Thursday, 14 December 2017

Jangan Panik Menghadapi Anak Demam, Cukup Hadirkan Kehangatan Cinta Ibu

Senangnya melihat anak-anak makan dengan lahap, menghabiskan sayur bayam dan telur puyuh rebus yang dimasak dengan cinta. Saya memiliki sebuah pemikiran, anak yang makan dengan baik, akan menjadi anak yang baik dalam banyak hal. Logikanya, anak yang makan makanan sehat dan bergizi dengan lahap, pencernaannya pasti bagus. Pencernaan anak yang bagus dapat mempengaruhi perkembangan tubuhnya dengan baik. Tubuh yang berkembang dengan baik, juga mempengaruhi otak dan hatinya. Bayangkan saja, saat lapar, perut keroncongan, badan lemas, pikiran kurang dapat bekerja dengan baik, ya kan.

Saya ibu dari 2 orang anak, Faiz (8 tahun) dan Fira (3 tahun). Anak-anak ini memiliki persamaan dibesarkan langsung 24 jam oleh saya sendiri dan memiliki tingkat keaktifan yang tinggi. Abinya sering meminta mereka duduk diam dan hanya bertahan selama 5 menit kurang. Butuh perjuangan yang teramat besar untuk membuat anak-anak ini fokus. 

Perbedaan keduanya terletak pada pola makan dan kepatuhan mengkonsumsi obat saat dibutuhkan. Faiz memiliki pola makan yang sangat teratur, hasilnya badannya kencang dan tumbuh ke atas. Sedangkan Fira, memiliki pola makan yang kadang iya kadang melancaran GTM (gerakan tutup mulut). Penanganan saat anak-anak ini sakitpun sangat berbeda, Faiz lebih mudah diajak bekerja sama, untuk diperiksa, untuk diobati dan untuk minum obat. Sedangkan Fira, perlu penanganan yang benar-benar kreatif saat sakit.






Cara Menangani Anak yang Sedang Sakit


Setiap ibu pasti memiliki cara yang berbeda saat menangani anak yang sedang sakit. Saya-pun memiliki cara yang berbeda untuk menangani ke-dua anak saya apabila mereka sedang sakit. Cara untuk menangani Faiz saat sedang sakit, dicoba berkali-kali pada Fira, hasilnya sering kurang sukses. Faiz sejak kecil sudah menjadi anak penurut apabila sedang sakit. Saat diperiksa, tak pernah menangis di ruang dokter atau saat diperiksa abinya. Diminta minum air putih hangat, nurut. Diminta minum obat, nurut. Oleh karena itu, waktu penyembuhannya terbilang sangat cepat saat Faiz mengalami sakit yang biasa, contohnya demam.

Fira? inilah ujian kesabaran dan ujian yang mau buka diktat kuliahpun gak akan ditemukan jawabannya. Saat suhu tubuhnya tinggi, Fira hanya tertunduk lesu, wajahnya ditenggelamkan ke dalam pelukan bersama guling. Matanya ditutup dan mulutnya tidak mau menjawab pertanyaan apapun dari saya maupun Abinya. Badan Fira cepat sekali berubah dari yang gemuk sampai matanya terlihat cekung. Gimana lagi, anak ini kalau sedang sakit, jangankan makan, minum susu dan air putih saja iritnya minta ampun. Alhamdulillahnya masih mau meminta buah kesukaannya, buah pir. 

Saat Anak Sedang Sakit, Beginilah Kondisi Rumah


Kondisi di mana salah satu anak sedang sakit, membuat rumah terasa sepi. Rumah yang biasanya ramai oleh suara keributan dua anak tersebut, rasanya seperti malam yang panjang. Rumah yang biasanya berantakan tak terlihat mana lantai mana mainan, menjadi seperti tak pernah terjamah setahun. Jujur dech, satu anak sakit rasanya seperti dua anak juga sakit. Satu sama lain, saling mengerti, kalau saudaranya sakit. Apalagi Faiz yang memiliki sifat perasa. Setiap kali pasti akan bertanya, "Fira sudah mau makan, Mi? Fira sudah mau ngomong, Mi?."





Reaksi seorang ibu saat anak sakit yang paling umum adalah panik. Meskipun sudah ditanamkan setiap kali, jangan panik, jangan panik saat anak sakit/ demam, tapi namanya wanita, namanya ibu ada-lah ya kadar panik, yang kadarnya bisa panik banget, panik sedang dan panik yang wajar. Saya termasuk ibu yang memaklumi kepanikan ibu pada saat pertama kali menangani anak yang sedang sakit. Selebihnya ya jangan panik terus, di bawah ini cara yang pernah saya pakai saat menangani anak yang sedang sakit demam.

