Skip to main content

Karpet Bahan Cotton Tarn dari Uti

Apa kabar anak-anak ummi? apa kabar semuanya? sudah pada mandi semua? Bundanya? ibunya? emaknya? umminya? mommynya? mamamnya? hehee...hari minggu pagi ini cerah sekali...di mushola samping rumah, baru diselenggarakan mabit mempertingati tahun baru Islam, jadi mi bisa bangun pagi. #Alhamdulillah jadi bisa beres-beres pekerjaan rumah dan menggelar karpet yang sudah lama, nangkring saling bertumpuk.


Penggunaan Karpet di Rumah


Sebenarnya mi suka enggak suka menggunakan karpet. Bagi mi menggunakan karpet itu pas sedang diperlukan saja, contohnya ketika Faiz atau Fira sedang bermain dan lantainya dingin sekali. Atau jika ada tamu yang memang di rumah mi, lesehan...jadi karpet digunakan. Alasannya? mi suka sekali melihat hamparan lantai yang bersih, setelah di pel, apalagi menggunakan sabun lantai kesukaan mi.

Jadi penggunaan karpet itu, pada saat diperlukan saja, jika sudah tidak terpakai ya digulung lagi, disimpan dan menumpuklah karpet-karpet itu. Ada yang modelnya seperti permadani, bawahnya menggunakan bahan keras. Karena sering dilipat jadinya bagian bawah karpet tersebut pecah-pecah. Masih bagus sich, bagian atasnya...karpet ini merupakan hadiah pernikahan dari teman abi.

Karpet Cantik dari Uti


Lebaran tahun 2015 ini, Alhamdulillah mi, abi dan anak-anak bisa mudik ke Cilacap. Nah, sewaktu sedang mengobrol santai, Uti ingat kalau sudah membuat karpet untuk Fira. Kata Uti, karpet ini dibuat untuk cucu perempuan Uti, satu-satunya saat ini. Karpet yang bisa dipergunakan saat Fira sedang bermain atau untuk bobo cantik juga bisa. Waaah, seperti apa karpet yang dibuat dari tangan Uti sendiri?



Waaaaw, mi kaget ketika melihat karpet cantik buatan Uti. Karpet yang berbentuk segi empat yang tidak begitu besar dan lumayan tebal. Karpet dengan bahan cotton tarn, bahan apa itu? mi tanya Uti juga enggak ngerti. Dilihat dari teksturnya, bahan cotton tarn tersebut seperti bahan kaos. Ketika diraba, haluuus dan adeeem sekali, emang ya bahan cotton kan adem dan halus. Karpet untuk Fira berwarna cream, purple, green, dark blue and light blue and brown.

Mi ingin melihat bahan asli sebelum dibuat menjadi karpet cantik ini. Kemudian, Uti mengeluarkan plastik besar yang berisi gulungan bahan cotton tarn. Tadi mi menelepon Uti, untuk bertanya, karpet untuk Fira itu dari bahan apa?. Lalu Uti memberikan nama tokonya di Facebook. Ya ampuuun, bikin kepingin beli yang berwarna-warni itu. Apalagi di Facebooknya, bahan tersebut bisa dibuat bermacam-macam kerajinan tangan. Duh, sekarang sedang menunggu Uti mengirim foto bahan cotton tarn yang masih sisa.


Terima kasih Karpetnya Uti


Uti, terima kasih ya untuk karpet cantiknya. Kemarin waktu ada teman mi datang ke rumah, senang sekali melihat karpet cantik ini. Katanya, bisa pesan enggak? lalu memberikan saran kepada mi untuk belajar lalu mi promosikan di komplek ini. Katanya, peluangnya besar, lho. Heheee, merajut saja mi masih belum lancar...tapi ini lebih mudah dari merajut ya, Ti?

Oiya, ini ada salah satu contoh tas yang dibuat ileh Uti dari bahan cotton tarn. Warna biru menye-menye...hehee, biru yang malu-malu untuk menjadi biru. Sayangnya tasnya masih ada di Cilacap, kalau ada di sini, mi bantuin jual dech. hehee. 



Teman yang mau melihat Facebook Uti, silahkan tanya saya ya, abis itu bisa pesan sendiri.


Comments

  1. wah uti pinter bikin kerajinan, punya fb pula

    ReplyDelete
  2. Widihhh, jadi pengen bikin, uti pinter juga tuh, mbak

    ReplyDelete
  3. Bagusssss... mau dong dikasitau tempat buat bli benang nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang bisa bikinnya mba... itu sulit loh :D

      Delete
  4. Astin, lucu banget itu karpetnya. Pasti Fira senang dan aman yah main di lantai berlas karpet itu.

    ReplyDelete
  5. perlu tangan kreatif untuk membuat karpetnya.. bagus juga untuk buka peluang usaha tuh mba...berarti ada 2 karpet hadiah dari uti dan teman kerja abi ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah punya karpet dapat dari hadiah y

      Delete
  6. uti nya kreatif, bisa bikin karpet cantik sampe tas. enaknya bisa duduk-duduk atau baring-baring santai di atas karpet bahan cotton tarn sembari nonton film atau tv. Hihihi XD

    ReplyDelete
  7. wah benangnya tebel ya mbak? jualnya di facebook? namanya apa mbak? siapa tau pengen bikin karpet juga :)

    ReplyDelete
  8. Karpetnyaaa baguuuus ya astin.. Pas buat main anak-anak niih..

    ReplyDelete
  9. Sabar juga UTI-nya ya mbak, merajut selebar itu

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…