Skip to main content

Parenting Seminar SGM Dukung Perjuangan Orangtua Mempersiapkan si Kecil Menjadi Anak Generasi Maju

Hallo apa kabar Anak Generasi Maju? semua anak berhak menyandang predikat anak generasi maju. Setiap anak berhak mendapatkan pemenuhan bekal menjadi anak generasi maju. Termasuk Faiz dan Fira.

Alhamdulillah ummi berkesempatan hadir dalam parenting seminar yang didukung oleh SGM Eksplore. Seminar Parenting tersebut diadakan di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat pada Hari Sabtu, tanggal 29 Juli 2017 pukul 9.30 - 12.00 siang.


Manager Marketing SGM Eksplore, Mbak Astrid Prasetya menjelaskan dukungan SGM Eksplore bagi orangtua Indonesia dilakukan dalam banyak kegiatan. Salah satunya kegiatan parenting seminar, yang bertajuk "Peran Orangtua dalam Mengembangkan Kemampuan si Kecil Menjadi Anak Generasi Maju"

Dalam kegiatan parenting ini, diharapakan sebagai orangtua dapat mendapatkan informasi terkait pemenuhan nutrisi yang tepat serta pola asuh yang sesuai dengan tahapan usia anak, sehingga si Kecil tumbuh menjadi Anak Generasi Maju, yang mampu bersosialisasi dengan baik, kreatif dan mandiri.

Dipandu oleh MC Cici Panda, parenting seminar dibuka dengan sapaannya yang khas meriah di segala suasana. Pemutaran video yang menceritakan perjuangan orangtua Indonesia mempersiapkan si Kecil di setiap paginya dengan segala tantangan membuat peserta seminar menjadi terharu.



Peserta seminar yang hadir adalah para bunda dan ayah yang hebat dan si Kecil yang menjadi penyemangat aktivitasnya sehari-hari. Dengan nuansa warna merah di dalam ruang seminar juga disediakan area play ground dibagian belakang. Acara seminar begitu meriah dengan adanya suara kebahagiaan dan keceriaan Anak Generasi Maju tersebut.

Cici Panda memanggil satu ahli di bidang psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi., Psi untuk masuk ke dalam ruang seminar. Peserta dan teman-teman ummi semuanya heboh menyambut kedatangan Mbak Nina, sapaan familiar untuk Ibu dua orang anak ini. 



Anak Generasi Maju menurut Mbak Nina harus memiliki keterampilan sosial yang baik, kreatif dan mandiri. Semua hal tersebut harus diberikan oleh orangtua sejak dini. Anak Generasi Maju adalah anak yang memiliki tubuh yang sehat yang mendapatkan asupan nutrisi yang baik. Anak Generasi Maju adalah anak yang cerdas sehingga dapat berimajinasi dengan baik, mampu menyelesaikan setiap tantangan dengan baik sesuai tahapan usianya. Anak Generasi Maju memiliki emosi yang baik dalam menghadapi setiap persoalan yang didapat setiap harinya sesuai dengan tahapan usianya. 

Anak Generasi Maju yang telah memiliki kondisi seperti di atas, diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik. Mampu bersosialisasi dengan baik di masyarakat dan mendapatkan kesuksesannya. Mbak Nina menyebutkan ada 8 keterampilan sosial yang perlu dikuasi oleh orangtua untuk mengembangkan kemampuan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju.

 8 Keterampilan Sosial si Kecil 


Mbak Nina menyampaikan 8 keterampilan sosial yang perlu dikuasai oleh orangtua. 
  1. Berteman dan bekerja sama
  2. Berkompetisi sehat
  3. Sabar menunggu (mengantre)
  4. Sopan santun
  5. Selesaikan/ damaikan pertengkaraan
  6. Marah tanpa mengganggu orang lain
  7. Ikuti aturan
  8. Peduli terhadap yang sakit/ kekurangan
Perkembangan keterampilan sosial si Kecil berbeda-beda dalam tingkatan usianya. Pada rentang usia 1 -2 tahun pasti berbeda keterampilan sosialnya dengan anak usia 3-6 tahun. Contohnya saat berteman dengan temannya, anak usia 1-2 tahun akan bermain bersebelahan dengan temannya dan pada usia 3-6 tahun anak-anak lebih suka bermain bersama teman daripada orangtuanya.

