Skip to main content

Bermain Lego dapat Mengasah Kecerdasan Majemuk

Hai hallo apa kabar semua?

Alhamdulillah siang hari ini, udara cukup panas terik, biasanya sore hari akan turun hujan. Hari ini ummi ndak masak apapun, cuma masak nasi. Ummi memesan ayam serundeng dan soto ayam ke ibu teman Faiz. Untuk ummi dan abi, ummi membeli sayur dan lauk di ibu penjual lauk dan sayur matang. 

Beberapa hari ini, kakak Faiz sedang asyik bermain dengan legonya. Hasil lego yang selesai dibentuk menyerupai karakter pesawat atau yang kakak Faiz biasa namakan adalah dragon warior, ndak boleh dibongkar lagi. Jadi, ummi akan berhati-hati, saat memindahkan dragon warior dari lego ke tempat yang lebih aman. Jadi, sewaktu ummi sedang beberes rumah, lego tersebut tidak tersenggol dan kakak Faiz ndak kesel.

Lego yang dimiliki kakak Faiz ada 2 macam. Lego yang benar-benar lego bentuknya kecil-kecil, rumit sekali untuk membentuknya dan terakhir lego yang sejak jaman ummi kecil, dinamakan bongkar pasang. Ummi memilih mainan lego ini, pada saat kakak Faiz berusia 3 tahun. Pada waktu itu, ummi ingin membelikan mainan yang edukatif dan mengaktifkan anggota badan dan pikirannya. Legotersebut, ummi beli di Pasar Asemka di Jakarta Barat. Tahun ini, ummi kembali membelikan lego lagi, karena yang lama sudah banyak yang rusak dan hilang.

↪Ramainya Pasar Asemka


Dengan bermain lego, kakak Faiz dapat membentuk bermacam-macam bentuk sesuai dengan imajinasinya. Bentuk-bentuk yang dibuat kakak Faiz tidak jauh dari apa yang dilihatnya setiap hari. Beberapa hari yang lalu, ummi membuka kembali folder di laptop yang berisi album-album foto jaman dulu. Beberapa ada hasil karya kakak Faiz membentuk lego dan ummi memperlihatkan kepada Fira dan kakak Faiz. Heeey itu Monas, itu pesawat, itu tembakan dan lain sebagainya.

Bermain lego itu selain menyalurkan imajinasi kakak Faiz dalam sebuah bentuk, ternyata juga melatih banyak hal loh. Salah satu manfaat membentuk lego adalah mengasah beberapa kecerdasan majemuknya. Bagaimana kerjasama dari tangan, mata, dan otak sehingga membentuk lego menjadi bentuk yang dipikirkannya.

↪Manfaat Bermain untuk Mengasah Kecerdasan Majemuk


Terakhir ummi mengikuti seminar parentin yang nara sumbernya adalah Bunda Romi, ada 9 kecerdasan Majemuk jaman now. Mau disebutin nih satu-satu?
  1. Kecerdasan Linguistik
  2. Kecerdasan Logika Matematika
  3. Kecerdasan Visual Spasial
  4. Kecerdasan Kinestetik
  5. Kecerdasan Musikal
  6. Kecerdasan Interpersonal
  7. Kecerdasan Intrapersonal
  8. Kecerdasan Naturalis
  9. Kecerdasan Moral
Kecerdasan majemuk apa saja yang akan diasah dengan bermain lego?

1| Kecerdasan Visual Spasial


Sebelum bermain lego, kakak Faiz tentunya sudah memiliki ide akan membuat apa dari legi tersebut. Bagaimana cara menyusun dan membentuk lego-lego tersebut, sehingga menjadi apa yang dipikirkan.

Ummi memisahkan lego-lego kakak Faiz ke dalam satu kantong plastik yang kuat. Kakak Faiz akan menyerakkan semuanya di atas lantai. Pertama-tama, kakak Faiz akan memisahkan ke dalam kelompok bentuk. Lego-lego tersebut ada beberapa warna, kadang dibutuhkan juga untuk mengelompokan ke dalam kelompok warna.

