Friday, 10 July 2015

Faiz Membelikan Pisang Uli untuk Ummi

Bayangkan, betapa senangnya jika diperlakukan bak seseorang yang sangat spesial, apalagi oleh anak tercinta. Namanya Faiz, usianya baru lima tahun lebihannya banyak, hampir enam tahun dan mau masuk SD. Faiz ini anak yang cukup mudah untuk dibaca perasaannya. Jika Faiz sedang bahagia luar biasa, dibilangin tujuh puluh kuadrat bakalan tidak bisa diam, ada saya yang membuat dia harus bergerak. Tapi, kalau ada yang membuat hatinya pedih, sedih, perih bak sebuah dermaga yang runtuh, Faiz akan mendiamkan dirinya, membenamkan kepalanya di kakinya yang ditekuk rapat.

Semoga hari-hari kita, nanti tidak akan ada lagi kaki ditekuk ke arah dada ya, Nak. Mi akan terus mencoba dan harus memberikanmu hari-hari yang indah, hari-hari yang kelak ketika kau sedang mengingatnya, adalah menjadi hari yang membahagiakan. Terlepas ada banyak sekali pertarungan batinmu, ketika mi lebih sering memegang bayi Fira, adikmu yang mi punya panggilan rambut berdiri. 

Rambut berdiri juga senang sekali sama Faiz, kemana-mana mengikuti Faiz kan? dan ketika Faiz sedang ingin sendiri, Faiz sama sekali tidak mau diganggu oleh bayi Fira. Namun, ketika  Faiz sedang perhatian sekali sama rambut berdiri, Faiz akan memperlakukan bayi Fira seperti wajarnya seorang kakak, dielus, diberikan mainan dan ditungguin sembari diajak mengobrol.

Iya, kita suka mengobrol mengenai apapun ya, Nak. Pun ketika mi melihat kamu membeli buku cerita di abang-bang di luar komplek. Mi bertanya, kakak membeli apa saja? Faiz menjawab, enggak beli apa-apa mi, buku ini saja dan pisang. Faiz memegang bungkusan di meja, dan benar ternyata pisang, mi hampir ingin bertanya, ini pisang uli dari mana.

Lalu saat mi lebih memakan makanan yang mi beli untuk berbuka puasa, Faiz bertanya ke mi. Mi, kok pisangnya didiemin? lah? mi, Faiz kan beli untuk ummi. Mungkin mi belum menyadari niat awal dan alasan kakak Faiz membeli pisang uli tersebut. Mi menjawab, besok saja iz, lagian apa enak pisangnya digoreng? *tapar mi, nya..biasanya juga mi membeli pisang uli kuq. Faiz menjawab, kata abangnya, pisangnya enak digoreng mi, digoreng ya. *huuh-mi menjawab dengan menguap dan tertidurlah umminya.

Pisang uli dibelikan oleh Faiz, mi menggorengnya untuk Faiz

Saat sahur, mi bercerita kepada abi dan apa kata abi coba. Ya digoreng mi, buat Faiz, kasihan. Ya ampun, mi emak macam apa ya...tapi kan kemarin sore mi sudah membeli makanan untuk berbuka, makanan yang cepet basi. Mi juga berniat koq menggorengkan untuk Faiz *entah iya atau iya. uuups. Alhamdulillah hati baik menuntun mi untuk mengupas pisang ulinya, membuat bahan tepung yang ditaburi sedikit garam dan diberi air untuk mencairkannya. Lalu, meletakkan penggorengan di kompor. Ceklek, Alhamdulillah ya Allah, mi menggoreng pisang uli untuk anak terganteng di rumah mi.

Di makan? Inza Allah dimakan oleh Faiz dan mi seneng sekali sudah menggorengkan pisang uli ini. Mi belum memberitahu Faiz, tadi pagi, Faiz masih bobo ketika mi berangkat bekerja, Faiz pasti suka. Jadi, mi belajar dari pengalaman-pengalaman mi terdahulu. 
"Jangan lewatkan sebuah moment, ambil makna, jalani dan ukirlah sebuah kenangan"

Nanti Faiz akan diantar ke kantor mi, mi akan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Faiz, karena telah membelikan pisang uli untuk mi. Nanti sore mi akan panaskan lagi untuk berbuka mi. Maksih ya Faiz sayang, love you more more and more.
 