Mbak Nina memberikan banyak sekali contoh dan tips bagaimana cara orangtua Indonesia dapat mengembangkan keterampilan sosial si Kecil untuk mendukung si Kecil menjadi Anak Generasi Maju. Berikut sebagain tips yang dapat ummi bagikan ya ;
  1. Buat ekspresi wajah dan kalimat yang disampaikan kepada si Kecil, saat si Kecil melakukan sesuatu. Contohnya, saat si Kecil mengeluarkan humor atau candaan. Sebaiknya orangtua sesibuk apapun, ikut tertawa, ikut mengucapkan bahwa orangtua terhibur dengan humor atau candaannya.
  2. Saat anak mengikuti kompetisi di manapun. Ingatlah bahwa kemenangan bukan berarti menjadi juara dari kompetisi tersebut. Saat si Kecil berani naik ke panggung untuk bernyanyi, namun tidak mengeluarkan suara, apresiasilah sebagai kemenangan bahwa si Kecil sudah mampu naik panggung dan berani. Perlu diingat juga, saat anak berkompetisi, sebaiknya orangtua tidak ikut campur menginginkan anak menjadi pemenang, biarkan akan berusaha sebisa dan semampunya.
  3. Mbak Nina mengajak peserta seminar untuk mengikuti games mengantre. Ummi ikut naik ke panggung loh, untuk mempraktekan secara langsung bagaimana orangtua mengajarkan si Kecil belajar mengantre. Ada 4 peserta seminar yang maju dan 2 peserta diminta duduk terlebih dulu, 2 peserta lagi berdiri di belakang kursi. Kemudian menghitung sampai 10, bergantian yang berdiri kemudian duduk. Lakukan berulang-ulang ya, supaya si Kecil mengetahui bagaimana caranya sabar menunggu atau mengantre.
  4. Sopan santun dapat dicontohkan oleh orangtua di dalam rumah. Lakukan role play dengan si Kecil. Orangtua menjadi nenek/kakek/ orang lain yang lebih tua. Minta si Kecil untuk bersalaman dan mencium tangan, mengucapkan salam dan bertutur kata dengan baik.
  5. Salah satu hal yang pasti dialami oleh banyak orangtua adalah anak bertengkar. Menurut Mbak Nina, anak bertengkar, adik-kaka adalah sesuatu yang wajar. Bertengkar memiliki manfaat pada si Kecil untuk mengatur emosinya. Orangtua juga bisa melihat seberapa tinggi emosi si Kecil dan bagaimana cara menanganinya.
  6. Contoh marah tanpa menggangu orang lain, orangtua bisa mengatakan kepada si Kecil yang sedang marah. Minta si Kecil untuk melampiaskan marahnya dengan memukul bantal atau masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan keran air, kemudian berteriak sekencang-kencangnya. Marah itu dibolehkan, kalau si Kecil tidak melampiaskan marahnya, nanti si Kecil bisa uring-uringan.
  7. Ikuti aturan. Orangtua wajib memberikan aturan untuk aktivitas yang butin. Contohnya makan, mandi, belajar dan tidur. Orangtua dan si Kecil sebaiknya memiliki garis tegas supaya kedua pihak tidak saling tersakiti apabila aturan tersebut tidak dikerjakan. Contohnya saat si Kecil belum mandi sesuai dengan aturan yang dibuat. Orangtua harus mempunyai prinsip untuk tidak lentur kepada si Kecil karena mandi adalah aktivitas yang rutin.
  8. Latih empati si Kecil dengan memperhatikan keluarga atau orang yang sakit. Ajak si Kecil untuk terlibat di dalamnya apabila yang sakit adalah kakaknya yang kakinya terluka. Ajak si Kecil untuk mengambilkan obat merah atau perban.

