonan, baik perdu, rindang ataupun pohon yang beusia puluhan tahun dan besar. Di dalam sebuah kebun, meskipun ukurannya kecil, ada banyak sekali serangga, contohnya semut, nyamuk dan sebagainya.

Nah, apalagi di dalam Kebun Raya Bogor...tentunya banyak sekali serangga yang bermukim di sana. Berkunjung ke Kebun Raya Bogor bersama anak-anak, tentunya menjadi kehebohan tersendiri, menjelaskan mengenai nama-nama pohon, serta yang lainnya.


Nah, jika anak tergigit serangga? sudah pasti akan terganggu kunjungan yang inginnya membuat anak nyaman dan tenang. Alhamdulillah, sewaktu ngebolang ke Kebun Raya Bogor, mi membeli minyak telon, sebetulnya untuk bayi Fira. Namun, sewaktu Faiz baru masuk ke Kebun Raya Bogor, tangan dan kakinya sudah berbentol dan aktivitas garuk menggaruk menjadi mengganggu. Syukurlah, minyak telon bayi Fira, menjadi penyelamat keriangan dan Jalan-Jalan Faiz tetap asyik.








Bayi Fira Mulai Menjelajah Tempat Tidur

Selamat pagi, siang sore anak mi, apa kabarmu? Hallo Bayi Fira, matamu menusuk dalam menatap mi dalam keremangan cahaya lampu, sesaat setelah bayi Fira terbangun pagi hari. Mi dengan cepat menemukanmu, meskipun menemukannya bisa jadi ada tepat di bawah kaki mi. Iya, bayi Fira sudah mulai menjelajah, bayi Fira memakan tempat banyak di tempat tidur, iya bayi Fira sudah tidak nyaman tidur di keranjang bayi.

Bayi Fira mulai menjelajah tempat tidur, tadi pagi, mi menemukan bayi Fira tertidur dengan kepala ada di dekat kaki mi. Bagiamana bisa? semalam mi dan bayi Fira tidur berpelukan dan karena mi, sedang tidak enak badan, mi tidak terbangun untuk apapun yang terjadi di tempat tidur.

Alhamdulillahnya, tepat di bawah kaki mi, sudah ditempatkan guling dan bantal oleh abi. Abi sudah mengantipasi gerakan bayi Fira yang mulai aktif menjelajah tempat tidur. Abi sudah tidak bisa meninggalkan tempat tidur, jika bayi Fira sedang terjaga atau tidur. *Ngelirik baby box yang rasanya kok sayang sekali kemarin sudah diperpanjang masa sewanya, nangis guling-guling dah mi-nya.

Mulai Menjelajah tempat tidur


Baby box teranggurkan, karena bayi Fira mulai menjelajah tempat tidur, bayi imut satu ini gerakannya sudah sangat aktif dan begitu cepat, tanpa bisa dideteksi, jadi sekeliling tempat tidur, telah ditempatkan bantal, guling dan jika memang akan ditinggal, kursi dijadikan penahan.

Usia bayi Fira yang mulai menjelajah tempat tidur saat ini, akan memasuki usia 6 bulan. Gerakannya untuk menjelajah tempat tidur mulai dari bergulingan, mengangkat pantat, menggeserkan badan hingga menahan kepala, sehingga pantatnya bergeser.
Gerakan miring bayi Fira untuk mulai menjelajah tempat tidur
Bayi Fira belum terlihat merangkak ketika mulai menjelajah tempat tidur, hanya ya..gerakan-gerakan di atas untuk menjelajah tempat tidur. Jika sudah mulai lelah menjelajah tempat tidur, bayi Fira akan merengek dan menangis. Hehehe, lucu juga, awalnya semangat sekali bayi Fira menjelajah tempat tidur meskipun diajak mengobrol dan dibecandai, bayi Fira akan menggerakan badannya, ke kiri dan ke kanan. Tapi, jika sudah lelah...meledaklah tangisannya.

Setelah lelah menjelajah tempat tidur, tangisnya meledak
Jika tangisan bayi Fira sudah meledak, sudah..itu tandanya bayi Fira lelah menjelajah tempat tidur, saatnya untuk diberi susu dan tertidur. Iya, bisa dibilang penanganan bayi Fira itu sangat mudah dan tidak terlalu berat, itu salah satu, mengapa mi lebih menyukai untuk tidak meninabobokan atau sekedar menggendong untuk diajak ke mana-mana. Jika pun menggendong, itu hitungan menit, tidak sampai berjam-jam.

Selamat menjelajah temapt tidur bayi Fira.

