Thursday, 29 January 2015

Persiapan Membuat MPASI Nasi Saring untuk Bayi

Hallo anak-anak mi semua, hallo para moms yang berkenan membaca buku harian anak-anak. Hari ini, mi ingin menceritakan cara membuat nasi/ bubur saring untuk bayi. Khususnya bayi Fira yang semakin hari semakin menggemaskan saja makannya. Menggemaskannya, karena bayi Fira sudah memahami ada sendok, mulut dibuka, dilumat-lumat meskipun sebenarnya nasi/bubur saring ini sangat lembut dan mi juga suka, lho mencicipinya.

Nasi/Bubur saring untuk bayi Fira

Iya, mi membuat sendiri nasi/bubur saring ini sebagai MP ASI, eh Fira sudah tidak ASI karena ASI nya keluar sedikit sekali *jadi dipompa (mohon maaf, tidak menerima komentar mengarah ke "haaa..kok ASInya sedikit, haaa..kok enggak diberi ASI, siapa yang tidak menginginkan memberi ASIX?). Oleh karena itu, mi berusaha menemani proses tumbuh dan kembang mulai dari bayi Faiz dan bayi Fira saat ini.

Mengapa mi membuat nasi/bubur saring sendiri? kan...saat ini banyak yang menjual bubur saring di pasar atau pinggir jalan, ngapain repot-repot. Pendapat dan pikir mi, jika masih bisa dilakukan sendiri mengapa tidak? jika memang sedang repot, mungkin mi akan membeli. 

Nasi/bubur saring untuk bayi, yang dibuat sendiri oleh mi, menguntungkan mi, karena;
  1. Mi sendiri yang membuat, mi sendiri yang berperan mulai dari mencuci peralatan memasak, proses memasak dan menu yang akan bayi Fira nikmati,
  2. Efesien karena mi bisa sekalian memasak masakan dewasa, contohnya; Menu dewasa, ayam kecap, tumis labu siam. Nah untuk nasi/bubur saring untuk Fira, mi membuatnya kaldu ayam dengan sedikit irisan daging ayam, wortel dan labu. Jadi kami sekeluarga menikmati rasa yang sama,
  3. Terjamin kebersihannya dan terjamin tidak menggunakan garam, mi masih menghindari garam atau penambah masakan lainnya, hanya kaldu ayam atau daging yang kadang membuat nasi/bubur saring untuk Fira beraroma wangi,
  4. Bonding atau ikatan antara mi dan Fira, karena ketika mi membuatnya, penuh rasa tulus dan kasih, mengharapkan pahala dari Allah,
Ingin tahu persiapan membuat nasi/bubur saring untuk bayi Fira?

  1. Siapkan panci khusus membuat bubur,
  2. Cuci beras, bahan-bahannya dengan air bersih, mi selalu menggunakan air matang,
  3. Masak hingga bubur benar-benar lunak, 
    Langkah pertama membuat nasi/bubur saring
  4. Gunakan saringan khusus untuk menyaring nasi/bubur tersebut, 
    Langkah paling membosankan dalam membuat nasi/bubur saring
  5. Gunakan dua sendok, satu untuk melumatkan nasi/bubur dan satunya lagi untuk mengambil nasi/bubur saring yang sudah lunak,
  6. Mi selalu menyaring semua nasi/bubur tersebut, lalu memanaskan di pemanas untuk menu satu hari (3 kali sehari), 
    Nasi/Bubur saring sudah jadi dech
  7. Gunakan tempat makan khusus untuk makan bayi
Sederhana bukan? membuatnya sebentar dan bisa ditinggal-tinggal. asal apinya jangan terlalu besar. Kegiatan menyaring, mungkin paling tidak disukai, pegel tangannya, namun jika dilakukan dengan ikhlas Inza Allah barokah dan nikmat. Waktu pembuatannya saat memasak nasi/bubur di atas api kurang lebih 30 menit, menyaring untuk 3 kali makan kurang lebih 30 menit juga.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tidak menggunakan blender? atau panci khusus membuat bubur/nasi yang lunak untuk bayi. Jawaban mi, dari bayi Faiz hingga saat ini, mi masih menyukai menyaring, alasannya blendernya sudah untuk membuat jus, takut aromanya terkontaminasi, meskipun sudah dicuci bersih, apalagi jika baru ngeblender jeruk asem.

Kalau panci khusus? mi belum pernah melihat dan mungkin jika dirasa effektif menggunakan panci tersebut, mi akan mencoba.

Monday, 26 January 2015

Akhirnya Faiz Naik Commuter Line Lagi ke Bogor

Hallo anak mi yang bernama Faiz, apa kabarmu? hey, sayang...lagi apa kamu? hehee, Alhamdulillah ya, akhirnya Faiz bisa naik Commuter Line lagi, setelah beberapa kali merengek. Iya, mi kan bingung, mi libur, abi masuk, lalu Fira siapa yang menemani di rumah, jika mi bersama Faiz naik CL? dan akhirnya pertanyaan Faiz "Kapan, naik kereta listrik, lagi?" terjawab sudah ketika nenek datang ke rumah kita, dan hari kita berdua untuk naik CL.