1| Tetap Tenang


Agak sulit memang meminta tubuh, pikiran dan hati untuk tenang. Anak sakit loh, ini kenapa dan ini kenapa, duh gimana ini, duh obatnya apa, mana sendirian pula di rumah. Telepon suami gak diangkat-angkat, tetangga rata-rata kerja di kantor, duh anak yang satunya rewel pula. Gimana mau tenang, yang ada panik, done.

Sepaniknya seorang ibu, tetap saja masih mau dong ya, Bun untuk mendekat ke samping anak yang sedang sakit. Hal inilah yang menandakan ada cinta di hati setiap ibu yang menggerakan kepanikan menjadi gerak aktif menangani anak yang sedang sakit. 

Ini nih cara saya mencoba tenang : tarik nafas dalam-dalam, nyamankan diri sendiri dulu, bereskan yang paling urgent. Berdoa dan pasrahkan semuanya kepada Allah. Hubungi keluarga terdekat meminta dukungan doa, biasanya dari doa akan tumbuh ketegaran dan sikap menjadi tenang.

2| Cek Kondisi Anak


Sakit yang umum dialami oleh anak-anak adalah demam. Faiz lebih sering mengalami demam dibandingkan Fira. Faiz memiliki kondisi amandel yang sensitif, sedikit terkena es pasti meradang. Sedangkan Fira, termasuk jarang mengalami demam, sekali demam, perjuangan saya menanganinya sangat membutuhkan kesabaran yang ekstra.

Saya akan mengambil termometer dari dalam laci di lemari. Meminta anak untuk bersabar dulu, supaya termometer dapat diletakkan di ketiak dengan baik. Sampaikan hasil pengukuran suhu kepada suami, apabila berjauhan. Yaaaah, saling sharing termasuk hal yang mampu membuat tegar loh. Apabila demamnya sedang, cukup berikan kompres air hangat. Apabila demamnya sangat tinggi berikan pertolongan pertama yaitu penurun panas. 

Longgarkan pakaiannya, berikan tempat istirahat yang nyaman dan katakan kondisinya kepada si anak. Tidak perlu berbohong mengatakan semuanya baik, sampaikan saja apa yang memang terjadi. Contohnya, "Nak, panasnya tinggi sekali, banyakin air putih dan makan ya, kalau ingin lekas sembuh berdoa dan minum obatnya dengan teratur". Dua anak saya selalu kuberitahu hal tersebut, yang nurut, ya anak nomer satu.


3| Berikan Air Minum Hangat


Saya kalau sedang demam dan enggak enak badan, paling enak ya minum air hangat. Jadi, sayapun menawarkan kepada anak-anak saat mereka sedang sakit demam, dengan meminta mereka minum air putih hangat atau teh manis hangat.

Minum air hangat membuat tubuh menjadi lebih relaks. Apabila sakitnya karena perut kembung, minum air hangat akan membuat perut kembung lebih cepat sembuh. Faiz sudah sering minta sendiri untuk dibuatkan teh hangat, apabila kondisinya sedang tidak fit. Fira saya bujuk sampai ratusan kali, dengan pelan-pelan. Saya gunakan bantuan sedotan atau sendok supaya Fira mau minum. 

Saya juga pernah mendengar, apabila demam banyakin air putih hangat supaya demamnya hilang dari keringat dan urine. Jangan ada kata menyerah ya, Bun, apabila anak menolak untuk minum air hangat.  

Dalam setiap cinta dari seorang ibu pasti ada kekuatan yang membangkitkan daya kreasi untuk menemukan ide bagaimana menyikapi anak yang seperti Fira ini. 

4| Berikan Pelukan Hangat


Setiap ibu, secara refleks pasti akan memeluk anaknya yang sedang sakit. Apalagi sakit demam, pasti ibunya merelakan panasnya berpindah ke tubuh ibunya. Saya sering memberikan pelukan kepada anak saya yang sedang sakit demam. Tentunya dilakukan sambil tiduran ya, Bun.  

Pelukan hangat ini memberikan rasa nyaman loh untuk anak yang sedang sakit. Pelukannya dilakukan dengan ikhlas dan sambil berdoa, berikan kalimat afirmasi kepada anak, bahwa rasa sakitnya pasti akan berkurang apabila dari dirinya juga meminta penyakitnya tersebut pergi. 

