Skip to main content

Menanyakan Cita-cita Faiz

Hallo Faiz, apa kabar kamu di usiamu yag hampir 7 tahun nanti Inza Allah. Beberapa kali ummi mendengar, Faiz sudah kepingin sekali sekolah ya. Ummi juga sudah kepingin sekali nich, nganterin Faiz ke sekolah, meskipun keinginannya Faiz berangkat sekolah sendiri, naik sepeda. Keinginan kuat Faiz ini karena sering melihat teman-teman sekolah atau sering ditanya orang, "Sudah sekolah, belum?" begitu? jangan berkecil hati ya, Nak. Ada waktunya Faiz berada di bangku sekolah dasar. Berada di sekolah pilihanmu, di mana lulusnya juga sangat memuaskan sewaktu tes ujian masuk SD.

Ummi dan Abi tidak begitu memaksa Faiz untuk belajar, belajar dan belajar, bukan karena tidak sanggup mengajak. Ummi dan Abi melihat Faiz, anaknya tidak bisa dipaksa. Sekali dipaksa, mutung kasarung datang lalu mengobrak abrik seluruh kondisi yang sudah nyaman. Jadi, ummi dan Abi hanya bercerita, waktu kecil ummi dan Abi selalu belajar setelah sholat maghrib. Sebelum berangkat sekolah, ummi dan Abi juga menyempatkan sarapan karena sarapan itu penting sebagai energi dan suplay otak.



Belajarnya Faiz itu belajar sembari berjalan dan bergerak. Anak kinestetik yang penuh dengan perasaan empati terhadap orang lain. Faiz termasuk dalam kategori anak kinestetik aktif yang diminta diam sebentar, belum tentu bertahan lima menit, jangan lima menit hitungan detikpun sudah bosan. Jadi, ketika sedang berada di mobil, sedang bepergian, ummi dan Abi mencoba mengenalkan berbagai macam hal yang dasar. Pun ketika Faiz sedang bermain, lihat-lihat kondisi sich, kalau sedang mood, ummi masuk untuk bercerita dan menunjukan pembelajaran berbagai hal.



Meskipun nilai akademis ummi dan Abi terbilang bagus, tidak ada paksaan juga, Faiz harus memiliki peringkat yang bagus juga di sekolah. Ummi dan Abi hanya menyampaikan, "Malu enggak ya, kalau nilainya jelek di sekolah? malu enggak ya teman lainnya bisa, Faiz enggak bisa?" Setelah ngobrol seperti ini, biasanya Faiz lalu mengambil buku bacaan sendiri dan berubah menjadi anak yang pantas dijadikan role model.

Sama halnya ketika menanyakan cita-cita Faiz, ummi dan Abi bertanya dan Faiz menjawab. Tetap saja ummi dan Abi menceritakan beragam profesi yang menarik untuk dijadikan cita-cita Faiz. Menceritakan hal-hal dasar mengenai profesi tersebut, bekerjanya seperti apa, dapat uangnya sebanyak apa, tantangannya apa saja, lalu menunjukan profesi yang diceritakan tersebut kepada Faiz.

Sewaktu usia Faiz di bawah 6 tahun, ketika ditanya cita-citanya, jawabannya selalu berubah. Ada Masinis, ada Arsitek, ada Pilot, ada Polisi, ada Astronom dan ada supir truk (dibaca = orang yang punya trek). Beberapa bulan ini, ketika ummi dan Abi atau orang lain menanyakan cita-cita Faiz, jawabannya tidak berubah. Polisi.

Cita-cita Faiz menjadi Polisi tidak lepas dari cerita Polisi saat ini yang semakin bagus citranya. Polisi membantu pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya agar tidak macet. Polisi menangkap penjahat, menangkap pencuri dan membawanya ke penjara. Bertemu Polisi? Faiz belum pernah dan tidak pernah takut, karena sejak kecil tidak pernah ditakut takuti profesi yang menakutkan. 

Memiliki cita-cita menjadi Polisi tentunya harus belajar dengan baik, patuh kepada orang tua dan taat dengan perintah-Nya. Tugas Faiz sekarang belajar, belajar dan belajar, menajdi Polisi bukan denan mudah didapat, harus banyak belajar tentang apapun. Ummi berharap saat Faiz sudah duduk di bangku sekolah dasar, Faiz akan paham dengan sendirinya, bahwa belajar itu adalah hal yang paling utama dilakukannya sekarang.

Comments

  1. Cita-cita nya bagus ingin menjadi polisi. mari kita dukung agar faiz dapat meraih cita-cita nya dan menjaadi polisi yang berwibawa dann bersikap adil pada sesama :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…