Perjalanan kita kemana sayang? awalnya ingin seperti Mak Myra Anastasia yang mengajak KeNai jalan-jalan ke Museum di Kota Tua, sama juga dengan teman mi, Mak Riana yang mengajak 3 Boys. Namun, abi menyarankan untuk mengajak Faiz ke kota Bogor sekalian, naik CL. Faiz langsung menjawab, oke.

Hari Sabtu, 24 Januari 2015, Faiz dan mi berangkat ke setasiun terdekat untuk membeli tiket CL tujuan Bogor. Tiket CL tujuan Bogor dari setasiun terdekat dengan rumah adalah 5500 dan ditambahkan dengan uang jaminan 5000 jadi, totalnya adalah 22.000 rupiah untuk dua tiket.

Perjalanan Faiz dan mi menggunakan CL, telah ada ceritanya di blog ini, beberapa kali kami menggunakan sarana transportasi CL untuk berpergian. CL melaju ke arah setasiun transit setasiun Duri. Setelah turun di setasiun transit setasiun Duri, mi dan Faiz mengambil jalur dua, untuk menunggu CL Jakarta Kota menuju Bogor.

Hampir dua jam, CL tiba di setasiun terakhir setasiun Bogor. Alhamdulillah akhirnya pertanyaan Faiz, kapan naik CL terjawab sudah. Lalu, ada lagi pertanyaan Faiz, sebetulnya sejak dari setasiun transit Duri.

Pertanyaan Faiz mengenai Commuter Line
  1. Mengapa gerbong Commuter Line bisa bergoyang-goyang?
  2. Mengapa gerbong Commuter Line bisa disambung?
  3. Sambungan gerbong Commuter Line mengunakan apa?
  4. Mengapa sambungannya pada gerbong Commuter Line tidak bisa lepas?
  5. Bagaimana Commuter Line bisa bergerak?
  6. Bagaimana caranya Commuter Line bergerak? Faiz bertanya dengan melihat ke arah bawah Commuter Line di setasiun Bogor.
Mi mendengarkan dulu pertanyaan Faiz, baru menjawab dengan jawaban ringan ketika sedang berjalan menuju Depo Kereta Listrik di Bogor.


Jawaban ringan milik mi ***:
  1. Karena gerbongnya menyambung-nyambung, jalan keretanya juga tidak lurus saja,
  2. Karena menggunakan sambungan yang dikaitkan,
  3. Sambungannya mengunakan...tuuuh ada tali yang seperti kabel, Mi menunjuk ke arah tali di bawah sambungan CL di setasiun Duri, 
    Faiz mengamati bagian bawah Commuter Line
  4. Kalau bisa lepas berbahaya, disambung dengan peralatan yang canggih
  5. Bergerak karena daya listrik, setelah itu Faiz bertanya lagi : kalau listriknya mati? jawaban mi, menyambung jawaban dari abi ketika mi bertanya, persis seperti Faiz bertanya : PT Kereta Api Indoensia, khususnya Commuter Line memiliki pasokan listrik sendiri, jadi ketika rumah kita mati listrik, Commuter Line masih bisa berjalan.
  6. Rodanya berputar, tuuh mi... seperti ditarik, ini Faiz menjawab sendiri.
Kereta sudah pergi
Sementara Faiz puas dengan jawaban milik mi, namun masih penasaran dengan meminta mi, untuk merekam ketika Commuter Line bergerak.

Jadi, jika ada jawaban yang bisa menjawab dengan pasti pertanyaan Faiz mengenai Commuter Line, silahkan di jawab dengan komentar di blog ini, ya... mi sepertinya harus masuk ke sekolah masinis dech, seperti jawaban Faiz ketika ditanya ingin menjadi apa? masinis.

Foto by Faiz di Setasiun Bogor



Friday, 23 January 2015

Dahi Faiz Benjol di Sekolah

Faizzz...Faiz, anak mi yang ini terlalu aktif dan jika diingatkan harus beberapa kali hingga kamu mengerti bahwa mi atau bi sedang mengingatkan kamu. Faiz sayang, inget gaa..hari Rabu kemarin, apa yang terjadi pada kamu, di sekolahan?

Mi kaget waktu bu Neneng dari TK Mulia sms siang-siang, ada apa dengan Faiz? dah mi langsung kepikiran dengan kamu, sayang. Mi baca sms bu Neneng yang mengabarkan bahwa tadi, Faiz loncat-loncat di kelas setelah olah raga, lalu jatuh dan dahinya kejedot lantai. Faiz tidak nangis, dahinya benjol tapi sudah diberi minyak tawon sudah baikan.

Hm...mi bayangin Faiz itu memang tidak nangis, tapi ngambeknya kek apa tahu. lalu mi telepon ke bu Neneng di sekolah, ya Allah sayang... kalau diingatkan oleh bu guru, tolong ya sayang ummi paling ganteng.... dengerin dan ikuti apa yang bu guru sampaikan.

Pulang dari kantor, mi lihat Faiz sedang ngambek di pojokan *hadaah, apa lagi ini? ternyata sama abi, Faiz diminta istirahat, tapi Faiz pingin main sepeda. Mi hampiri anak lanang, mi...ya ampuuun itu dahi sudah kek apa tahu, memar dan merah, Alhamdulillahnya tidak begitu menakutkan. Embak Ria, pengasuhmu bilang, katanya sakit dan tidak mau dibasuh waktu mandi.