Faiz sudah saya ajari untuk berdoa kepada Allah sendiri saat sedang sakit. Saya mengajari supaya berdoa kepada Allah untuk memberinya kesembuhan. Tidak ada ibu yang juga menginginkan dirinya sakit juga kan, saat anak sedang sakit, di sinilah ujian rasa bersyukurnya dimulai. Jangan lupakan makan dan istirahat ya, Bun, meskipun sedang menangani anak yang sedang sakit.

5| Percayakan Kesembuhan Anak dengan Memberinya Obat Penurun Panas Saat Anak Demam


Saya bukan ibu yang anti memberikan obat-obatan. Apabila memang sangat diperlukan, pertolongan pertama harus diberikan, apalagi untuk anak yang sedang sakit demam. Di lemari obat, saya selalu menyediakan obat penurun panas untuk Faiz dan Fira.

Anak-anak juga sudah mulai saya berikan pemahaman tentang obat-obatan. Mengapa obat-obatan itu harus ada dan bagaimana cara meminum obat dengan baik. Memohon kesembuhan hanya kepada Allah, namun sebagai manusia diwajibkan berusaha dengan ikhtiar melalui obat-obatan juga.

Memberikan Tempra Sebagai Obat Penurun Panas


Tempra sebagai obat penurun panas dan meredakan nyeri sudah sejak Faiz kecil selalu tersedia di lemari obat. Tempra mudah sekali ditemukan, bisa dibeli di minimarket dekat rumah, apotek maupun toko obat karena termasuk obat OTC. OTC adalah over the counter, obat yang dapat dibeli di mana saja tanpa resep dokter. Ada tanda lingkaran hijau dengan tepi lingkaran berwarna hitam di kemasan Tempra yang menandakan obat tersebut dijual bebas.

Kenali Tempra Yuk


Dari kemasannya saya dapat melihat dengan jelas bahwa Tempra merupakan produk dari PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk di bawah pengawasan PT Taisho Pharmaceutical Co., Ltd dari Tokyo, Jepang.

Tempra sudah dipercaya sejak dulu untuk membantu saya saat menangani anak yang sedang sakit demam. Sejak Faiz kecil sampai Faiz sekarang sudah besar, Tempra masih menjadi obat yang membantu saat menurunkan panas dan meredakan nyeri.


Ada 3 jenis produk Tempra

  1. Tempra Drops 15 ml. Mengandung paracetamol 80 mg/0.8 ml untuk bayi di bawah usia 2 tahun
  2. Tempra Syrup 30 ml, 60 ml dan 100 ml. Mengandung paracetamol 150 mg/5ml untuk anak di usia 2-5 tahun
  3. Tempra Forte 60 ml. Mengandung paracetamol 250mg/5ml untuk anak usia di atas 6 tahun.

Cara Kerja Tempra


Tempra mengandung paracetamol yang bekerja sebagai antipiretik pada pusat pengaturan suhu di otak dan sebagai analgesik dengan meningkatkan ambang rasa sakit. Paracetamol ini adalah obat penurun panas yang aman di lambung/ tidak menyebabkan iritasi lambung dan tidak mempengaruhi fungsi ginjal.

Jadi setelah anak yang sedang sakit diberikan Tempra, si anak ini akan tertidur dan pelan-pelan suhu tubuhnya akan berkurang karena rasa nyeri di kepala berkurang. Apabila saya perhatikan pada Faiz, setelah minum Tempra, akan mengeluarkan keringat dan kemudian suhu tubuh diukur lagi, suhunya sudah turun.

Dosis dan Cara Pemberian Tempra


Saat sedang menangani anak yang sedang sakit, saya selalu memberikan laporan kepada suami. Suhunya berapa, berapa kali sudah diberikan Tempra, sudah makan apa saja, sudah turun dari tempat tidur atau belum. Suami saya ini orangnya sudah seperti dokter saja, semuanya harus sesuai prosedur. Apalagi soal dosis pemberian Tempra, telat atau tidak memberikan pada pemberian obat selanjutnya, pasti saya diomelin dech. Namanya ibu ya, fokusnya terpecah antara menyelesaikan pekerjaan rumah, menangani anak yang sedang sakit belum lagi masih ada anak yang satunya.

Cara saya supaya tidak lupa memberikan obat pada pemberian selanjutnya ya dicatat. Saya selalu menyediakan alat tulis di kamar, apa saja saya tulis, jam segini sudah minum obat. Nah, Tempra ini dosisnya tepat atau tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis.  


