Skip to main content

Bayi dan Balita Main Air di Pantai

Haaai hallo apa kabar anak-anak ummi? apa kabar teman-teman Faiz dan Fira? sehat semua ya.

Barusan Fira nonton Upin Ipin. Entah di scene mana, atau di iklan apa, tiba-tiba terdengar teriakan Fira dari kamar, kepingin ke pantai. Lah, ada -ada saja nich anak, kemarin minta ke Zoo setelah melihat foto-foto kakak yang pergi ke Taman Margasatwa Ragunan, dan Alhamdulillah terlaksana juga membawa Fira melihat elephant. Ummi akhirnya membuka-buka album foto di folder laptop saat liburan ke Pantai Teluk Penyu Cilacap.

Ummi tunjukan ke Fira dong, jalan-jalan tahun 2014 ada foto ummi yang sedang hamil Fira main air di pantai. Firanya senang bukan main dan bilang, Fira ada di perut ummi? yeeeey asyik, ummi main air ya?. Hehehee.



Folder tahun 2015, di album jalan-jalan, ummi juga tunjukan ke Fira, tuh siapa yang digendong? siapa yang mukanya takut-takut melihat ombak?Siapa itu? Fira, kan? berarti Fira sudah pernah ke pantai dong?. Itu Fira? kenapa mukanya ada merah-merahnya? wkwkwkk, yang dibahas bentol gigitan nyamuk. 



Ummi membuka lagi, folder tahun 2016. Coba itu siapa yang digandeng abi main di pantai? Fira, bukan?. Qiqiqii, Di tahun 2016 ini, usia Fira sudah 2 tahun, sudah turun ke pantai, enggak digendong lagi sama ummi. Ummi tugasnya mengambil gambar-gambar kalian bermain air di pantai. Fira sudah enggak takut gelombang pantai lagi, sudah mau melihat ke arah tengah pantai. Sudah main-main dengan air pantai. Asyik ya?



Selain itu ummi juga menemukan folder jalan-jalan ke Ancol, sayangnya pantainya sangat kotor, jadi gak fotoable dech. Ternyata, hampir setiap tahun Fira ke pantai ya? daaan tahun 2017 ini, Fira belum merasakan angin pantai. Wajar saja ya, Fira minta jalan-jalan ke pantai.

Okay, itu adalah manfaat menyimpan foto-foto perjalanan setiap tahun dalam folder-folder yang mudah ditemukan. Sekarang ummi ingin menceritakan sewaktu pertama membawa Faiz dan Fira di usia balita untuk main air di pantai.


Faiz dan Fira sudah ummi kenalkan semilirnya angin pantai, teriknya udara pantai dan gelinya pasir pantai semenjak usia 1 tahun. Meskipun tidak tinggal di Cilacap (lagi), setiap mudik ke Cilacap, ummi selalu sempatkan membawa Faiz dan Fira mengunjungi Pantai Teluk Penyu. Yah, walopun hanya di bibir pantai, angin pantainya sudah dapat kan?

Pro dan kontra membawa bayi dan balita main air di pantai, banyak. Ada yang pro, dengan alasan supaya bayi dan balita saat besar nanti tidak trauma atau tidak pusing melihat gelombang pantai. Kontra? takut bayi dan balitanya masuk angin, kalau terlalu dini di bawa bermain air di pantai. Semuanya memiliki pilihan dan pemikiran masing-masing.


Alhamdulillah, akung utinya Faiz dan Fira tidak melarang membawa mereka ke pantai. Hanya ada banyak sekali hal-hal yang memang harus diperhatikan. Semuanya tentu untuk kenyamanan anak dan orangtuanya. Apalagi kalau bukan unsur kesehatan dan keselamatan.

Ya kalai, ummi ijinin Faiz dan Fira masih bayi, bermain air di tengah pantai. Yaaay, ummi masih waras dan ummi masih mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan anak dong. Membawa bayi  main air di pantai, yaaa paling dibawa saja sembari digendong dan disapukan air pantai ke muka dan badannya saja. Nah, kalau sudah agak besaran, usia 2 tahunan gitu, baru dech diajak bermain air di gelombang yang kecil, sudah berani. Tentunya, dengan pengasawan ketat dari orang tua. Orang tua tidak boleh lengah dan harus memegang kencang tangan si anak.

Selain memperhatikan kesehatan dan keselamatan balita saat bermain air di pantai. Ada beberapa hal yang musti diperhatikan;
  1. Perlengkapan baju ganti, diapers, minyak angin, kaos kaki, handuk, plastik untuk baju basah, selimut dan lain-lain.
  2. Minuman dan makanan si bayi dan balita. Penting banget nich, karena minuman yang tersedia di pantai, belum tentu cocok untuk bayi dan balita. Apalagi setelah kepanasan di pantai, lalu minum air es, duh jangan sampai ya.
  3. Membawa obat-obatan dasar juga perlu loh.
  4. Mencari informasi terlebih dahulu mengenai kondisi pantai. Apakah air sedang pasang? air pantai membawa hewan berbahaya dari dasar pantai? atau kondisi lainnya lagi.
Anak-anak memang pada dasarnya itu suka bermain air. Jangankan di pantai yang airnya melimpah ruah. Diminta mandi di rumah, awalnya enggak mau. Tapi, saat permintaan orang tua diganti dengan, yuk main air, eh si anak malah semangat sekali ngajak cepat-cepat ke kamar mandi.

Jadi, tidak ada salahnya kan membawa bayi dan balita  main air di pantai? Selain mengenalkan beragam jenis tempat, bayi dan balita yang terbiasa ke pantai, kabarnya akan memiliki pernafasan yang baik. Teori dari mana ummi? dari para orangtua jaman dulu, ummi kecil kan tinggal enggak jauh dari pantai, yaaah 15 menit sampai. Jadi, kalau belum ke pantai setiap minggu, rasanya ada yang aneh. Mungkin ada yang bisa menjelaskan, mengapa sampai ada teori seperti itu?


Comments

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

Serunya Faiz Ngedate Bareng Legendaddy at Happy Beach

Happy Date with Legendaddy at Happy Beach, sebuah acara yang digelar oleh LACTOGEN 3 ActivGro dengan tema happy beach-taman bermain bertemakan pantai terluas di pusat perbelanjaan yang tercatat dalam Rekor MURI. Acara yang diselenggarakan di Tribeca Central Park Mall, Jakarta Barat, pada tanggal 6-7 Juni 2015. Acara ini dimeriahkan dengan rangkaian aktivitas bermain dan belajar bagi pasangan ayah dan anak seperti happy sand, happy creation, happy stacking, happy zoo, happy story dan masih banyak lagi. Puncak acara berlangsung pada hari Minggu, 7 Juni 2015 dengan menghadirkan Rini Hildayani, M.Si dan Choky Sitohang sebagai pembicara dalam diskusi bertemakan "Peran Ayah dalam Mengotimalkan Keceriaan Anak"
Serunya Persiapan Sebelum Keberangkatan
Mi memilih hari Minggu, tanggal 7 Juni 2015 untuk hadir pada Happy Date with Legendaddy at Happy beach. Seru sekali persiapannya, karena mi harus menyiapkan baju untuk ganti untuk Faiz dan Abi, menyiapkan makanan untuk baby Fira. Mi tida…