Wednesday, 4 February 2015

Karnaval Ayo Melek Gizi : Beri Anak-Anak Nutrisi Terbaik

Pagi anak-anak mi, panggil dulu ya, hallo Faiz sapa ke mi, dadaaah...itu kesukaan kamu ketika mi mengantar Faiz ke sekolah, hello Fira, emuuuuach apa kabar? itu dari Fira yang bangun tidur pagi. Hallo bunda semuanya yang ingin tahu mengenai Karnaval Ayo Melek Gizi, apa kabar semuanya? hari ini, mi ingin menceritakan, apa itu Karnaval Ayo Melek Gizi, mengapa harus ada yang namanya Melek Gizi?

Setiap hari, sebagai seorang ibu, mi selalu berpikir, apakah yang mi berikan kepada kalian, bergizi? makanan ini bergizikah? roti yang mi beli untuk Faiz, kandungan gizinya apa? ya Allah kadang, mi merasa bersalah sekali, jika apa yang kalian makan, jauh dari makanan dengan gizi yang seimbang. Nah, oleh karena itu, ada apakah dari Karnaval Ayo Melek Gizi yang diselenggarakan oleh Sari Husada?

Dari yang mi, baca, PT Sarihusada bersama dengan berbagai komunitas peduli gizi, mengadakan Karnaval Ayo Melek Gizi untuk merayakan hari gizi nasional. Acaranya diselenggarakan tepat pada hari gizi nasional, yaitu hari Minggu, 25 Januari 2015 di halaman Museum Nasional (Monas) di Jakarta.

Karnaval Ayo Melek Gizi, dibuka oleh istri wakil Gubernur DKI Jakarta, Ibu Heppy Farida Djarot dan Presiden Direktur PT Sarihusada, Oliver Pierredon. Nantinya, Bapak Oliver akan menjelaskan latar belakang mengapa Karnaval Ayo Melek Gizi diadakan.

#KarnavalGizi
Latar Belakang Diadakannya Karnaval Ayo Melek Gizi

Acara yang telah dicanangkan lima tahun lalu ini, dilatarbelakangi dengan pertumbuhan ekonomi negara Indoenesia yang semakin membaik, namun di tengah performa ekonomi yang membaik, Indoensia masih menghadapi persoalan gizi seperti stunting (kuntet) pada anak. Hal tersebut di jelaskan oleh Olivver Pierredon.

Karnaval Ayo Melek Gizi juga merupakan program dari kampaye Ayo Melek Gizi Sarihusada untuk meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia melalui edukasi gizi seimbang, serta pentingnya gizi di kehidupan awal.

Berbagai Acara di Karnaval Ayo Melek Gizi

Acaranya berlangsung meriah dengan melakukan parade dari halaman Museum Nasional, menuju Bundaran HI kemudian kembali lagi ke Monas. Dalam parade Karnaval Ayo Melek Gizi, dilibatkan beberapa parade, seperti;
  1. Parade Ondel-Ondel berhiaskan  kostum buah dan sayuran
  2. Parade kostum buah dan sayur
  3. Parade musik tradisional
Tujuannya, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat dan berpartisipasi secara langsung. Bagaimanapun masyarakat akan mengetahui bahwa betapa memperhatikan gizi adalah sangat penting, itu opini dari mi.

Di tengah acara diadakan demo masak oleh Chef  Muto, seorang host dari program televisi KunFu Chef . Demo masak yang ditampilkan sangat menarik dan tetap berhubungan dengan gizi, yaitu bagaimana cara mengolah makanan sehat dan bergizi. Acara ini pasti sangat menarik. karena kadang sebagai ibu, mi tidak terlalu paham bagaimana mengolah makanan sehat dan bergizi. Mungkin makanannya sudah bergizi, namun cara mengolahnya yang kurang tepat.

Gambar dari Nutrisi Anak Bangsa

Masyarakat yang datang juga dapat mengikuti program edukasi dan konsultasi gizi, mereka boleh menanyakan apakah anak saya gizinya seimbang jika menu buatan rumahan, seperti ini dan seperti ini. Acara ini sangat penting untuk diadakan, untuk mengedukasi masyarakat bahwa seberapa banyak gizi yang masuk, namun jika cara mengolahnya, atau keseimbangan gizinya berlebihan, itu menjadi tidak bermanfaat.
PT Sarihusada juga memberikan donasi kepada anak-anak dari panti asuhan berupa pemberian susu sebanyak 2015 Boks, pas sekali menunjukan tahun diselenggarakan acara Karnaval Ayo Melek Gizi tahun 2015.

Dari #KarnavalGizi Lalu Apa?