Dahi yang sudah kempes benjolnya

Mi lihat memang memar dan terlihat seperti terluka, tapi kata bu Neneng benjol, yo wes, lah. Abi saja masih ingin mi datang ke sekolahan dan memastikan bagaimana terjadinya. Iyeee...karena sudah mi belikan permen, mi pingin dong denger cerita dari Faiz secara langsung.

"Tadi, kan...Faiz lagi loncat-loncat, trus jatuh, trus kena lantai"
"Kena temenmu, enggak?"
"Iya, ada...eh, engga ada"
"Temenmu enggak kena?"
"Engga, mi...tadi Faiz loncat-loncat, Faiz yang salah"
Bawah mata yang merah yang dipertanyakan bi

Hm...baiklah, tapi kalau Faiz merasa kepalanya sakit, tolong kasih tahu mi ya, sakitnya seperti apa dan lama enggak sakitnya, haduh itu dahi jadi merah gitu.

Abi melihat lekat-lekat tuh, sampai ke bawah mata, yang katanya merah seperti habis ditonjok. Lalu mi mencoba menginterogasi Faiz, kembali.
"Ditonjok sama temanmu, Nak?"
"Jatuh, mi..."
"Kok, mata bawah merah, seperti bekas tonjokan? enggak mungkin jatuh kok bawah mata merah, gitu?"
"Sudahlah"

Selesai, karena mi sedang males ke sekolah Faiz, mi berharap itu semua memang kejadiannya, Faiz loncat-loncat dan jatuh, dahinya kejedot tembok. Lain kali, Faiz kudu hati-hati ya, Nak. Bagaimanapun pengawasan mi sebagai orangtua memang terbatas. Apresiasi untuk para guru TK Mulia, yang meng-handle anak-anak muridnya, khususnya Faiz yang sedikit diamnya.

Buat anak mi yang bernama...hallo, Faiz look at me, dengarkan ketika mi bicara, lihat mata mi dan sayaang....

Untuk para moms, yang jarang datang ke sekolah anak, sebaiknya;

  1. Menjalan hubungan baik dengan para guru dan meminta nomor telepon, agar mudah dihubungi
  2. Berkenalan dengan satu atau beberapa orangtua murid yang selalu  ada di sekolah, agar informasi apa yang terjadi di sekolah, kita mengetahuinya
  3. Mengusulkan membuat group di media sosial, agar apapun yang terbagi, dapat kita ketahui.

Salam Cinta dari Mi,

Thursday, 22 January 2015

Turban Bayi Cantik Makin Membuat Fira Menggemaskan

Fira...hai, apa kabar sayang Fira, atuuu tuuuu, itu kenapa kelambunya ditarik-tarik? itu kenapa selimutnya buat tutupan muka? haiyaaa...bangun langsung tengkurap nyamannya duniamu.... hahahaa, lalu Fira akan memberikan ekspresi kaget, melihat hingga mendelik, lalu mukanya berubah menjadi muka bertanya-tanya, spontan langsung nyengir dan tersenyum. Kalau mi sedang beruntung, Fira akan tertawa dan mengedipkan mata...heheee, itu yang mi temukan kalau menjumpai Fira baru bangun tidur.

Fira sedang asyik menarik kelambu 


Iya, sayang Fira kalau bangun tidur pagi, terus enggak ada siapa-siapa, mainan kelambu atau selimut, bosa..udah dech langsung nangis, tapi nih, kalau ada yang mendekati, bakalan bangun dengan cantik dan memperbolehkan mi menata rumah dengan enjoy.

Hihiiii, sebagai hadiah dari apa yang sedah Fira berikan untuk mi, mi beli turban buat Fira, rencananya karena waktu libur natal kemarin, kita pergi ke Bandung sayaaaang...dan karena di Bandung mi pikir, hawanya dingin, jadi mi beli turban, dan minta uti buatin topi rajut.

Welaaah, ternyata Fira sama persis dengan kakaknya, tidak suka ada sesuatu menempel di kepalanya. Hm...etapi Fira cantik sekali lo, pakai Turban ala-ala wanita india kata uti. Hiya, mi suka banget anak mi, baik Faiz atau Fira pakai topi atau aksesoris di kepalanya untuk menutupi rambut, hm...yo wes-lah.

Gemes sekali
Fira mengenakan Turban dari Virzha Pashmina


Kebetulan Fira mau pakai Turban yang mi beli dari Virzha Pashmina Cilacap, dan uti nambahin..hoyeeee, Fira punya empat turban cantik dengan kain yang adeeeem sekali. Aseli, kainnya itu lembut dan cocok untuk dipakai dedek bayi yang unyu seperti Fira ini.

Jika moms, bunda, ibu atau mamah ingin melihat-lihat turban atau kebutuhan yang lainnya bisa colek di Fb Virzha Pashmina Cilacap. Mi di Tangerang kok belanjanya jauh sekali di Cilacap? hehee, mi aslinya dari Cilacap dan mi lebih nyaman belanja di online shop yang sudah mi kenal, apalagi pemiliknya temen mi.

