Wednesday, 28 October 2015

Cara Menangani Balita Terserang Demam

Cara menangani balita deman, pasti macam-macam ya caranya. Tergantung orangtua dan pengasuh serta kebiasaan yang dilakukan. Cara menangani balita demam bisa langsung dibawa ke dokter atau hanya diobservasi di rumah saja. Semua itu tergantung demam si balita itu sendiri, kan ya.


Add caption


Air Hujan dan Balita Demam


Mi memiliki anak balita, usianya masih kurang dari dua tahun. Liburan tahun baru Islam kemarin diajak #jalanyuknak ke Bogor. Ceritanya wisata kuliner begitu. Nah, selesai makan, hujan mengguyur Bogor. Tidak ingin menunggu lama, saya dan keluarga cepat-cepat pulang. Pastinya harus berhujan-hujanan, walaupun mengunakan payung.

Begitu pula dengan balita mi, mungkin ada air hujan yang menetes ke kepala atau badannya. Segera setelah masuk ke dalam mobil, mi mengganti pakaiannya dan mengeringkan kepalanya. Berharap tidak ada air hujan yang tertinggal dan balita mi bisa bobo nyenyak.

Dua hari kemudian, balita mi demam. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukan  akan demam. Tahu-tahu langsung demam saja. Matanya tidak kelihatan layu dan masih berjalan mondar mandir ke luar kamar. Masih juga bermain bersama kakaknya.

Cara Menangani Balita Demam ~ Ukur dengan Termometer


Hm...mi bukan orang yang dengan sabar bak bidadari dalam menangani orang sakit, apalagi ini balita. Mi menelepon suami, dong. Suami segera menyuruh untuk mengukur suhunya menggunakan termometer. Hm..mi pikir menggunakan telapak tangan, kan bisa ya? kalau telapak tangan kepanasan berarti panasnya sudah tinggi.

Alhamdulillah di rumah menyediakan termometer digital. Termometer ini sangat penting, untuk mengukur suhu tubuh balita yang demam. Tidak asal ukur menggunakan telapak tangan seperti cara kuno mi #haaaah?  orang kuno?. Intinya, selalu sediakan ya bu, alat untuk mengukur suhu tubuh, yaitu termometer. Mau punya balita atau enggak, sedia payung sebelum hujan.

Suhu tubuh balita mi ditunjukkan oleh angka di termometer, 38,4. Panas dan harus segera diberikan obat penurun panas. Beberapa bulan yang lalu, balita mi juga pernah demam tinggi. Suami langsung memberikan obat penurun panas.

Cara Menangani Balita Demam ~ Obat Penurun Panas


Mi mengambil obat penurun panas yang telah disediakan. Yup, mi menyediakan satu di rumah dan satu ketika sedang #jalanyuknak di tas. Suami yang membelikan, mereknya Tempra. Obat penurun panas yang memiliki rasa buah dan komposisi utamanya adalah parasetamol. Tempra tersedia dengan drop, untuk memudahkan memberikannya kepada balita.

Balita mi termasuk yang masih susah ketika diberikan obat. Obat apapun. Oleh karena itu, sewaktu balita mi demam dan suami belum pulang dari bekerja. Agak was-was namun harus diberikan. Alhamdulillah balita mi menggelengkan kepalanya ketika obat penurun panasnya masuk ke dalam mulutnya.

Sukses dan setelah beberapa waktu, dia bisa tidur nyenyak dan mi pun dapat beraktivitas. Ngeeeeeeek, nangis lagi dech dari kamar. Mi memegang dahi dan lengannya, balita mi demam lagi. Memang begini ya, kalau balita demam itu enggak langsung turun panasnya, meskipun diberikan obat penurun panas. Setelah diberi obat penurun panas lagi, ya bisa bobo nyenyak lagi. Tapi kan kasihan...

Cara Menangani Balita Demam ~ Perbanyak Cairan


Semua bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh akan mampir ke ginjal juga. Jika balita mi yang demam diberikan obat penurun panas terus, meskipun minum susu juga mau, kasihan juga. Maka mi berusaha untuk terus memberikan cairan, melalui susu maupun minum air putih.

Air putih ini termasuk manjur untuk menangani balita demam, lho. Lebih dari parasetamol malah. Dengan memperbanyak cairan masuk ke dalam tubuh, makan tubuh akan bekerja untuk mengeluarkan melalui buang air kecil dan keringat. Dari buang air kecil dan keringat tersebut, penyakit-penyakit akan ikut juga #mi masih percaya yang beginian, ya.

Mi juga kontrol makannya. Balita demam sudah pasti rewelnya minta diampuni. Baru mi akan makan, nangis, baru mi bisa tidur balita ini terbangun, baru mi mau mandi, balita ini merengek minta dipeluk. Meskipun susah sekali untuk makan, mi berusaha untuk meyuapinya. Agar badannya enggak lemas. Asupan karbo, protein, vitamin alami tetap masuk. Yaa...ada drama-drama gitu, tapi satu dua tiga suap masuk, kan lumayan.

Cara Menangani Balita Demam ~ Membawa ke Dokter


Dua tiga hari, ada keinginan membawa balita demam ke dokter. Namun ada saja yang harus mengurus inilah mengurus itulah. Atau bi pulangnya sudah larut dan mi sudah lelah. Sepanjang suhu tubuhnya enggak di atas 38 atau 39, amsih aman.

Makan dan minum juga masih mau, main bersama kakaknya juga masih bisa dilakukan. Kalau bobo, sukanya pelukan sama mi, ya bonding yang ini menurut informasi adalah yang terbaik. Aliran darah mi yang tenang akan mengajak aliran darah balita mi untuk tenang juga dan mengurangi demam.

Demam balita mi berkurang pada hari ke tiga. Yang tersisa adalah keinginannya untuk ke luar rumah. Moi enggak mau dulu, mengajak ke luar, tapi hal itu malah menjadikan mogok makan bagi balita mi. Saat di luar rumah, jalan-jalan di lapangan sebelah rumah, makannya jadi habis satu mangkuk. Sekarang sudah memasuki hari ke tujuh, Alhamdulillah better tanpa membawa ke dokter. Semua tentunya atas pertolongan Allah.

@astinas

11 comments:

  1. terima kasih atas sharenya..ntr kalo udah punya anak tinggal menerapkan saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak wi, sehat selalu, lancar ya persalinannya

      Delete
  2. Ahihi... Aku udh lama gk ngurus balita, berguna nih infonyaa

    ReplyDelete
  3. waktu anak pertama suka panik akalu anak demam, alhamdulillah anak kedua lebih tenang menghadapi demam, dan di rumah sll sedia obat penurun panas

    ReplyDelete
  4. Betul tuh yang perbanyak cairan. Ingat dulu pas demam suka disuruh banyak minum air putih sama Ibuku. Walau perutnya agak mual, tapi demam nya turun.
    Hmm, jadi pengen punya anak.
    eh.

    ReplyDelete
  5. Aih, fotonya Tempra. Aku dulu cocok banget sama obat yang 1 itu, hihihi :)

    ReplyDelete
  6. berguna sekali ini tips nya apalagi untuk para ibu baru :D

    ReplyDelete
  7. terimakasih info dan ilmunya :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...