Bagi, mi yang menjadi ibu rumah tangga, ibu-ibu bagi Faiz dan Fira serta istri dari suami, menjadi chef salah satu pekerjaan yang mi dapatkan. Dengan membaca kegiatan Karnaval Ayo Melek Gizi, meskipun tidak hadir, harus lebih memperhatikan lagi, apalagi pemberian gizi pada kehidupan awal tersebut sangat penting.

Jadi untuk Fira, seperti kakak Faiz dahulu saat seusia lima bulan, mi menyediakan makanan pertama dengan memasak bubur/nasi saring sendiri. Apa tujuannya? agar mi mengetahui dengan pasti, makanan apa yang masuk dan dari segi kebersihan terjamin, yang pasti dapat menentukan gizinya.

Nasi saring buatan mi buat Fira


Untuk kakak Faiz yang sedang aktif dan lebih menyukai menikmati permainan dan film-film animasi, sehingga asupan makanan yang diminta, seringnya instant, mi harus lebih protektif lagi menyediakan makanannya, apalagi mi seharian bekerja di luar rumah.

Hal ini, tentunya menjadi PR dari Karnaval Ayo Melek Gizi, buat mi. Semoga, mi dapat lebih menyediakan waktu lagi untuk membuat makanan sendiri untuk anak-anak mi di rumah, Ayo Melek Gizi berawal dari rumah, karena rumah adalah tempat terindah bagi kalian jika sedang berpergian.

MPASI Ikan Salmon dan Sayuran

Alhamdulillah, beberapa resep nasi saring dan variasinya telah mi buatkan untuk nayi Fira. Dari beberapa resep nasi saring yang paling bayi Fira tidak sukai sekali adalah yang menggunakan brokoli. Namun, jika brokolinya ditambahkan pada nasi saring, sedikit, bayi Fira tidak begitu menolak. Mei membuatkan nasi saring untuk bayi Fira, dengan tekstur yang sangat lembut, jadi tidak khawatir mengganggu pencernaan Fira. Mi menyaringnya menggunakan saringan kawat yang berlapis dua.

Setelah nasi saring dengan beberapa variasi sayuran dan sumber proteinnya. kali ini mi menambahkan tomat, dalam nasi sring bayi Fira. Kenapa, tidak dari awal mi menambahkan tomat?  mi berpikir, tomat yang dijual dipasaran, kadang-kadang berasa manis dan kadang berasa sedikit, asam. Jad, mi menambahkan setelah bayi Fira benar-benar merasakan menu yang utama, karbohidrat dari beras, protein baik nabati (tahu dan tempe) serta hewani dari daging ayam, daging sapi dan ikan salmon, serta vitamin dari sayuran hijau dan wortel.

Nasi Saring Ikan Salmon, Wortel, Buncis, Tomat

Setelah ditambahkan tomat dalam menu nasi saring bayi Fira, aroma yang tercium ketika memasak, adalah aroma lebih segar dan aduh, mi ingin sekali mencicipnya. Warnanya juga lebih rame, ada merah segar dari tomat, hijau dari buncis/bayam/ kacang panjang dan cokelat misalnya dari daging sapi.

Nasi saring bayi Fira, teksturnya lembut sekali

Bayi Fira menikmati nasi saringnya juga lebih mengenal rasa lagi. menyantapnya pun menjadi lebih lahap. Alhamdulillah, mi masih bisa memasak langsung dari dapur mi, meskipun kadang, menyuapi bayi Fira hanya ketika sarapan atau makan malamnya.

Resep-resep nasi saring ada di blog ini, jika para moms, bunda ingin membacanya silahkan.


Tuesday, 3 February 2015

Bayi Memasukan Apa Saja ke Dalam Mulut

Bayi suka memasukan apa saja ke dalam mulut, bisa memasukkan jemari tangan, kain yang dia tarik dari sampingnya, baju yang dikenakannya, atau tangan siapa saja yang sedang digenggamnya dan juga memasukkan jempol kakinya, hebat yah.

Bayi Zhafira begitu juga, memasukan apa saja ke dalam mulut, hm ngerinya sekali adalah jika kakak Faiz sedang makan di samping Fira, lalu ada remahan makanannya jatuh, lalu Zhafira memasukkan ke dalam mulut mungilnya, haduh pingin teriaaaak. Itu, yang membuat mi selalu cerewet minta ampun, baik ke kakak Faiz ataupun ke abi.