Terima kasih Virzha Pashmina, Fira jadi terlihat nyaman dan cantik mengenakan turbannya.

Tuesday, 20 January 2015

Perkembangan Bayi Usia Lima Bulan

Hai cantik, kamu yang di sana yang membuat mi selalu gemas memandangmu, tersenyum kecil ketika menatapmu yang terpaku melihat mi yang baru pualng bekerja. Accch...bayi cantik mi yang satu ini sangat menyita perhatian mi. Tentunya, bi juga, karena pagi dan malam hari, Fira bersama bi, sekedar bercanda sebentar hingga akhirnya Fira terlelap dengan iringan dengkuran bi. Bagaimana dengan mamas alias kakak Faiz *sekarang minta dipanggil kakak, kakak sangat senang menemanimu, meskipun masih suka usil, iya usil sekali.

Semalam, kakak membuka matamu yang sedang tertidur *haduuuuh, karena mi sedang menjaga emosi, mi langsung menggeleng dan mencium kakak Faiz, sembari dinasehati agar tidak mengulangi hal yang sama. Pyuh, masih saja kakak bersikap seperti itu *need a smiling like angel.

Firaaaaa, hari ini tanggal 20 Januari 2015, usiamu genap lima bulan, yeeeeaaaay from Agustus to Januari. Bayi Fira terima kasih telah menunjukan perkembanganmu yang selalu menghibur mi dan bi, selalu menjadi tempat untuk kakak Faiz belajar.

Perkembangan bayi Fira lima bulan *tangannya di masukan ke dalam mulut

Sayang, mi ingin menuliskan apa yang mi lihat ya, Nak di usiamu yang ke lima bulan ini;
  1. Tidur dalam posisi miring, senantiasa membuatmu nyaman. Ditinggal sebentar, Fira sudah bobo dalam posisi miring.
  2. Dua genggaman tanganmu, di masukkan ke dalam mulut, nyot-nyooot nyooot, sedaaap dan asyik sekali Fira mengulum tangan.
  3. Horeeeeey, kaki Fira sudah sampai di mulut. Hm....seneng sih mi melihat kaki Fira sudah dipegang dengan tanganmu, berarti sama tiap bayi itu begitu. Dahulu kakak Faiz malah sempat bisa melepas kaos kakinya *lupa di usia berapa.
    Perkembangan bayi Fira lima bulan *kakiku kupegang
  4. Sedang asyik berceloteh melalui buuruuuuuu, bruuuuuuz mulutmu, membentuk suara yang sedap-sedap didengarkan, lucu dan penuh arti. Meskipun mengeluarkan semburan dan air liurmu ke mana-mana, mi seneng, malam-malam mi ditemani suara-suaramu.
  5. Lihaaat, syalalaaa...Fira sudah bisa mengenali siapa yang berada di dekatmu. Mi lewat sepulang bekerja, matamu mengekor ke mana mi beranjak. Hihiiii, mi iseng daach, mi ngumpet dan Fira mencari-cari.
  6. Sudah responsif ketika diajak becanda. Ketawa, tersenyum dan pipimu terbentuk lesung pipit...iiiich gemes kali ini puteri mi.
  7. Membuka mulut ketika di dekatkan sendok makananmu, mengatupkan mulut ketika Fira tidak menyukai makanan tersebut. Tutup muka mi...haduuuh sayang, asyik, asyik dah kita bercerita agar Fira mau buka mulut ***demo tutup mulut usai.
  8. Mandinyaaaa Fira, kecepak, kecepaaak, byuuur byuuur...air di dalam ember berpindah ke area lantai. Karena kamar mandi terlalu sempit, mandinya di dapur, banjir daaach.
  9. Sudah mengerti kalau sedang dalam perjalanan, matanya melihat-lihat lalu bobo dech.
  10. Tengkurapmu sudah mulai tegak, lehermu menopang kepala...yuhiiiiiii sudah mampu mendapatkan apa yang dinginkan, misalnya ada buku di depan Fira, robeeeek daaach itulah ulah kakak Faiz yang mendekatkan buku kakak, di depan Fira
Sepertinya itu dulu, mi kadang kalau sudah sore begini lupa sayang. Heheeee....mi enggak menyama-nyamakan dulu kakak Faiz seperti ini atau seperti ini, tapi mi kangen kakak Faiz dulu seperti apa yaaaa.... 

Kolase usia lima bulan


Tanggal di foto error karena diutak utik sama kakak Faiz *besok dibenerin yaak.


Aduh Bayi Fira Menolak Makanannya

Hallo Fira, Fira...atuuu tuuuh, atuuuh sayang sayang... lihat mi dech, Nak kamu kenapa? apa yang salah dengan brokoli? brokoli ough brokoli. Iya, hari Sabtu, menu nasi saring Fira daging sapi, brokoli dan wortel. Makan paginya mungkin karena Fira lapar, jadi lap lap dan lahap. Siang harinya embak yang menyuapi dan sore harinya makan bersama mi sehabis Fira mandi.