Wednesday, 8 July 2015

Menggunting Kuku Bayi Baru Lahir, Susah-Susah Gampang

Memiliki seorang bayi yang masih merah dan mungil merupakan hal yang paling membahagiakan orangtua. Lalu, bagaimana merawatnya mulai dari memandikan hingga menggunting kuku bayi? Hayo...ngaku yang masih manja-manja menjadi seorang ibu dan bapak. Seperti mi contohnya, awalnya mi takut-takut begimana gitu.

Wajarlah, namanya baru memiliki bayi merah mungil dan belum kursus bagaimana memegang bayi hingga menggunting kuku bayi, jadi mi takut, kalian enggak ya?. Ternyata ada yang perhatian sekali melihat wajah kebingungan mi, yaitu akung, bapaknya mi. Beliau membelikan gunting kuku khusus untuk bayi.

Gunting kuku khusus untuk bayi yang dibelikan oleh akung berwarna biru dan putih serta bentuknya mungil sekali. Ujungnya tidak runcing alias tumpul serta ringan agar tidak melukai kulit bayi yang lembut sekali ketika proses menggunting kuku bayi. Melihat harganya, aduuuh lumayan mahal untuk ukuran tahun 2009, 17.500 K.

Awalnya, akung yang memberikan contoh menggunting kuku bayi Faiz. Jemari bayi diangkat dan digenggam tapi tidak kencang oleh tangan akung, baru setelah itu proses menggunting kuku bayi dilakukan. Kita tidak boleh tegang, karena jika kita yang tegang, bayi akan menjadi gusar dan jemarinya tidak mau dipegang.

Setelah melihat cara menggunting kuku bayi Faiz, lama-lama akhirnya mi sendiri yang melakukannya. Biasanya mi menggunting kuku bayi Faiz ketika sedang tidur siang, siang hari lebih terang dengan bantuan cahaya matahari. Jika dilakukan malam hari, kondisi mi telah mengantuk dan hanya dibantu dengan cahaya lampu.

Bagaimana untuk anak kedua mi, bayi Fira? menggunting kuku bayi Fira susah sekali, rasanya pingin nangis dan memanggil akung untuk datang ke Tangerang. Menggunting kuku bayi Fira mi lakukan ketika bayi Fira tidur siang, namun selalu saja bergerak. Mungkin bayi Fira tidurnya kurang nyenyak ya.

Sesaat sebelum menggunting kuku bayi Fira, panjang -panjang sekali y


Hal ini terus mi lakukan berulang-ulang untuk menggunting kuku bayi Fira. Dua jemari selesai berhenti lagi karena bayi Fira terbangun atau bergerak, setelah itu dilanjutkan lagi hingga selesai. Tantangan menggunting kuku bayi Fira sangat keren dech, lebih keren dari kakaknya yang lelaki. Hingga bayi Fira besar menggunting kukunya juga masih susah, besok lebaran mudik ke akung, bolehlah akung yang mengguntingnya ya, Nak.

Salam
As


Tuesday, 7 July 2015

Tumbuh Kembang Bayi Fira Usia Sepuluh Bulan

Semua ibu pasti setuju, menyaksikan tumbuh dan kembang bayi dan balita merupakan masa-masa yang paling menyenangkan, meskipun ada saingannya yaitu masa ketika belanja kebutuhan pokok itu tidak dibatasi. Ehem, tapi lagi enggak bahas masalah belanja, dan emang gak mungkin iya, belanja itu tidak dibatasi.

Tumbuh dan kembang bayi dan balita merupakan masa yang sangat penting bagi anak tersebut dan juga bagi saya, ibu dari anak-anak tersebut, penting sekali. Tumbuhnya anak mampu mengindikatorkan bagiamana si ibu ini telah memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan sentuhan indah Allah SWT, tentunya. Kembang, perkembangan anak merupakan bagian dari pertumbuhan anak yang senantiasa terus diberikan stimulus oleh ibunya, agar sesuai dengan tahapan-tahan di usianya, itu sih yang saya mengerti, jika salah mohon dikoreksi ya.

Pertumbuhan Bayi Fira usia Sepuluh Bulan

Susah sekali mengenakan jepit rambut di rambut Fira, dilepas mulu

Hallo, bayi Fira? iya..apa kabar kamu? iiich kok gitu siiich? iiih senengnya anak mi sudah bisa bangun dan mengerling manja tanpa menangis...aduuuh anak mi, kok besi dimakanin? aduh.