Nah, usia lima bulan 14 hari, otot-otot baik tangan, kaki, kepala Fira sedang mulai bersiap-siap untuk bergerak lebih aktif. Keaktifannya bisa dilihat dari kemampuan bayi Fira memasukkan jempol kakinya ke dalam mulut. Caranya bagaimana itu? haduuh, mi saja sudah enggak bisa menekukkan kaki hingga menyuntuh wajah, ini Fira asyik sekali memasukkan jempol kaki ke dalam mulut.

Fira asyik memasukkan jempol kaki ke dalam mulut

Memang sich, bukan hanya bayi Fira saja yang memasukkan jempol kaki ke dalam mulut, dulu, kakak Faiz juga memasukkan jempol kaki ke dalam mulut hingga kaos kakinya terlepas. Mungkin memang usia lima bulanan, perkembangan bayi sedang menggerakkan otot lebih lentur.
Jadi, apakah mi membiarkan saja bayi Fira memasukkan jempol kaki ke dalam mulut? iya, mi biarkan saja, toh anak bayi, kakinya masih bersih. Namun, tentunya hal tersebut diupayakan agar tidak berlanjut ketika Fira sudah semakin besar dan banyak beraktivitas. Kata orang tua, nanti juga akan hilang sendiri, kok.



Baiklah, yang mi sekarang lakukan adalah memastikan bahwa jemari kaki Zhafira bersih tidak ada remahan makanan, lalu berusaha mengingatkan Fira *iya kami sering ya ngobrol, meskipun Fira belum memberikan komunikasi umum, namun mi tahu, Fira merespon apa yang sedang mi bicarakan. Iya, kan, Fir? Mi mengingatkan kalau sudah terlalu lama atau setelah makan, Fira dilarang oleh mi memasukkan jemari baik tangan maupun kaki, karena itu berbahaya.

Monday, 2 February 2015

MPASI Nasi Sayur dan Ikan Salmon

Beberapa hari ini, mi jarang upload nasi saring Fira, satu karena mi ada peralihan divisi di kantor dan kedua, menunya sebenarnya sama hanya diganti-ganti saja. Contohnya; daging sapi, wortel dan labu, esok harinya, daging sapi, wortel dan kacang panjang/buncis. Buat mi, yang penting ada sayuran dan proteinnya.

Nah, karena malam minggu kemarin kita belanja di Carrefour dan ada ikan salmon potongan, mi mencoba untuk menambahkan ke menu nasi saring Fira. Biar Fira tahu "rasa-rasa makanan" dan mengenal tekstur yang dihasilkan.

Hari Minggu, mi mencoba membuatnya untuk Zhafira, seperti biasa, beras, wortel dan buncis serta irisan tipis ikan salmon fillet. Aroma yang ke luar dari panci bubur adalah amis, heheheee. Sebetulnya mi kurang suka makanan yang amis-amis, tapi demi anak ummi, yang satu ini mi membuatkannya. Dulu, waktu kakak Faiz mencoba menu ikan salmon pada nasi saringnya, mi kebetulan sedang bekerja di luar kota, jadi nenek-lah yang memasak.

Bahan Nasi Saring Ikan Salmon, Wortel dan Buncis


Hari Minggu dan hari ini, menu nasi saring Fira adalah Nasi saring ikan salmon, wortel dan buncis. Bagaimana ekspresi Fira saat mi menyuapi nasi saring ini? langsung lep, buka mulut lagi, lep, buka mulut lagi dan lagi. Entah, mungkin karena terlalu lapar atau memang rasanya sangat menarik bagi Fira.

Ekspresi Fira menyantap Nasi Saring Ikan Salmon, Wortel dan Buncis


Mi mencoba? pastinya, mi mencoba dan rasanya memang amis, namun ada tambahan wortel yang manis, buncis yang segar dan beras putihnya yang kuat, sehingga rasa amisnya tidak begitu keras. Teksturnya tetap lembut, malah sangat lebut...mungkin karena mi menyaringnya dengan segenap cintah. Di mulut, akan ada bulir lembut seperti sedang memakan telur ikan, namun sangat kecil butirannya dan lembut.

Tekstur Nasi Saring Ikan Salmon, Wortel dan Buncis

Kakak Faiz juga penasaran dengan nasi saring Fira, mencicipi sedikit namun tidak mau lagi, katanya untuk Fira saja. Faiz minta ikan salmonnya digoreng. Atu tuuuh, sayang atuh kalau ikan fillet seperti ini digoreng, mendiding di kukus, cocol pakai saos dan kecap ikan, wuuih mantap tuh, Nak.

Jadi, beberapa kedepan Fira akan menyantap Nasi Saring Ikan Salmon, Wortel dan Buncis, mungkin sayurannya saja yang mi akan variasikan. Bisa menggunakan brokoli, kacang panjang, labu atau bayam mungkin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...