Tugu Monas dari lego (3 tahun)


Lego hasil karya kakak Faiz (4 tahun)


Aktifitas mengelompokan warna, bentuk dan ukuran merupakan salah satu kegiatan yang dihasilkan dari visual dan spasial. Mata kakak Faiz akan melihat mana saja lego yang memiliki warna, bentuk dan ukuran yang sama. Di mana (spasial) yang cocok untuk menempatkan lego yang sudah dipilihnya.


Di atas adalah video Fira saat memisahkan warna untuk lego-legonya.

Pada usia 2 tahun, seorang anak seharusnya sudah memiliki kemampuan untuk memisahkan lego dalam kelompok warna dan bentuk. Fira sudah pernah memisahkan lego-lego tersebut ke dalam kelompok warna yang sama. Pada saat itu, ummi tidak mencontohkan, hanya memberikan wadah yang diminta Fira. Ternyata Fira mencontoh dari video yang ditontonnya. 

2| Kecerdasan Logika Matematika

A post shared by Astin Astanti (@astin_astanti) on


Tahap aktifitas selanjutnya adalah membentuk lego yang telah dipisah sesuai dengan kelompoknya. Aktifitas ini mengandalkan logika matematika, bagaimana sebuah benda yang dipikirkannya dapat terbentuk hampir menyerupai benda tersebut.

Beberapa kali ummi memperhatikan kakak Faiz pada saat membentuk lego, jarang sekali menemui kendala. Pernah beberapa kali, mengeluh susah sekali membuat ini, gimana sih bentuk ini dan bentuk itu. Tapi, tidak membutuhkan waktu lama, kakak Faiz sudah memiliki karya dari legonya.

Apabila diulang lagi, bentuk tersebut masih sama dalam hitungan yang sama juga. Jadi, saat membentuk lego dibutuhkan kesabaran, dibutuhkan logika bagaimana bentuk yang dipikirkan bisa terbetuk dari lego-lego tersebut.

Hitungan matematika secara tidak langsung terasah juga saat membentuk lego menjadi sebuah benda. Bagaimana bentukan lego tersebut komposisinya sama dan seimbang, kan perlu perhitungan? iya kan?. Ummi saja diminta membentuk lego menjadi sebuah benda, bingung dech. Paling yang dapat ummi bentuk adalah dinding rumah dan lantainya, serta sebuah atap di atasnya. Selain itu, ummi kurang kreatif.

3| Kecerdasan Kinestetik


Gerakan-gerakan tangan kakak Faiz saat mengambil lego, membentuk dan merangkainya dengan baik dapat mengasah kecerdasan kinestetik. Aktifitas yang menekankan anggota tubuh untuk dapat melakukan sesuatu dan mengekspresikan diri merupakan kecerdasan kinestetik.

Tidak banyak loh anak-anak yang dapat dengan tenang membentuk lego menjadi sebuah bentuk yang diinginkan. Kadang ada gerakan tangan yang belibet, jangankan membentuk lego, untuk menekan supaya lego tersebut dapat tertata dengan baik, masih ada beberapa yang kurang lancar. Contohnya ummi, Nak. 

Dengan bermain lego, membentuk menjadi benda-benda yang ada di pikiran kakak Faiz, dapat mengasah kecerdasan kinestetik kakak Faiz. Bagaimanapun juga membentuk lego membutuhkan perjuangan besar. Itulah sebabnya, kakak Faiz selalu meminta untuk tidak menyentuh lego yang sudah dibentuknya. Sampai-sampai, kakak Faiz menyimpan lego yang sudah dibentuk tersebut, di bawah sepeda yang jarang dipakai. 

Sampai hari ini, kakak Faiz masih memainkan legonya dan membentuk menjadi bentuk yang ummi lihat sangat bagus. Sayangnya, kalau sudah bermain lego, adiknya tidak boleh ikutan. Kalaupun ikutan, hanya diberi lego satu bentuk dan satu warna. Kakak Faiz juga masih agak mudah disuruh oleh teman-temannya. Lego yang dibentuk menjadi tembakan atau istana misalnya, dimainkan dengan cara dibom-boman, dirusak gitu. Dan kalau sudah begitu, terkadang ummi menjadi dilema. Antara tidak boleh bermain seperti itu, atau kakak Faiz jarang bermain bersama teman-temannya. Uhuy, bingung iy.

#ODOPOKT16

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…