Mengembangkan Keterampilan Sosial si Kecil


Ada banyak sekali cara untuk melatih keterampilan sosial si Kecil. Orangtua memiliki cara-cara sendiri yang dilakukan supaya si Kecil menjadi Anak Generasi Maju. Mbak Nina memberikan panduan bagi orangtua untuk melatih dan mengembangkan keterampilan sosial si Kecil. 
  1. Attachment / kedekatan dengan orangtua. Satu hal yang baru ummi tahu, adalah bonding itu tidak sama dengan attachment. Attachment lebih luas daripada bonding. Attachment  adalah kedekatan antara ibu dan si Kecil. Mereka berdua mengupayakan untuk lebih dekat satu sama lainnya. Ikatan kasih sayang antara si Kecil dengan ayah dan bunda adalah sangat penting. Manfaat kedekatannya adalah supaya si Kecil merasa aman dan nyaman. Si Kecil menjadi lebih percaya diri dan dapat bergaul degnan sehat dan apabila memiliki gangguan psikologis akan berkurang. Cara untuk membangun kedekatan orangtua dan si Kecil adalah ayah dan bunda harus sensitif pada kebutuhan si Kecil. Saling menatap dan saling memeluk, jangan berbohong kepada si Kecil.
  2. Rasa Percaya Diri kepada Orangtua. Berikan rasa percaya diri kepada si Kecil. Contohnya, apabila si Kecil membereskan mainannya, biarkan anak membereskan mainannya sendiri dan berikan ucapan terima kasih dan berikan apresiasi kepada si Kecil dengan ekspresi yang bahagia meskipun merapikannya belum benar. Cara untuk membangun rasa percaya diri, salah satunya adalah dengan menepati janji yang sudah diucapkan kepada si Kecil. Apabila orangtua menjanjikan akan memberikan mainan setelah si Kecil makan, segera berikan mainan tersebut kepada si Kecil.
  3. Mandiri. Si Kecil diharapkan dapat menyebutkan namanya sendiri pada rentang usia 1 tahun. Dapat mengatakan keinginannya untuk buang air pada usia 2 tahun. Cara mendukung si Kecil mandiri adalah dengan memberikan kesempatan untuk mencoba. Biarkan anak mencoba tanpa diburu-buru apabila pekerjaannya masih terlalu lambat serta berikan pujian, pelukan serta ekspresi wajah yang menyenangkan ketika si Kecil berhasil.
  4.  Mengenal emosi. Emosi itu ada bermacam-macam tingkatannya. Setiap orang pasti memiliki emosinya. Begitu pula dengan si Kecil. Tingkatan emosinya akan bertambah seiring bertambahnya usia si Kecil. Mbak Nina mengajak peserta seminar untuk memberikan nama emosi pada kertas yang dibagikan. Biarkan emosi si Kecil tumbuh dan ajarkan bagaimana cara mengatasi emosi yang muncul.
  5. Menjaga Diri Sendiri. Berikan si Kecil kesempatan untuk menjaga dirinya sendiri saat bermain di luar rumah dan saat mengerjakan sesuatu. Katakan sebab akibat dari permainan yang dilakukan. Si Kecil akan mengetahui bagaimana dia akan menjaga dirinya sendiri.
  6. Kemampuan Komunikasi. Perlu perhatian untuk para orangtua dalam hal kemampuan berkomunikasi yang dimiliki si Kecil. Pada rentang usia 1-2 tahun si Kecil sudah memahami instruksi tunggal (mam, bobo, pup) dan mampu mengucapkan kata-kata seperti : bunda (nda), susu (ucu) dan lain-lain. Pada rentang usia 2-3 tahun, si Kecil mampu memahami instruksi majemuk (duduk sini, mam nasi, yuk main) dan dapat mengucapkan kaliamat dalam 2 kata (mau makan, enggak mau, bunda pulang). Pada rentang usia 3-4 tahun si Kecil memahami apa, siapa dan di mana (ini adalah kertas untuk menulis, ayo main ke sana bersama Fira) dan mampu mengucapkan kalimat dalam 3-5 kata (Fira mau main di luar, Siapa yang merusak mainan Fira). Orangtua perlu mewaspadai apabila si Kecil belum mampu berkomunikasi sesuai tahapan usianya. Perlu loh untuk berkonsultasi kepada ahli yang mengatasi hal tersebut. Cara untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi adalah dengan mengajak berbicara, mengajak bercerita, bernyanyi, bertanya dan mendengarkan.
  7. Kemampuan Fokus dan Konsentrasi. Cara untuk melatih si Kecil berkonsentrasi  adalah dengan cara kurangi gangguan TV, radio dan jauhkan HP, kurangi omelan. Bujuk si Kecil menyelesaikan kegiatannya sebelum memulai yang lain dan pastikan si Kecil melalukan aktivitas fisik .  Sedangkan untuk melatih si Kecil berimajinasi dengan cara mengajak si Kecil membuat cerita dari gambar atau boneka. Bermain pura-pura, misalnya bermain bertamu, bermain makan di luar dan memesan makanan. Ajak anak berdongeng dan beri kesempatan untuk meneruskan dongeng sesukanya.
  8. Empati. Empati adalah memahami perasaan orang lain tanpa terlarut di dalamnya dan menempatkan diri pada posisi orang lain serta melakukan sesuatu yang dibutuhkan orang lain. Minta tolong si Kecil untuk mengambilkan minum saat ayah atau bunda berada di jarak yang jauh dengan minuman tersebut.