Fira menolak makan, aduuuh memang tidak menolak sekali hingga mengeluarkan atau menangis. Fira mengatupkan mulut dan ketika mi becandain, mulut Fira terbuka, masuk dech satu suapan, dua suapan...dan habis memang, namun mi melihat Fira cemberut. Mi berpikir, apa yang salah? tidak sukakah kamu dengan brokoli? karena menu yang kemarin-kemarin ada wortelnya, Fira biasa-biasa saja, atau mungkin karena masih mengantuk? 

Hari Minggu, mi mencoba membuat nasi saring dengan bahan utama daging ayam, brokoli dan wortel. Bagiamana makanmu dengan menu tersebut? pertama mi mengaduk nasi saring di depan Fira, Fira senang sekali dan cepat-cepat membuka mulut dan binar matamu terlihat senang dan melihat ke arah mangkuk nasi saringmu.

Gembira melihat mangkuk biru cantik makanannya

Nasi saring daging ayam, brokoli dan wortel


Namun, baru beberapa suap, mulut Fira terkatup lagi. Haduh ada apa ini? ada apa bayi Fira? dagingnya sudah berbeda, kemarin sapi sekarang ayam. Brokolinya yang masih menjadi bahan utamanya juga...ada apa dengan brokoli?

Mi coba menyuapi dengan pisang ambon. Mi mencoba rasa pisangnya terlebih dahulu, manis. Sewaktu mi menyuapi pisang, mulut Fira terkatup, namun mi mencoba dan akhirnya terbuka. Hap...mulut Fira komat-kamit merasakan rasa baru.

Mulut menolak makanan adalah bibir terkatup, beda sekali dengan yang di atas

Senang dan mau lagi, mau lagi...mi mencoba dengan nasi saring yang tadi, pleeeek...terkatup lagi setelahnya. Anak mi yang cantik, yang imut...what about brokoli? Hari Senin, mi mecoba membuat nasi saring tahu, labu dan wortel, karena mi sudah kesingan yang menyuapi adalah si embak.
Menurut informasi dari embak, Fira makannya lahap dan sewaktu mi pulang kantor, Fira sedang makan...waaaau mi menyuapi sedikit eeech..minta nambah lagi. Alhamdulillah ya sayang, masa ke dua anak mi musuhan sama si brokoli ini? ada apa?

Nah, bagaimana tipsnya nich, jika anak menolak makanannya? saran dari abi, jangan langsung menarik brokoli dari menu makananmu. Laah, kan Fira enggak mau, ya mencobanya dikurangi lagi brokolinya, jangan terlalu banyak.

Saran lagi yang ke dua, jangan langsung menyerah tidak menyelesaikan menyuapi menggunakan menu brokolinya, sedikit demi sedikit dengan mencoba mendongeng atau bercerita, sehingga mengalihkan rasa yang tidak disukai menjadi rasa menyenangkan.

Jika sudah cukup usianya untuk mengkonsumsi brokoli dengan variasi cara memasak, bisa juga membuat brokoli goreng tepung, agar anak tidak serta merta menolak untuk memakan brokoli. Hm...mi sudah membayangkan, mi membuat brokoli goreng tepung dengan cocolan saus cream kuning telur asin atau saus ikan tenggiri, pasti Fira suka dech.

Jadi intinya, jika anak menolak makanannya;
  1. Kurangi porsi makanan yang tidak disukai
  2. Jangan menghilangkan makanan yang tidak disukai
  3. Mencoba mengalihkan perhatian dengan bercerita
  4. Buat variasi makanan tersebut
Siiip, anak mi yang cantik, memang mamas Faiz dan mi juga tidak begitu suka brokoli, tapi nanti kita akan senang ya untuk mengkonsumsi brokoli.




Monday, 19 January 2015

Belajar Dinosaurus Sembari Bermain

Hallo Nak, bagaimana kabar Dinosaurusmu? bertambah ya...semuanya sudah bertelur ya? iya mi...dinosaurus itu bertelur, telurnya besaaar sekali. Sama dong dengan ayam? ayam kan bertelur? iya...tapi ayam kecil dan dinosaurus besar. Ooooo...Dinosaurus enggak beranak ya? punya anak mi, tapi bertelur.

Hm..kalau urusan dinosaurus, Faiz jagonya dach, mi susah sekali menghafal nama-nama dinosaurus Faiz yang semakin banyak, meskipun rata-rata jenisnya sama, sama persis dan ketika membeli ekor palu *hihiii dinosaurusnya memiliki ekor seperti palu, namanya mi lupa lageee.

Baiklah, yuk kenalan sama koleksi dinosaurus Faiz. Ketika membelinya memang satu paket, dan sudah tiga paket Faiz membeli dinosaurus yang terbuat dari karet. Bahan dasar dinosaurus ini ada dua jenis, satu ada yang karet dan catnya tidak cepat mengelupas dan satu lagi bahan dasarnya bukan karet dan catnya mudah terkelupas. Meskipun yang disebutkan terakhir jenis-jenis dinosaurusnya banyak, mi enggak mau membelikan, kenapa? 

Koleksi Dinosaurus Faiz

Memilih mainan anak juga perlu dilihat bahan dasarnya ya sayang, bukan  mi tidak mau membelikan mainan dinosaurus yang jenisnya banyak. Mi menginginkan mainan yang dibeli aman dari segi bahan, cat dan aroma, karena kenapa? Faiz masih suka sekali memasukkan mainan ke dalam mulut, bahaya? haduuuh bahaya sekali atuh sayang.

