Skip to main content

Perkembangan Berbicara Fira di Usia 19 Bulan

Hallo anak-anak ummi? Hallo Fira? Fira sedang suka bermain bongkar pasang a ka lego yang besar-besar itu loh. Fira sudah mulai paham bagaimana cara memasangnya, meskipun ya, kadang-kadang masih tidak menempatkan pada posisi yang benar. So far, Fira sudah paham, mainan bongkar pasang itu, adalah disusun dan dibentuk menyerupai benda yang diinginkannya.

Fira juga mampu menjawab, nich kalau ummi tanya. Fira bikin apa sich? asyik bener dengan bongkar pasangnya? "Bikin umah". Saat posisi bongkar pasang tidak pada tempatnya, Fira akan mengeluh dan keluar kata "yeaaah huu huuu". Tapi masih mencoba untuk menyusunnya menjadi benda yang diinginkan dalam pikirannya.




Mulut Fira enggak bisa diem, sudah mirip kali lah sama bu guru *ini karena Fira nyontoh ummi ya? saat ngajari kakak Faiz? good job gadis kecilku.
Sebelum berada di depan papan tulis, Fira ngerajuk mulu minta tulis tulis ke ummi. Berhubung ummi sedang sibuk di dapur, ya udah...lama kali ummi ambil tulis sesuai dengan yang dia mau. Ternyata yang Fira mau adalah spidol yang biasa ummi pakai untuk mengajari kakak Faiz.
Perkembangan berbicara Fira di usianya sekarang, 19 bulan tergolong normal. 
  1. Fira mampu menceritakan apa yang dirasa; peyut akit mi', gatel amuk gigit, dll
  2. Fira mampu menceritakan apa yang didengarnya ; dede angis mi, abi pegi keja, dll
  3. Fira mampu meminta sesuatu ; mi cucu, pinjeem, hooo usak, obek, tulis, dll
  4. Fira mampu bertanya ; cabe pedes? 
  5. Fira mampu membilang angka ; tu-uwa-ga-pat-ma-apan-cepuluh
Hal-hal dasar yang sering ditemui dalam sehari-hari, everyting is okay dan normal. Ada satu kata Fira nich, yang sering diucapkan saat ummi, abi sedang ngobrol ketika Fira sedang nonton seri animasi BoBoiBoy atau hal lainnya. Tapi ummi heran dech, Fira gak berani mengatakan satu kata ini, ke kakak Faiz. Kenapa tuh? kakak Faiz lebih galak ya dari Fira? Ummi dan abi juga suka ngeledek, kalau kata satu itu sudah keluar. Dua tiga kali, diledek, bukan cuma kata saja, tapi tangan langsung "pleeek" ke muka atau badan ummi atau abi. 

Satu kata yang diucapkan dengan jelas dan lantang meskipun salah menggunakan satu huruf. Dieeeeeeem. Duh dah, itu tandanya Fira sedang ngantuk, cape, ingin konsentrasi, ingin tenang dan tidak ingin mendengar keberisikan. Seringnya sich keluar kata tersebut kalau Fira sedang boboan di dekat ummi, trus ummi ngobrol sama Abi dan sewaktu Fira sedang asyik bermain, ummi nyanyi. Keluar tuh kata Dieeeeeem, matanya melotot dan kalau diledekin bisa tangan Fira mendarat di wajah atau badan ummi dan Abi.

So, untuk mengukur apakah perkembangan berbicara Fira normal atau tidak, ummi suka nich, buka-buka artikel mengenai tumbuh dan kembang anak. Meskipun tidak mengambil secara saklek namun ummi harus memberikan stimulasi yang lebih, jika ternyata ada yang mesti ditambahin. Tidak ada upaya yang khusus dan berat sich untuk menstimulasi perkembangan berbicara Fira. Apalagi tiap anak kan memiliki tipe menerima yang berbeda. Faiz dan Fira juga berbeda.

