Skip to main content

Tiga Kuliner Unik Khas Negeri Khayangan Dieng

Sudah pernah ke Dieng? Faiz bayi pernah melewati jalan untuk masuk ke Diang saja. Waktu itu belum berani naik ke Dieng, karena membawa bayi mungil bernama Faiz. Meskipun yaaah, jarak antara tempat tinggal di Semarang menuju ke Dieng kan lumayan dekat. Tapi apa mau dikata, saat ini malah punya teman banyak yang berasal dari Dieng.

Tertarik ke Dieng karena merupakan dataran tinggi dan merupakan kawasan wisata yang memiliki pesona menarik. Sejarah, alam hingga kulinernya dapat menghipnotis siapapun untuk selalu kembali ke Negeri Khayangan, tempat bersemanyamnya para dewa yang berada di dataran dengan ketinggian 2.093 mdpl.

Sewaktu melewati daerah Wonosobo, salah satu bagian dari Dieng, udara di sana sangat sejuk, dingin dan membuat betah sampai gak ingin pulang. Faiz hanya dapat mengingat lewat gambar saja, karena usianya masih hitungan bulan ketika singgah ke Wonosobo. Bagian dataran tinggi Dieng yang satunya adalah daerah Banjarnegara yang sama-sama masih berada di provinsi Jawa Tengah.



Hawa sejuk dan dingin yang ummi rasa waktu itu karena Dieng memiliki suhu yang cukup ekstrim di musim kemarau yaitu mencapai 0 derajat Celsius di pagi hari dan terjadinya fenomena alam berupa embun beku atau bun upas menurut bahasa lokal yang dapat merusak hasil pertanian. Sedangkan suhu rata-rata di siang hari berkisar antara 12 hingga 20 derajat Celsius dan berkisar 6 hingga 10 derajat Celsius di malam hari. 

Kebayang dinginnya seperti apa kan? suhu di kamar Faiz dan Fira pada malam hari 16 derajat Celsius itu sudah mencari selimut. 

Menurut ilmu Geologi, dataran tinggi Dieng merupakan sebuah kaldera raksasa dengan gunung-gunung di sekelilingnya yang setiap saat mampu mengeluarkan asap beracum dari kawah yang banyak terdapat di kawasan ini. Keindahan yang berpadu dengan ancaman yang dapat terjadi sewaktu-waktu, menjadikan Dieng memiliki aneka wisata alam yang menarik siapapun baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ini nich wisata alam yang dimiliki dataran tinggi Dieng. Mulai dari wisata Candi, wisata kawah, telaga, gua, sumber air panas, air terjun maupun objek wisata buatan untuk melindungi pariwisata di tempat ini seperti gardu pandang, museum dan Dieng Plateau Theater untuk menyaksikan banyak hal mengenai dataran tinggi Dieng.

Ummi ingin mengajak Faiz dan Fira ke sana lagi, mengunjungi jalanan yang pernah dilewati pada masa lalu. Meskipun mungkin jarak sudah sangat jauh, Jakarta ke Dieng rasanya bisa semalaman menggunakan kendaran pribadi yang sesekali pasti akan beristirahat dulu.

Dengan objek wisata yang banyak seperti itu, satu hari tidak bsia selesai. Harus menginap di salah satu hotel yang berada di kawasan Dieng, tepatnya di kota Wonosobo yang banyak terdapat hotel berbintang. Tidak hanya hotel saja, ada homestay atau penginapan di sekitar Dieng.

Soal harga pasti sangat bervariasi ya, namanya juga di tempat wisata. Dengan fasilitas yang lengkap, memberi rasa nyaman selama menginap pasti akan terbayar lah ya harganya. Ummi dan abi juga sering sekali melihat-lihat, berapa sich dana yang dibutuhkan jika harus menginap di hotel? di mana pesannya? ini nich link untuk melihat harga dan pesan hotel di sekitar dataran tinggi Dieng.

Menurut informasi dari teman ummi yang tinggal di lereng Dieng, belum ke Dieng kalau belum menikmati makanan khas Dieng yang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Wisatawan juga senang loh mencicipi makanan khas tersebut selama berada di dataran tinggi Dieng. 

1| Mie Ongklok


Seorang teman, memberi bocoran untuk mengunjungi Mie Ongklok Longkrang untuk mendapatkan semangkuk mie khas Wonosobo ini. Letaknya yang berada di Jl, Pasukan Ronggolawe No. 14 mudah ditemukan. Teman ummi memberikan ancer-ancer dari alun-alun Wonosobo ke arah Dieng kurang lebih hanya 1 km. 

Gambar dari TelusuriIndonesia.com


Warung mie ini sudah berjualan sejak tahun 1975 dan sudah dimiliki oleh generasi kedua. Ummi juga tanya nich, bukanya mulai pukul 10 pagi hingga 7 malam. Jadi harus cepat cepat nich kalau butuh makan malam, takut kehabisan.

Karena abi request mencoba memasak di rumah dulu, ummi searching nich, mie ongklok ini adalah mie yang dicampur dengan sayuran kol dan potongan daun kucai segar. Duh, kalau langsung on teh spot, kualitas daun kucai dari Dieng pasti segar sekali ya?

Sekarang cara membuatnya dengan merebus mie dan sayuran yang diletakkan di dalam gayung dan dicelup-celup ke dalam air panas selama beberapa menit. Ini yang dimaksud mie ongklok, ternyata karena sebutan dalam bahasa setempat. 

Untuk penyajikan mie ongklok. Mie yang telah dicelup ini bersama kuah yang berasal dari pati yang dicampur gula jawa, ebi serta bumbu-bumbu. Hm...terciumkan aroma ebinya? trus kata temen ummi nich, penyajian mie ongklok juga ada pendampingnya, sate sapi dan tempe kemul. Wooow, luar biasa kan? Faiz dan Fira pasti senang sekali, mereka doyan mie, lho.

