Thursday, 12 October 2017

Permainan Anak Jaman Now, Menepuk Stik Es Krim

Hai hallo apa kabar semua?

Permainan anak jaman now, buanyak saja macemnya. Semua bisa dijadikan permainan anak, apalagi oleh ibu yang kreatifnya tanpa batas. Membuat DIY (do it yourself) atau mempergunakan bahan-bahan bekas untuk mainan anaknya.

Ada banyak tujuan membuat permainan anak sendiri, salah satunya menyalurkan bakat DIY dan meneruskan hobby semasa muda. Ummi salah satu orang tua yang kurang kreatif. Kalaupun mengerjakan DIY, terkadang butuh contoh, butuh pengetahuan yang diambil dari banyak sumber, salah satunya internet. Terima kasih teknologi, bayangkan kalau internet gak ada, mati gaya dech.


Permainan Anak : Menepuk Stik Es Krim


Permainan anak jaman now, yang sedang ramai dimainkan oleh teman-teman seusia Faiz di kompleks adalah menepuk stik es krim. Sebetulnya permainan anak menepuk stik es krim sudah lama sekali dimainkan. Kurang lebih sekitar 3 bulanan. Tapi, baru kemarin ummi menawari Faiz membeli stik es krim dan anaknya mengangguk.



Permainan anak menepuk stik es krim hanya membutuhkan stik es krim yang tipis, ringan dan dibentuk sesuka anak-anak. Bentuknya ada yang menyerupai pedang, ada yang menyerupai perahu. Selain bentuknya, ada yang unik dari stik es krim yang digunakan, yaitu ada tulisan berwarna. Ada-ada saja, tulisannya, raja kodok-lah, pemenanglah atau lainnya.

Permainan anak jaman now yang sebagian besar dimainkan oleh anak laki-laki dimainkan oleh 2 orang. Kedua anak tersebut duduk berhadapan, masing-masing membawa satu kantong plastik stik es krim. Masing-masing anak, memiliki jagoan stik es krim yang digunakan untuk mengadu (duh, istilah yang ummi dengar kok mengadu, yak?). Stik es krim jagoan ini, tidak bakal diberikan kepada lawan kecuali sudah tidak sanggup melambung saat ditepuk.

Cara Bermain Menepuk Stik Es Krim 


Cara memainkan permainan menempuk stik es krim, sebagai berikut;
  1. Dua anak yang duduk berhadapan, meletakan jagoan stik es krim pada batas awal.
  2. Untuk memulai permainan, dua anak tersebut harus suit terlebih dahulu. Suit ini untuk menentukan, siapa yang lebih dahulu menepuk tangan di lantai supaya stik es krim tersebut dapat loncat/ melambung.
  3. Anak yang mulai duluan, menepuk stik es krim ke arah sasaran, yaitu jagoan stik es krim lawan.
  4. Batas awal masing-masing anak, paling jauh berjarak 30 cm. Apabila dalam sekali tepuk, stik es krim mampu bertumpu pada stik es krim lawan, berarti anak tersebut menang.
  5. Lawannya harus memberikan stik es krim kepada yang menang. Ummi perhatikan, anak yang kalah, memberikan stik es krim yang paling jelek, heheheee.
  6. Selanjutnya, permainan akan dimulai dari awal. Kecuali, anak yang mulai duluan, stik es krimnya belum bertumpu pada stik lawan. Maka giliran lawannya yang menepuk stik es krimnya supaya meloncat dan bertumpu pada stik lawannya. Begitu seterusnya.


Stik es krim yang digunakan, bisa stik es krim dari es krim langsung, tapi tidak bisa langsung digunakan. Stik es krim harus di 'amplas' terlebih dulu karena ketebalan dan terlalu berat. Stik es krim tersebut apabila dipergunakan dalam permainan anak jaman now ini, tidak dapat meloncat saat ditepuk.

Ummi beli stik di toko alat tulis dekat rumah. Stik es krim yang dijual ada yang berwarna dan ada yang biasa. Dua ikat dihargai 6000 rupiah, ummi membeli 4 ikat sekaligus. Sayangnya ummi tidak menghitung 1 ikat ada berapa stik es krim, kisarannya sekitar 50 buah stik es krim.

Ternyata stik es krim yang baru ummi beli, masih kurang ringan dan masih terlalu susah meloncat saat tangan Faiz menepuk lantai. Faiz meminjam amplas temannya dan ummi menyarankan, supaya Faiz tidak perlu bermain dengan istilah mengadu. Mainlah bohong-bohongan, tidak perlu memberi stik kepada temannya yang menang, karena stik es krimnya masih terlalu berat. 

Setelah memiliki stik es krim, Faiz sibuk memotong stik es krim sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Teras depan kotor dengan irisan tajam stik es krim, duh anak lanang mainannya bikin kotor rumah nih. Tak apalah, supaya Faiz mengikuti permainan anak jaman now, yang sedang happening.


Sore harinya, Faiz masih iseng membeli stik es krim di abang penjual mainan. Satu ikat yang sudah dibentuk dan ditulis macam-macam kata-kata, dijual seharga 2000 rupiah dengan jumlah yang sedikit. Tugas ummi untuk memeriksa setiap kata-kata yang dituliskan di atas stik es krim tersebut. Ummi parno? iyalah, kadang, mereka (para penjual stik es krim mainan, asal menuliskan dan mengindahkan bahwa sasaran penjualannya adalah anak di bawah usia 11 tahun).

#ODOPOKT11

"Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post Blogger Muslimah Indonesia"

6 comments:

  1. Kreatif ini Umminya. Aku belum pernah betul-betul DIY. Kalo senggang ya menemani anak bermain, membacakan dongeng atau mewarna.

    ReplyDelete
  2. Wah, perlu dicoba nih sama anak-anak. Seru kayaknya ya... Hehehe

    ReplyDelete
  3. Ternyata sama ya permainannya ya mba, anakku juga mainnya itu

    ReplyDelete
  4. Wah aku baru tau permainannya. Terimakasih inspirasinya :)

    ReplyDelete
  5. sama nih, zaidan jg stik nya suka dikreasikan sesuai keinginannya

    ReplyDelete
  6. Eh aku msh bingung cara maininnya mba.. Di tepuk?? Blm kebayang hahaha.. Kdg permainan gini aku hrs melihat gs jd ngerti cara mainnya :D. Tp bgslah yaa mereka lbh suka mainin yg bgini drpd gadget

    ReplyDelete

Haaai, Terima Kasih ya sudah mengunjungi Buku Harian Anak-Anak


Yuk jejakkan komentar, supaya saya juga dapat berkunjung balik. Terima kasih ^-^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...