Monday 25 July 2016

Pengalaman Mudik Bersama Balita

Alhamdulillah, hari yang dinanti-nantikan tiba. Sebulan penuh berpuasa, ummi dan Abi. Faiz berpuasa satu hari yang full- terus belajar dan berusaha ya, Nak. Malam takbiran dilewatkan di Tangerang, di rumah yang setiap hari menjalani hari-hari.

Sholat Idul Fitri dijalankan bersama-sama dengan keluarga nenek di Jakarta dan berlebaran pertama di Utara Jakarta yang panas. Persiapan demi persiapan mudikpun telah 100 persen selesai. Faiz seneng sekali tuh, bolak balik memastikan, untuk mudik lebih pagi saja, biar sampai rumah uti, sore hari.

Rencana tinggal rencana, berangkat dari Jakarta pukul 10.00 pagi dengan kondisi udara cukup berawan cenderung panas. Masuk melalui tol Tanjung Priuk ke arah tol luar kota. Lancar dan tidak ada kendala berarti. Sampai tol Bekasi, kemacetan sudah terlihat sangat mengerikan.



Namanya membawa anak-anak, ummi dan abi sudah meniatkan, mudik kali ini dibawa santai. Tidak ingin memaksakan harus sampai hari itu juga, dengan melihat kasus kemacetan panjang di Brexit. Jadi, persiapannyapun sudah dibuat matang.

Persiapan mudik, bagasinya rapi, beda sama baliknya ntar.


Keperluan Mudik Asyik Bersama Anak-Anak


  1. Persiapan kondisi fisik. Beberapa hari sebelum mudik, abi sudah beristirahat, karena ummi dan abi tahu, Faiz dan Fira memiliki kelebihan energi yang berlebihan, meskipun sedang dalam perjalanan.
  2. Mengenakan pakaian yang nyaman dipakai selama perjalanan untuk anak-anak. Faiz request minta pakai celana main saja, enggak mau pakai jeans, okelah. Fira pakai apa kemarin, Nak? legging dan kaos tipis warna pink
  3. Persiapan Makanan yang disukai anak-anak sampai menyiapkan buah-buahan agar anak-anak yang susah makan, tetap mendapatkan nutrisi serat yang cukup. Faiz request membawa anggur, koko krunch, tanggo, kacang sukro. Fira semua buah disuka, tapi yang lebih disukai yaitu buah jeruk. Ummi menyiapkan kentang goreng, nugget, roti sobek, biskuit, cokelat, kacang dan makanan-makanan ringan lainya dalam tas besar.
  4. Persiapan air minum mineral. Dua tahun kebelakang, setiap melakukan perjalanan mudik, selalu sedia Aqua botol dua kardus. Jumlahnya banyak dan meskipun membuat penuh mobil, tapi lebih irit.
  5. Persiapan baju ganti pada tas yang mudah dijangkau. Namanya anak-anak, ada saja yang ketumpahan air minumlah, ada yang belepotan cokelatlah. Jadi, baju ganti Faiz dan Fira disiapkan juga lebih dari satu setel, jaket dan selimut.
  6. Persiapan obat-obatan, mulai dari minyak telon, minyak angin, obat pencernaan sampai jamu tolak angin dan tolak linu untuk abi yang menyetir sendiri dalam perjalanan mudik kali ini ;)O
  7. Membawa mainan kesukaan Faiz dan Fira. Faiz membawa Hot Wheels, boneka Dinosaurus dan Tablet. Fira juga membawa boneka dede dan tabletnya.






Sepanjang perjalanan yang mengalami kemacetan, ummi selalu berdoa, agar Faiz dan Fira diberikan kenyamanan dan ketenangan. Duh, kalau Faiz dan Fira rewel, pala kek panas gitu, jadi ummi dan abi gak nyaman.

Jadi, ummi dan abi selalu membuat Faiz dan Fira senang selama perjalanan. Sampai menemukan titik kemacetan yang sangat parah, setelah gagal keluar gerbang tol ketanggungan. Salam buat brexitpun akhirnya disampaikan oleh Faiz dan Fira. Duh, betapa enggak macet coba? ruas jalan Brexit sangat sempit, hanya muat dua mobil saja. Beberapa meter ke depan ada pertigaan, yang ke arah kanan adalah Tegal Kota.


Inilah gerbang tol Brexit yang kekinian di mudik 2016


Sempit tuh,

Hampir 4 jam berada di Kota Tegal dan mendadak mules kemacetan di Bumiayu memberikan nuansa tersendiri untuk anak-anak ini. Faiz tidak mau menginap di Tegal karena sudah ingin sampai di rumah uti. Fira, dibuat tidur terus ya sama ummi, heheee. Sepanjang perjalanan ummi jadi penyanyi dech buat Fira. Salah satu lagunya ya Azalia.


Masuk ke kota Cilacap tercinta pukul 03.00 pagi. Subhanalloh, anak-anak ummi semuanya pinter, tidak ada yang rewel dan merengek. Mudik asyik kali ini disponsori oleh anak-anak sholeh dan sholehah. Perjalanan 17 jam untuk anak-anak pasti merupakan perjalanan paling membosankan. Jangankan untuk anak-anak, untuk ummi dan abi saja, perjalanan mudik kemaren sangat luar biasa.

No comments:

Post a Comment

Haaai, Terima Kasih ya sudah mengunjungi Buku Harian Anak-Anak


Yuk jejakkan komentar, supaya saya juga dapat berkunjung balik. Terima kasih ^-^