Buat teman-teman yang saat ini berada di Wonosobo dan berencana mampir ke Mie Ongklok ini, disarankan untuk datang lebih pagi karena warung tersebut sangat ramai. Untuk mendapatkan semangkuk mie ongklok pengunjung harus antri.

2| Manisan Carica


Dataran tinggi Dieng dianugerahi alam yang indah dan subur untuk pertanian sayur dan buah-buahan. Itu sudah pasti ya, waktu itu ummi juga sempat berbelanja langsung kepada petani di pinggir jalannya. Membeli sayuran wortel, tomat dan alpukat. 

Teman ummi di kantor pernah membawa manisan buah yang berwarna kuning. Awalnya ummi tidak pernah membayangkan bahwa manisan tersebut adalah buah carica. Salah satu buah yang ada di Dieng atau dikenal dengan nama pepaya gunung yang berasal dari dataran tinggi Andes Amerika Selatan. Tanaman ini hanya tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 1.500 - 3.000 meter.

Menurut informasi yang ummi baca, bah carica memiliki kalsium yang bermanfaat untuk tulang baik untuk kekuatan tulang maupun untuk pertumbuhan tulang pada anak-anak. Carica dapat membantu sistem pencernaan karena minyak atsiri yang terkandung di dalamnya dan mengandung enzim papin yang baik untuk usus serta mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Foto dari manisancarica.com


Teman ummi yang tinggal di Dieng menceritakan bahwa di sana buah carica sangat berlimpah dan dijadikan manisan dalam berbagai ukuran kemasan yang disukai para wisatwan untuk dijadikan oleh-oleh khas Wonosobo.

3| Kacang Dieng


Salah satu oleh-oleh khas Dieng yang paling disukai oleh banyak orang adalah kacang Dieng. Kacang Dieng adalah jenis kacang yang berbentuk seperti buncis, tetapi bentuk polongnya lebih pendek dan lebih besar. Setiap polong berisi 2-3 biji kacang. 

Kacang Dieng bijinya berbentuk agak lonjong, gemuk dan salah satu ujungnya membesar. Jalan-jalan ke dataran tinggi Dieng, membawa oleh-oleh Kacang Dieng yang sudah menjadi kuliner khas dan sangat cocok untuk camilan sepanjang perjalanan berwisata di daerah yang sejuk ini.

Gambar dari wisatadieng.com


Pengolahan kacang Dieng ini dengan cara digoreng dan ditambahkan aneka bumbu baik original yaitu asin, atau balado atau rasa yang lainnya. Faiz dan Fira sama sama menyukai jenis camilan kacang-kacangan dan sudah pasti akan menambah nikmatnya berwisata di dataran tinggi Dieng.

Bagaimana dengan teman-teman? sudah pernah ke dataran tinggi Dieng? oleh-oleh apa yang dibawa pulang? semoga tahun depan Faiz dan Fira bisa menginap dan menikmati kuliner khas negeri khayangan Dieng ini ya.

Comments

  1. Unik juga ya namanya mie ongklok longkrang :D kalau boleh saya tahu untuk mendapatkan satu porsi mie ongklok ini berapa harganya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. harga mi ongklok pada tahun 2015 temenku ke sana, harga per porsi mie ongklok 5000 rupiah, Sate sapi 15.000 per 10 tusuk, tempenya 500 rupiah per buah. Lumayan murah kan?

      Delete
    2. Bukan lumayan lagi itu mh murah mba. cocok nih untuk cemilan di tanggal tua :) hhe

      Delete
  2. mbak kacang dieng itu ada dijual dimana aja? pengen nyoba juga

    ReplyDelete
  3. dari ketiganya cuma pernah coba yang caricanya.. nyuuumi

    ReplyDelete
  4. dari ketiganya cuma pernah coba yang caricanya.. nyuuumi

    ReplyDelete
  5. Carica..aduuuh..sukaaa banget. Seger.
    Saya belum pernah ke Dieng. Tapi suami pernah ke Gunung Prau. Saya baru sampai Wonosobo saja..itupun sudah kedinginaaan..

    ReplyDelete
  6. udah lama pgn ke dieng, tp kluarga yg lain blum terketuk hatinya :D
    bookmark dl deh infonya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

Serunya Faiz Ngedate Bareng Legendaddy at Happy Beach

Happy Date with Legendaddy at Happy Beach, sebuah acara yang digelar oleh LACTOGEN 3 ActivGro dengan tema happy beach-taman bermain bertemakan pantai terluas di pusat perbelanjaan yang tercatat dalam Rekor MURI. Acara yang diselenggarakan di Tribeca Central Park Mall, Jakarta Barat, pada tanggal 6-7 Juni 2015. Acara ini dimeriahkan dengan rangkaian aktivitas bermain dan belajar bagi pasangan ayah dan anak seperti happy sand, happy creation, happy stacking, happy zoo, happy story dan masih banyak lagi. Puncak acara berlangsung pada hari Minggu, 7 Juni 2015 dengan menghadirkan Rini Hildayani, M.Si dan Choky Sitohang sebagai pembicara dalam diskusi bertemakan "Peran Ayah dalam Mengotimalkan Keceriaan Anak"
Serunya Persiapan Sebelum Keberangkatan
Mi memilih hari Minggu, tanggal 7 Juni 2015 untuk hadir pada Happy Date with Legendaddy at Happy beach. Seru sekali persiapannya, karena mi harus menyiapkan baju untuk ganti untuk Faiz dan Abi, menyiapkan makanan untuk baby Fira. Mi tida…