Saturday, 13 February 2016

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?

Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan. 
Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung.
Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah yang ada temannya, gagal juga dan kesepakatan bersama, Faiz ditarik dari sekolah.


 

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar


Abi dan ummi sepakat untuk mendampingi Faiz untuk menumbuhkan sikap beraninya. Abi menemani Faiz berenang dan mengajari tidak menggunakan pelampung. Kata abi, Faiz sudah dapat terjun juga, sifat percaya dirinya sudah muncul. Bermain sepeda juga sebagai latihan untuk menumbuhkan keberanian Faiz.


Pendaftaran tahun ajaran 2016/ 2017 juga sudah mulai dibuka. Abi sempat mengingatkan ummi, untuk ke sekolah dambaan di dekat rumah, tapi ternyata sudah tutup. Padahal baru awal Januari :( . 

Akhirnya hunting sekolah lagi. Faiz memilih sendiri sekolah yang diinginkan. Ummi mengajak Faiz untuk melihat-lihat, untuk lebih dekat dengan sekolah yang diinginkan, yang ummi lihat dari Faiz adalah senyum.
Berikut beberapa persiapan tes masuk sekolah yang Faiz inginkan, karena mengharuskan tes masuk terlebih dahulu juga.
  1. Membiasakan untuk membaca
  2. Membiasakan untuk menulis
  3. Membiasakan untuk berhitung
  4. Mengulang IQRO (Faiz masuk ke sekolah Islam)
  5. Menumbuhkan semangatnya untuk bersekolah
  6. Mendisiplan kegiatan Faiz
  7. Belajar soal-soal yang ummi buat sendiri
Baca : Faiz Mengaji di Sekolah 

Hari H Faiz Mengikuti Tes Masuk Sekolah


Faiz bangun pagi dan melakukan olahraga bersama abi di sekitar kompleks. Pulang dari bersepeda, ummi sempat deg-degan karena Faiz mulai ngambek tidak mau tes, karena takut tidak lulus. Alhamdulillah ummi diberikan kesabaran ketika Faiz belum luluh juga, saat Abi meminta masuk. Ummi mendudukan Faiz di dapur, membersihkan kakinya yang kotor, kemudian memberikan afirmasi positif, bahwa setelah belajar kemarin, Faiz pasti bisa mengerjakan dan lulus.

Alhamdulillah, sebelum berangkat tes, Faiz mau mengerjakan soal yang ummi buat sendiri. Sebelumnya memang mengeluh cape, badannya disenderkan ke bahu ummi, tapi...soal empat halaman, dikerjakan dengan cepat oleh Faiz.
Menuju ke sekolah dan pihak sekolah meminta untuk menunggu sebentar, Faiz sudah mulai beraksi. Merengek dan merajuk meminta makan ayam di sebuah pusat perbelanjaan. Deg, sikapnya sudah kurang bisa diajak untuk tenang, bergerak menjauhi kelas dan mendekat ke tempat parkiran dan duduk nyaman di sepeda motor.

Ummi meminta Faiz untuk sabar dan menghubungi pihak sekolah lagi. Kemudian, semua yang akan tes, diminta untuk masuk, Faiz mulai merajuk sembari memegang gagang pintu dan berkata "mau makan!" 
Jika dituruti Faiz akan seenaknya sendiri memutuskan sesuatu, tapi jika tidak dituruti, Faiz juga akan tetap merajuk. Sayang juga jika saat mengerjakan tesnya kurang fokus. Sebaiknya, sebelum berangkat tes, anak ditanya dulu, apakah sudah siap belum?

Ummi bertanya dong, ke pihak sekolah, apakah bisa kembali lagi ke sekolah? Faiz mau makan terlebih dahulu? pihak sekolah mengijinkan. Alhamdulillah, setelah makan ayam kesukaannya, Faiz bergegas sendiri membawa tas dan memakai sepatu.

Dalam perjalanan ke sekolah lagi, ummi mengatakan kepada Faiz, untuk tenang ketika mengerjakan tesnya. Ketika menjumpai soal yang sulit dan Faiz tidak bisa, tetap tenang, namanya juga masih belajar salah tidak apa-apa. Ummi juga mengatakan kalau ummi akan berdoa terus, Faiz pasti bisa.

Sampai di sekolah, Faiz berlari sendiri ke tempat tes, kemudian masuk dan duduk di depan penguji. Ummi di luar tempat tes. Pada awalnya, ada dua kali, matanya mencari ummi, namun setelah itu, Faiz enjoy mengerjakan tes. Tesnya cukup lama, sekitar tiga puluh menit. Faiz juga memanggil ummi dengan riang, katanya ummi dicari bu guru.

Bu guru menerangkan apa saja yang telah diteskan kepada Faiz. Memberikan tanda, mana yang kurang dan diberi tahu nilai yang didapat Faiz dan diujung kolom ada tulisan lulusnya. Alhamdulillah ya Allah. Faiz yang diminta belajar susah, Faiz yang diminta tetap tenang duduk di rumah, tidak bisa. Alhamdulillah, meskipun ini adalah tes masuk sekolah yang ketiga dan dua tes Faiz lulus, tapi yang ini luar biasa.

Faiz mampu melawan rasa malas, rasa takut, rasa tidak percaya dirinya, namun dengan kekuatan doa dari ummi, abi dan dirinya sendiri, Alhamdulillah ini awal Faiz dapat mengembangkan dirinya. Faiz juga masih bertanya ke ummi, bener Faiz lulus, Mi? terus hari senin Faiz sekolah kan? ketika dijawab belum, Faiz kecewa sembari berkata "Faiz sudah semangat sekolah, lho Mi."

Ummi juga sangat bahagia sekali, sewaktu tiba di rumah, Faiz berkata "Terima kasih ya, Mi sudah mendoakan Faiz, jadi Faiz lulus". Hiks, ummi jadi terharu. [2016:02]

3 comments:

  1. wah faiz pinter banget. semoga sukses ya faiz sekolahnya, betah di sekolah dan ukir prestasi gemilang

    ReplyDelete
  2. Selamat ya faiz....tambah semangat ya :)

    Disini SD IT juga sudah tutup sejak desember kemarin Mbak. Peminatnya banyak, sedangkan yang SD biasa malah cari2 murid. :)

    ReplyDelete
  3. Duh jadi deg-degan nanti gimana kalo anakku mau tes masuk SD.

    ReplyDelete