Parenting seminar ditutup dengan menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh para peserta kepada Mbak Nina. Ummi tuliskan di sini intinya saja ya;
  1. Orangtua membuat anaknya sehat adalah sebuah pondasi utama supaya orantua dapat memberikan stimulasi yang sesuai tahapan usia si Kecil dan si Kecil dapat menerimanya.
  2. Selain diberikan nutrisi, si Kecil juga berhak mendapatkan stimulasi supaya menjadi anak cerdas dan mandiri.
  3. Sebagai orangtua harus bayak membaca dan berkonsultasi apabila perkembangan si Kecil berada di bawah tahapan usianya.
  4. Kewajiban orangtua adalah memastikan si Kecil dapat bersosialsiasi dengan baik.
  5. Tubuh sehat, otak cerdas, memiliki keterampilan berpikir, imajinatif, kreatif, emosinya baik adalah bekal si Kecil untuk dapat mandiri dan mampu bersosialisasi dengan baik.
  6. Keterampilan sosial pondasi utamanya adalah kedekatan si Kecil dengan orangtuanya.
  7. Cobalah untuk menjauhkan gadget saat bersama si Kecil
  8. Sebaiknya sampaikan kepada si Kecil apa yang memang terjadi, jangan membohongi si Kecil
  9. Tatapan mata yang berkualitas adalah salah satu tahapan yang penting saat bersma si Kecil 
  10. Beritahu anak untuk membereskan mainannya sebelum anak memulai bermain.
Terima kasih banyak SGM Eksplore untuk dukungan kepada orangtua Indonesia untuk mempersiapkan si Kecil menjadi Anak Generasi Maju. Ayah dan bunda bisa loh mengunjungi website www.akuanaksgm.co.id untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan pengasuhan si Kecil secara lengkap. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Transpulmin Balsam untuk Batuk Bayi Fira

Haaai, apa kabar? hari ke -6 di bulan Ramadhan pada bulan Juni 2015. Cuaca masih kurang bersahabat dengan mi, bi , kakak Faiz dan tentu saja bayi Fira. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering dan tertiup angin sehingga udara menjadi sangat kotor. Mi sering melihat lo, angin menbawa debu yang tidak tipis, namun tebal, bagaimana jika debu tebal tersebut masuk ke mulut, hidung dan mata kita?
Batuk Mudah Menular, lho. Sudah dipastikan, jika masuk ke dalam mulut, mulut akan terasa gatal, batuk berdahak yang disebabkan oleh debu-debu yang berhamburan masuk ke dalam mulut tadi. Jika masuk ke dalam hidung, akan terjadi bersin yang diakibatkan debu yang menempel pada bulu-bulu hidung, terjadilah influenza. Jika debu masuk ke dalam mata, aduuh itu yang paling menyakitkan karena akan membuat iritasi berupa kemerahan pada mata.
Alhamdulillah, bayi Fira selalu di rumah, namun apakah itu menjamin bayi Fira tidak tertulat batuk? mi, abi dan kakak Faiz selalu beraktivitas di luar rumah. Menghadapi d…

Persiapan Tes Masuk Sekolah Dasar

Dua tahun lalu, ummi mencari artikel mengenai seluk beluk tes masuk sekolah. Dua tahun lalu, Faiz akan lulus TK B, di mana pihak TK memberikan penjelasan, bahwa kemampuan akademis Faiz cukup untuk masuk SD. Hunting sekolah dasar di sekitar tempat tinggal pun di mulai. Artikel di google yang ummi temukan, juga cukup menjawab pertanyaan klise, soal tesnya bagaimana?
Sekolah pertama, pihak sekolah merasa ragu, karena usia Faiz waktu itu baru 5,8 bulan. Pihak sekolah meminta Faiz untuk mengikuti tes masuk pada hari yang ditentukan.  Dua hari sebelum tes, ummi menyiapkan soal-soal membaca, menghitung dan menulis. Soal-soal tersebut, ummi ambil dari artikel di google dan sebagian dari buku-buku mewarnai, di mana ada latihan menulis dan berhitung. Faiz lulus dan hari pertama masuk sekolah, Faiz sudah menangis mencari ummi. Hari kedua, hari ketiga, seminggu, dua minggu Faiz masih bersemangat ke sekolah, namun meminta agar ummi, masih menunggu di depan pintu kelas. Mencoba masuk ke sekolah ya…

5 Sekolah Dasar Pilihan di Sekitar Cipondoh

Memilih sekolah untuk Faiz, pertimbangannya adalah, sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah dan memilih sekolah dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Tahun 2015 kemarin, mi dan bi sudah memilihkan dua sekolah untuk Faiz dan akhirnya hanya menjadi pilihan saja. Sebetulnya, nama Faiz sudah tercatat di dua sekolah tersebut. Di sekolah pertama, Faiz bersekolah dua bulan, di sekolah ke dua, hanya satu bulan saja.
Ada Faktor yang mengakibatkan Faiz urung bersekolah dan menjadi keputusan berat untuk mi dan bi menarik Faiz dari sekolah. Tahun 2016 ini, Faiz menyatakan sudah siap dan tidak akan mengulangi hal yang mengakibatkan mi dan bi menarik Faiz dari sekolah.  
Tahun ini, ada satu sekolah yang diinginkan Faiz, namun sayang sekali sekolah tersebut sudah menutup pendaftarannya. Di bulan Januari ini malah sudah menerima angusuran pertama. Tidaki bisa dibuka, waiting list begitu? katanya tidak bisa, sudah tutup. Okelah kalau begitu.
Berikut, mi rangkum 5 sekolah dasar pilihan di seki…