Tiranosaurus Rex alias Tirex

Dinosarus Tirex

Ketika membeli pertama kali, Tirexnya tertinggal di rumah uti di Cilacap. Ketika Faiz tahu bahwa si Tirex ketinggalan, pyuuuuh...yang disalahin adalah kenapa harus Tirex yang ketinggalan. Iya, si akdal raksasa ini memang primadonanya Faiz, karena Tirex menurut Faiz adalah yang paling galak, yang paling buas dan paling besar, meskipun sebetulnya ada yang lebih besar dari Tirex, dia adalah

Megalosaurus

Wajahnya yang mirip dengan Tirex namun lebih besar, untuk urusan bertempur, menurut yang mi baca, lebih cepat Tirex ya sayang.

Triceratop

Triceratop, tiga paling kanan 

Nah, jenis dinosaurus yang paling mi hafal adalah Triceratop, kenapa? iya karena tiga tanduk di wajahnya yang menonjol ini. Triceratop memiliki tanduk untuk menyerang dan bertahan dari serangan Tirex atau musuh lainnya *pyuh mi harus menceritakan dinosaurs Faiz, nich, pingin nyerah tapi apa kata dunia.

Parasaorolupus

Dinosaurus Parasaorolopus dengan teman-temannya

Faiz dan Parasaorolopus


Warna di mainan dinosaurus Faiz untuk Parasaorolopus adalah hitam...hihiii, di belakang kepalanya, ada semacam tameng yang terlihatnya seperti helm untuk sepeda kaki. Parasaorolopus jarang dimainkan Faiz, kalah tenar dari Tirex dan Triceratop.

Barosaorolopus

Barosaorolopus

Pemakan tumbuhan yang tinggi, lehernya panjang dan badannya sangat berat, sehingga bukan dinosaurus yang menakutkan, Barosaorolopus ini lehernya akhirnya patah dan disambung menggunakan isolasi. Hm...kenapa sayang kok bisa patah? iya, bertempur dengan Triseratop karena berebut tumbuhan

Sepertinya yang mi bisa sebutkan hanya itu dech sayang, mi harus membuka-buka di mesin pencari google, hehee...lain kali ya mi ceritakan lebih lengkap dengan mencari di google.  Atau mungkin Faiz nanti cerita sama mi ya.

Belajar dinosarus sembari bermain, entah pertama kalinya bagaimana kok bisa Faiz suka sekali dinosarus. Bukan hanya mainannnya, namun buku-buku mengenai dinosarus juga diminta untuk dibelikan. Untuk mi, apa yang memang kamu inginkan agar kamu mengetahui ya, mi kasih sayang, tapi jangan ngambek ya kalau bukunya terlalu mahal, mi pending terlebih dahulu *hehee.

Sebagian buku dinosarus Faiz


Mempelajari dinosarus ternyata enggak hanya mainan dan buku saja untuk Faiz, download sendiri di playstore smartphone mi, dilakukan sendiri oleh Faiz. Karena belum bisa menulis dinosaurus, ya mi yang mengetik dan kadang karena bosan main game atau dibacakan e book dinosarus, Faiz minta melihat video film dinosarus di youtube.

Untuk om tante yang bisa memberi masukkan dinosarus, kasih tahu Faiz ya om, mi pingin ngajak Faiz ke museum yang ada dinosarusnya, biar Faiz melihat kerangka dinosaurus dan semacamnya. Alhamdulillahnya kemarin waktu tahun baru mi mengajak Faiz bermain di Transmart, yang mengusung tema dinosaurus.



Saturday, 17 January 2015

MPASI Daging dan Sayuran

Haiii dedek Fira, maaf ya makan pagimu telat hari ini, emuaach peluk Fira ya saying. Mi harus ke pasar terlebih dahulu, ke pasarnya lama karena mi sudah lama enggak ke pasar. Mi membeli sayuran untuk satu minggu ke depan, termasuk mi ingin mengenalkan lauk-lauk lain buat Fira.
Mi hari ini ijin tidak masuk bekerja, mi istirahat dulu, tapi untuk memasak nasi saring Fira, mi masak sendiri. Kali ini menunya ada brokoli sayang...yang hijau seperti pohon jamur ntu. Daging sapinya mi pilih yang daging has dalam dan brokolinya mi pilih yang hijau kemudian diiris tipis sama dengan wortel ya, Nak.
Untuk daging sapinya, mi rebus terlebih dahulu di panci yang berbeda, baru kemudian mi potong tipis-tipis sekali, lalu di masukkan ke dalam panci rebusan beras dan air. Setelah itu mi masukkan wortel dan brokoli.
Hm...mencium aromanya saja, rasanya sudah lezat, apalagi sewaktu mi menyaringnya dalam keadaan panas, Wangi dagingnya keluar dan warna hijaunya muncul pada nasi saringnya.
Nasi Saring Daging Sapi, Brokoli dan Wortel
Nasi Saring Daging Sapi, Brokoli Wortel, hijaunya brokoli terlihat tuuh
Bahan yang diperlukan
Beras
Daging sapi has dalam dua potong kecil, diiris tipis
Brokoli dua kuntum
Wortel dua jari manis mi
Air
Cara Membuat