Apa saja indikator pertumbuhan seorang bayi berusia sepuluh bulan ini? mi googling, googling is the best, sekalian sebagai bahan masukan dan pengetahuan, yuk.
  1. Berat Badan : Hari Minggu kemarin, bayi Fira akan imunisasi Campak, namun karena masih batpil, jadi belum boleh, menurut dokter takut nanti ada infeksi. So, ketika pertama kali akan diperiksa, bayi Fira ditimbang dulu dan timbangannya tidak muat, sayang. Sembilan (9)  Kilogram dan mi cepat-cepat ikut menimbang juga, mi 41 kilogram.  
  2. Panjang Badan : Ini mi yang tidak lakukan, besok mudik tempat uti, minta meteran baju dech, buat mengukur panjang bayi Fira. Namun yang mi perhatikan adalah bajuku dulu menutupi lutut dan sekarang sudah tidak muat lagi. Itu berarti bayi Fira sudah bertambah dong panjang badannya.
  3. Gigi : Hayooo...gigi siapa yang sudah mengeluarkan bunyi gretak gretuk. Yip, awalnya mi cemas, karena memasuki usia delapan bulan, gigi bayi Fira belum tumbuh. Saat ini gigi bayi Fira sudah berjumlah lima (5) ada dua (2) di bawah dan tiga (3) di atas. Mungil sekali bentuk gigi bayi Fira. Makan apa sich bayi Fira? mi kasih makan apel, dan abi bilang diparut dooong.
Perkembangan Bayi Fira usia Sepuluh Bulan
  1. Bangun tidur, melek, duduk dan tersenyum mesrah. Alhamdulillah jarang-jarang menangis, karena apa? karena kecukupan cairan pada saat malam hari.
  2. Belajar berdiri sendiri setelah duduk, itu masih dilakukan di atas kasur.
  3. Turun dari tempat tidur dengan kaki terlebih dahulu, begitu juga ketika naik ke atas tempat tidur, setelah menaikkan badannya, kakinya diposisikan miring agar semuanya berada di atas tempat tidur. Kalau yang ini abi yang mengajari.
  4. Bertepuk tangan dan berjoget mendengarkan musik dan juga benda yang dipukul-pukul.
  5. Menarik korden dan memasukan benda apapun ke dalam mulut.
  6. Mengoperasikan remote TV dan diarahkan ke TV, remote AC diarahkan ke AC. Kalau ini efek melihat, meniru.
  7. Meletakkan handphone di telingga dan karet pengikat rambut umi di atas kepala.
  8. Memberikan benda yang dipegang ketika mi menyodongkan telapak tangan, setelah benda tersebut diberikan, tangannya bertepuk tangan.
  9. Berusaha merebut benda yang diinginkannya dan bersikeras untuk mengambilnya. Ini ketika berebutan dengan kakak Faiz.
  10. Masuk ke kata-kata : amamamam, mamamaa, apaa? apaa? enaaaa, enaaa, baah? dan mengeluarkan kata-kata seperti sedang mengobrol dan kemudian akan tersenyum ketika dibalas dengan obrolan juga. Namanya babling, contekan mi di google.
  11. Menyantap biskuit bayi dengan tenang dan lahap, mampu mengambil reruntuhannya di lantai dan memasukan kembali ke mulut. Almaaaak, kalau yang diambil yang lain? nah itu tugas ibunya, membersihkan lantai di rumah serta menghindari adanya benda-benda kecil di lantai serta...mengawasi si bayi Fira ini.
  12. Mencari benda yang disembunyikan oleh mi, berhasil dengan sukses ketika mi menyembunyikan handphone di belakang pantat. Aaaw...tahu ya?
  13. Ketika sedang berdiri sembari berpengangan, bayi Fira akan menurunkan perlahan-lahan pantatnya baru kemudian duduk. Alhamdulillah bulan kemarin mi lihat masih makjrok saja.
  14. Memainkan tombol kipas angin, menarik benda yang terletak di atas, membuka laci, membuka lemari dan mampu membuka tutup botol.
  15. Oiya, sudah lama sich, bayi Fira memegang botol susunya sendiri dan itu bakalan sakit hati tahu, kalau enggak haus sekali, botol susunya akan diberikan kemainannya dia, ke dinding, ke handphone, ke kaleng makanan, dan tragisnya dimasukkan ke dalam mulut kakaknya, abinya dan umminya, apdahal kan siang-siang mi lagi puasa ya.
  16. Melambaikan tangan ketika akan ada yang berangkat kerja atau keluar rumah dan melihat tanpa berkedip serasa ingin menangis.
  17. Membenamkan kepalanya dan memukulkan kakinya ketika sedang marah, marahnya kenapa? kenapa lagi kalau tidak berebut mainan sama kakaknya.
Sepertinya itu dulu ya, besok mi ceritakan lagi, pagi ini mi mengantuk sangat.

Salam
@astinas


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...