Cara memberikan Tempra untuk Faiz dari kecil menggunakan Tempra Drops sampai sekarang sudah berganti Tempra Forte tidak menemukan kesulitan yang sangat berarti. Bagaimana dengan anak bungsu yang bernama Fira? penuh tantangan, Bun. Usia Fira sudah 3 tahun dan itu artinya sudah harus berganti dengan Tempra Syrup



Kelebihan Tempra


Alhamdulillahnya, Tempra mengerti sekali tantangan seorang ibu yang akan memberikan obat kepada anak yang sedang sakit dan anaknya itu susah sekali diberi obat. Ada drama yang terjadi, dramanya bisa berbabak babak bahkan bersambung dan diulang lagi di ulang lagi. Berikut yang saya suka sekali dengan Tempra,

  1. Tempra Drops, dalam kemasannya disertakan juga pipet dengan ukuran yang dapat diisi sesuai dosis yang dianjurkan sesuai usia anak. Cara penggunaannya juga sangat mudah, yaitu dengan cara menekan pipet dan memasukkan Tempra sesuai dosis yang dianjurkan. Dengan pipet ini, saya sangat terbantu memberikan Tempra dalam berbagai drama yang ditayangkan oleh Fira.
  2. Tempra Syrup, dalam kemasaannya disertakan juga gelas takar dengan tanda ukuran yang sangat jelas. Alhamdulillah saat usia Fira sudah di atas 3 tahun, gelas takar Tempra cukup membantu sekali dan tidak membuat Tempra berceceran.
  3. Tempra Forte di dalam kemasannya juga terdapat gelas takar. Berharap apabila Fira memerlukan Tempra Forte saatnya nanti, Fira sudah pinter minum obatnya. Faiz mah, minum obatnya sudah bisa sendiri, tapi tetap saya atau abinya yang memberikan pada gelas takarnya. Faiz sendiri yang menegaknya.
Sebelum memberikan Tempra untuk anak yang sedang sakit, saya tidak perlu mengocok botolnya terlebih dulu. Tempra tidak perlu dikocok, sudah 100% larut karena tidak mengendap dan hal ini memastikan dosis Tempra yang diberikan tepat karena tidak ada gumpalan.

Botol Tempra juga aman nich dari keisengan anak-anak yang ingin membuka botol Tempra. Botol Tempra memiliki tutup push down, jadi saat akan membuka harus ditekan sembari diputar. Anak-anak seusia Fira tentu belum bisa melakukan cara tersebut, kan. 

Alhamdulillah rasanya saya sudah memberikan pengalaman saya saat menangani anak yang sedang sakit. Kuncinya jangan panik supaya sebagai ibu, saya mampu berpikir dan bersikap tenang. Intinya saat anak sedang sakit, kehadiran seorang ibu sangat diharapkan. Kehangatan cinta ibu dapat menguatkan anak supaya tegar dan kuat melawan sakit. Semoga saya dan seluruh ibu di manapun berada merelakan semua hal yang sedang dikerjakan untuk hadir di samping anak yang sedang sakit. Saya percaya akan selalu ada cinta di hati ibu, bunda, mama, ummi, momma semuanya untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya. 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.

9 comments:

  1. kalo panik, ga bisa mikir ya mb, bisa gawat malah akibatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, tapi panik juga manusiawi asal gak keblabasan yak

      Delete
  2. Jadi ibu harus super kreatif ya kalo harus berhadapan dengan anak yang kalo sakit tiba-tiba mogok melakukan aktifitas huhuhu. Semangat kak :)

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Dee, sudah main ke blognya...dirimu cantik banget eeuy

      Delete
  3. Aku jg slalu sedia tempra untuk anakku. Bner2 ga bikin mual. Mampir ke blogku jg yuk Bun 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak, selalu ada Tempra di lemari obat

      Delete
  4. Temora banyak jenisnya ya... Kalo aku pake tempra yang usia 0-6 bulan.. Kebetulan pas demam kemarn anakku baru 4 bulan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada pipetnya yaaa, sampai sekarang aku simpen pipetnya loh

      Delete
  5. Saya pernah diingatkan sama dokter, kalau anak sakit biasanya yang wajib diberi ketenangan adalah Sang ibu terlebih dahulu. Kalau ibu tenang anak pun tenang. selain memang kita harus sedia obat yang bisa meredakan demam pada anak :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...