Masak beras dan air dalam panci
Rebus daging dalam panci yang berbeda
Setelah itu masukkan wortel dan brokoli
Aduk-aduk lalu angkat dan saring
Sarapan mi yang nyuapin, haduuuh mungkin karena Fira sudah lapar jadinya sewaktu mi meletakkan sendok di depan mulut Fira, langsung de mulut Fira terbuka lebar, dan itu berkali-kali dilakukan Fira. Hm...semoga beberapa hari kita latihan makan, Fira sudah mengerti ya, Nak...bahwa untuk makan dengan menggunakan sendok, mulut Fira dibuka lebar.
Lalu tiba perut Fira sudah dirasa kenyang, Fira mengatupkan mulut dan tetap tidak terbuka. Alhamdulillah, makan pagi fira banyak, mi samapai mengambil lagi untuk jatah makan siang Fira. Rasa nasi saring daging sapi, Brokoli dan wortel ini, memang enak, mi cicipi apa yang akan anak mi makan.
Besok, apa lagi ya saying? bayam? kangkung? atau sawi? hehee....

Friday, 16 January 2015

MPASI Tahu dan Sayuran

Hallo dedek Fira yang semakin hari  makin menggemaskan, dan semakin membuat mi rajin membuat nasi saring sendiri. Banyak yang menyarankan beli saja...repot masak dan harus menyaring sendiri. Alhamdulillah tidak begitu repot dan masih bias memasak untuk menu dewasa, kok. Nanti, kalau sedang repot, enggak tahu...hihiiii, salim buat Fira.
Nasi saring berikutnya, mi mencoba tahu..karena mi pulang bekerja sakit kepala, jadi enggak bias mampir belanja, mi menitip ke abi. Etapi...yang dibeli bi adalah tahu lembang kuning, ya wes gak apa-apa ya.
Untuk sayuran mi tambahin labu siam dan masih wortel untuk vitaminnya. Meski dalam kondisi sakit kepala mi mencoba untuk membuat nasi saring yang tidak begitu ribet. Hanya memasukkan beras dalam air, lalu tahu, labu dan wortel dipotong kecil-kecil dan ditinggal dech.
Nasi Saring Tahu, Labu dan Wortel

Nasi Saring Tahu Labu dan Wortel, warna labunya tenggelam karena wortel
Bahan yang diperlukan
Beras setengah gelas belimbing
Labu siam secukupnya
Wotel dua jari kelingking mi
Tahu setengah saja
Air secukupnya
Cara Membuat
Beras dimasak bersamaan dengan air
Masukkan wortel, labu dan tahu
Aduk hingga lembut
Saring dalam kondisi panas agar lebih mudah
Sajikan, tralalalaaa...

Waktu sarapan, mi yang suapin dan siang harinya sama si embak, kata si embak Fira lebih menyukai yang hari ini. Mungkin memang lebih berasa menggunakan tahu yang rasanya tidak hambar, apalagi tahu lembang, juga labu yang manis dan rasanya adem di perut.
Sore hari, mi memberikan nasi saring kira-kira dua kalinya waktu pagi, Alhamdulillah habis dan fira enjoy memakannya.


Thursday, 15 January 2015

Nasi Saring Pertama Bayi Fira

Hallo, apa kabar sayang Fira? lagi ngapain sekarang? haduuuh Fira sudah sukses membuat mi gemes dach ach. Pipimu yang menjembul, goyangan pantatmu yang sedang tengkurap, mungkin sudah ingin beranjak menjadi merangkak ya, Nak?

Hari ini, mi coba untuk mengenalkan nasi saring untuk Fira, bukan lagi bubur susu yang instant. Salah satu alasannya adalah mengenalkan makanan yang bervariasi kepada bayi Fira. Variasi di sini bisa dari karbohidratnya, proteinnya, lemaknya, dan tentunya semuanya bervitamin ya.

Nasi saring pertama untuk bayi Fira sama persis dengan nasi saring untuk mamas Faiz. Yaitu;

Bahan Nasi Saring, Tempe, Buncis dan Wortel serta beras

Nasi Saring Tempe, Buncis dan Wortel Mi Ceria

Bahan yang diperlukan

Satu genggam beras, cuci bersih

Wortel kira-kira seukuran jari tengah mi, iris tipis-tipis

Dua batang buncis iris tipis-tipis 

Tempe dua ukuran jari manis mi

Air secukupnya


Cara Membuat

Cara membuat nasi saring


Masak beras dalam air secukupnya

Setelah masak, masukkan wortel dan buncis

Masukkan tempe

aduk hingga matang

Gunakan saringan kawat untuk menyaring nasi saring

Syalalaaa..nasi saring Fira jadi dech,

Nasi Saring Pertama bayi Fira


Alhamdulillah meskipun tidak sampai selesai, mi menyuapi Fira sebelum mi berangkat bekerja, haduuuh senang dan lega rasanya, mi membuat nasi saring sendiri, yang sebetulnya bisa saja mi beli di pasar, sekarang banyak kan ya...mungkin, mungkin nich ya, jika kondisi sedang tidak memungkinkan untuk memasak, bisa saja mi beli. Namun mi berusaha untuk menjaga irama kehidupan dapur ya sayang.

