Skip to main content

3 Manfaat Bermain di Luar Rumah Untuk Anak-anak

[Cerita Faiz] Hai Faiz, apa kabar kamu? sepertinya ummi lebih senang kamu bermain dan beraktivitas di luar rumah ya? tapi kalau sudah main di luar rumah, ummi suka mencari-cari kamu, menunggu kamu kok belum pulang-pulang, tahu-tahu pulang bareng abi pada malam hari. Ternyata kamu tuh, ngobrol dengan Pak Satpam di pos satpam sembari nunggu abi pulang kerja, to?

Jadi? ummi sebetulnya tuh, seneng Faiz di dalam rumah seharian atau seneng Faiz di luar rumah? hayo jawab yang jujur, jangan menjadi latah atau galau ya, mi. Faiz kan jadi bingung, seharian main gadget di dalam rumah sembari nonton video di You Tube, ummi ngajakin Faiz untuk main di luar rumah. Faiz main sepeda di luar rumah, ummi bolak balik tanya, kapan Faiz pulang, Faiz jangan main jauh-jauh, Faiz jangan terlalu malam pulangnya. Kan, Faiz jadi bingung.


Ini yang ummi inginkan dari anak lelaki ummi.

Boleh main di luar rumah, tapi inget waktu makan, waktu sholat dan waktu istirahat serta waktu mandi. lah, Faiz kalau sduah di luar rumah bisa gak inget pulang ke rumah. ;( 

Ini Faiz sedang senang-senangnya bermain sepeda, susahnya minta ampun disuruh masuk

Baca Juga : Melatih Keberanian pada Anak dengan Bermain Sepeda

Boleh main di luar rumah, kalau temen-temannya asyik mainnya. Kalau teman-temannya sikut sikutan, ummi juga malas, mendingan kamu di rumah saja, ummi kekepin.

Boleh main dirumah, tapi jangan terpengaruh dengan ajakan teman-teman untuk berbuat jahat, anarki dan menyakiti teman yang lain. Ummi pernah melihat sendiri, Faiz diminta melempar batu, kan sedih. Masa iya, ummi menemani Faiz di luar rumah terus? saat Faiz sedang bermain? 


Faiz pada beberapa minggu yang lalu :

Bermain game minicraft seharian, menonton minicratf di Youtube. Dilakukannya di dalam kamar dan tidak bergeser tempat selonjorannya. Ummi khawatir kamu malah jadi gendut karena hanya nonton game di Youtube, main game di tablet, makan dan selonjoran saja.

Malam hari selepas Maghrib, Faiz keluar mengambil sepeda dan nongkrong di depan bersama Pak Satpam. Katanya nunggu abi pualng kerja, di rumah bosan. Lah begimana enggak bosen bro, kamu tuh main game seharian di dalam kamar, ya bosen banget kan.

Ummi menarik kesimpulan dari sharing dengan ibu-ibu juga di depan rumah;

Mungkin anak memang seperti orang dewasa ya, memiliki sifat yang bosan. Atau menurut tetangga depan rumah, anak-anak ada masanya. Masa di mana dia bisa main seharian di luar rumah dan ada masa anak akan lebih senang berada di dalam rumah bersama anggota keluarganya. 

Di dalam rumah, sebetulnya Faiz enggak main game doang juga sich. Kalau bosan dengan tablet, Faiz akan mengambil mainan Dinosaurusnya, mainan kartu AR BoBoiBoy, Semua juga dilakukan di dalam kamar. Tapi kalau mainnya sendirian? ummi khawatir Faiz enggak punya temen, ummi khawatir Faiz bakalan susah beradaptasi nanti, di sekolah baru. Jadi ummi pingin Faiz ya imbang gitu loh, main di luar rumah bersama teman-teman oke, main mainan kesukaan di dalam rumah iya.


Jadi, ummi bertanya dong, kepada Faiz.

Faiz dinakalin teman-teman? 

Faiz enggak boleh main bareng teman-teman?

Ada yang Faiz enggak suka dari teman-teman?

Bermain di luar rumah bersama teman-teman sebayanya penting untuk perkembangan mental si anak. Oleh karena itu, ummi rayu-rayu Faiz dengan mencontohkan jalan-jalan pada sore hari di luar rumah bersama Fira, tapi ya, tidak langsung juga Faiz berubah. Berikut manfaat bermain di luar rumah untuk Faiz
  1. Mengembangkan kecerdasan Intrapersonalnya. Selain itu Faiz juga dapat mengetahui siapa dirinya, bagaimana dia diterima di lingkungan teman-temannya. Bagaimana Faiz harus bersikap dan berhadapan dengan teman-temannya yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Intinya bagaimana Faiz dapat menyesuaikan dirinya diantara teman-temannya dan bagaimana Faiz berkomunikasi dengan temannya.
  2. Melatih bersosialisasi. Sosialisasi dapat dilakukan di mana-mana, ada sekolah, ada tempat les dan ada keluarga besar. Tapi gak afdol rasanya kalau anak-anak ummi biarkan berada di dalam rumah saja, sedangkan teman-temannya bermain di luar rumah.
  3. Menyalurkan energi aktifnya. Faiz anak yang kinestetik, bergerak ke sana ke mari dan hobbynya panjat dan lompat. Di rumah, bisa-bisa adik perempuannya semakin meniru kakaknya yang melakukan aktivitas fisik tersebut. Faiz bisa bermain bola, bermain sepeda, bermain lari-larian bersama teman-temannya. Pulang ke rumah dalam keadaan lelah, sudah pasti tinggal istirahat.

Faiz bermain lego atau bongkar pasang bersama teman-teman di rumah

Dua hari ini, Faiz terlihat sudah bermain dengan teman-temannya di siang hari. Mainnya memang di dalam rumah Faiz, Faiz mengajak teman-temannya main bongkar pasang, tapi ada satu teman yang malah sukanya pegang tablet Faiz. Jadi enggak seru kan? inti bermain adalah bermain bersama, bukan individualis seperti bermain game di tablet.

Kebetulan hari ini, ummi berada di dekat ruang depan, teman Faiz yang hobby pegang tablet meminta Faiz untuk menginstal game tembak tembakan, beruntungnya ummi yang memiliki Faiz. Faiz menolak dan mengatakan tidak mau game tembak-tembakan. Sepertinya Faiz mampu memilih game yang baik dan game yang seharusnya belum dimainkan. Love you, Son.


Comments

  1. iya faiz pinter, kalo lagi main di luar ingat waktu yaa...

    ReplyDelete
  2. Bisa juga meningkatkan daya tahan tubuh ya mba biar gak rentan terhadap penyakit gak kaya anak yang harus main dalam rumah atau di mall kalau di ajak main di luar baru sebentar aja udah capek dan besoknya malah sakit

    ReplyDelete
  3. disamping meningkatkan daya tahan tubuh juga bagus benget buat kreativitas anak mbak. itu pengalaman anak saya. anak saya jadi lebih keluar kreativitasnya saat bermain diluar.

    salam kenal

    ReplyDelete
  4. Aku kok parno ngebiarin anak main diluar. Takut ilang diculik atau dilecehkan kaya di tipi2 gitu loh. Tapi di rumah aja juga jadinya pelit, kalo ada sodara dateng, mainannya ga boleh dipegang. Gimana ya mbak?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…