Baca Juga : Tidak Ada Kata Terlambat untuk #SiapCerdaskanBangsa

Hal yang ummi terus lakukan juga sederhana untuk menstimulasi perkembangan berbicara Fira :
  1. Terus mengajak ngobrol Fira. Ummi lakukan juga ke Faiz dulu, pada usia 2 tahun, Faiz sudah cerewet sekali. Beda dengan Fira, Fira kurang suka diajak ngobrol panjang lebar, apalagi ya itu, sewaktu Fira sedang mengantuk dan sedang asyik bermain.
  2. Terus menunjukan fungsi dari benda yang sedang dilihat, dipegang dan ingin diketahuinya. Di dalam kamar, ada kosa kata yang selalu ingin diulang terus. Fira menunjuk AC kemudian bilang AC, menunjuk kipas angin bilang kipas angin, menunjuk TV bilang tipi. Nah tinggal tugas ummi adalah menambahkan, AC itu fungsinya buat apa, atau ich ACnya dingin sekali ya, dll.
  3. Memberikan dan membebaskan apa yang ingin diraihnya. Misalnya Fira sedang membuka laci di dapur, tempat pisau dan aneka barang-barang tajam lainnya ada di dalamnya. Ummi pasti dah deketin Fira dan memastikan Fira memegang pisau pada bagian yang aman. Lalu, ceritakan pisau ini untuk memotong, tajam, berbahaya dan tidak boleh dimainkan. So far, Fira sudah paham dengan kata bahaya dan bisa mengulang. Saat ada pisau, Fira memang masih meraihnya tapi mengatakan "ahaya"
Perkembangan berbicara Fira diusianya sekarang, 19 bulan juga lumayan nyambung ketika diajak ngobrol dan ditanya. Fira mampu menjawab apa yang ditunjuk ummi, Fira juga mampu mengatakan perasaannya dan meraih kepala kakaknya untuk dipeluk saat kakaknya sedang emosi karena mainannya diancurin Fira.

Baca Juga : Perkembangan Balita Usia Satu Tahun ke Atas

Gitu dech, jadi meskipun belum selancar anak-anak pada usianya yang sudah cerewet, Fira juga sedang senang-senangnya berceloteh. Yuk, siapa yang susia Fira? main yuk sama Fira, Fira sedang senang bermain bongkar pasang, mainan kesukaan kakak Faiz juga. Nanti Fira ajak ngobrol dech, biar kita mainnya seru, yuk yuk ach.

Comments

  1. Wah ternyata selisih 1 bulan ya Fira sama Han. Tapi Han mah sama sekali malas ngomong, moga2 jangan kayak sepupu-sepupunya yang di usia 3 tahun saja belum bisa ngomong T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Han, yuk main bareng nanti kita ngobrolin bongkar pasang yak, hehe

      Delete
    2. Wah..unda-undi juga sama Han dan Aga. Tapi Aga baru bisa Mama Papa aja..hihi.. :)

      Delete
    3. Aga haaai salam kenal, main yuk sama Fira

      Delete
  2. wah, serunya ...anakku tiga tahun mba, hobi juga tulis2 , termasuk dinding

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheee, normal lah anak-anak corat coret dinding,

      Delete
  3. Seru ya mbak punya anak balita, apalagi bisa ngikutin tumbuh kembang nya...hmmm jadi pengen punya anak lagi hihihi....

    ReplyDelete
  4. Seru ya mbak punya anak balita, apalagi bisa ngikutin tumbuh kembang nya...hmmm jadi pengen punya anak lagi hihihi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. toss... aku juga... tapi lalu sadar usia... hehehe

      Delete
  5. Wah Fira makin pinter aja, tambah pinter ya.
    Jadi keingat anak-anak waktu kecil dulu hehe.

    ReplyDelete
  6. Wah, tambah ramai dong di rumah? :)

    ReplyDelete
  7. Kalau saya mah mbak punya sepupu masih kecil kalau umurnya saya tidak begitu tahu, hobinya banyak dan setiap pekerjaan yang dikerjakan oleh orang dewasa pasti ngikutin kadang bikin gemes sih tapi kasihan juga kalau harus mengikuti pekerjaan orang dewasa kan kasihan belum terlalu kuat tapi yang saya bingung hobinya itu belum jelas soalnya banyak aktivitas yang dia sukai. Ahi hi hi

    ReplyDelete
  8. usia segitu memang sedang mengalami tahap perkembangan yang luar biasa, lucu dan banyak yang tak terduga.

    makasih share nya mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…