Oiya, mi memang tidak memasukkan garam untuk menambah rasa, mi biarkan plain dan mi menyempatkan mencicipin apa yang akan anak mi makan. Rasanya memang terlalu hambar, namun inilah rasa pertama Fira untuk mengenal nasi, tempe, wortel dan buncis.

Makasih ya sayang, nasi saring pertamamu habis dengan porsi yang sementara sedikit dulu, lama-lama nanti mi naikan porsinya. Mi akan melihat dulu fesesmu, semoga semuanya akan lancar dan baik-baik saja ya sayang. Oiya, tempat makan Fira dipersembahkan oleh Tupperware yang dibelikan oleh Uti, eeeeh..bude Ika juga kasih hadiah yang sama yaak.

Malas mengeluarkan yang lain, jadi inilah Tupperware Tiwi Todz hadiah dari Uti dan juga Bude Ika


Bouncer Mastela Membuat Fira Nyaman Duduk di atasnya

Bouncer adalah perlengkapan bayi yang aman dan dapat digerakkan ke depan dan belakang atau ke atas bawah sehingga memberikan efek nyaman pada bayi dan membuat bayi tidur dengan nyeyak. Itu pengertian dari bouncer, kalau buat mi, bouncer yang Fira punya mi ma bi namakan kursi kebesaranmu, sayang.

Iya, kursi kebesaran yang jika Fira ditempatkan di bouncer berwarna biru meskipun sedang menangis, bakalan lebih tenang. Mungkin memang jika duduk di bouncer itu, Fira mendapatkan sebuah kenyamanan, karena mi dan bi jarang mengendong. 

Bayi Fira sehabis mandi duduk di bouncer dari mastela

Sssssttt..kenapa jarang mengendong, nanti mi bahas dech di sini atau di blog mana yang mi punya yaaak. Etapi dari pada pada penasaran, kenapa kok tidak digendong? kan bakalan terjalin bounding antara orangtua dan anak jika anak digendong-gendong.

Jawaban mi, boleh sesekali di gendong, didekap dan diciumi sepuasnya, namun mi berharap Fira tidak begitu tergantung sama gendongan, kata orang tua jaman dahulu "bau tangan", artinya jika digeletakin di tempat tidur dan ditinggal ke mana-mana (dalam rumah-meaning) bakalan rewel. Oleh karena itu, mulai dari mamas Faiz dan sekarang Fira, mi masih menggunakan pengertian bahwa tidak selalu bayi harus digendong-gendong, pun ketika hendak tidur.

Bayi Fira duduk santai di bouncer Mastela


Jadi, alhamdulillah sekali ya, Fira... ada sahabat blogger mi yang perhatian sekali sama kita dan menyempatkan menjenguk ketika Fira lahir. Terima kasih kepada sahabat mi semuanya, yang mi tidak dapat sebutkan satu per satu....slim salim salim, emuuach.

Namanya Mastela shooting vibration bouncer, warnanya warna kesukaan mi, yaitu biru. Bouncer ini bisa diatur untuk tiga posisi duduk, dilengkapi dengan mainan gantung, boneka, semacam thetter dan mi menyebutnya kicik-kicik yang baru beberapa hari ini, Fira mampu meraihnya. Bouncer mastela ini, juga dilengkapi dengan musik yang belum pernah mi isi baterainya, kenapa? belum beli batu baterainya. Oiya, bouncer ini aman, karena dilengkapi dengan sabuk pengaman yang dapat diposisikan dengan kondisi bayi Fira.

Nano-nano Fira with bouncer dari Mastela

Pernah, beberapa hari Fira menginap di rumah nenek dan tidak membawa kursi kebesaran ini, Fira sepertinya kangen dan ingin segera didudukan di bouncer biru cantik ini. Buat mi, bouncer ini sangat bermanfaat dan berguna sekali, jika akan menyiapkan mandi, makan serta mi sedang makan, Fira akan tertawa, akan tersenyum dan sekarang sudah mulai mengeluarkan suaranya. Hm...namun sayangnya bouncer satu ini tidak portable untuk di bawa ke mana-mana, jadi, jika akan berpergian, mi dan bi membawa perlengkapan yang satu lagi.




Wednesday, 14 January 2015

Bagaimana Menata Mainan Anak Supaya Terlihat Rapi

Haduuuh, anak lelaki mi yang satu ini, mainan di mana-mana, mainan dicampur jadi satu dan ujung-ujungnya ngambek banget jika mainan yang diinginkan tidak lekas diketemukan. Itu masalah mi dan embak yang menemani Faiz di rumah.

Kolase mainan Faiz dan menatanya


Adakah para moms, ibu, bunda, mama, mother dan mi yang mengalami hal yang sama seperti yang diceritakan di atas? mi sudah kewalahan awalnya, berbagai cara agar Faiz tidak memberantakan mainan, bagaimana agar Faiz mudah menemukan mainan yang diinginkan dan enggak ngambek pake tingkat tinggi ngambeknya.

Iya, itu karena mainan Faiz macam-macam bentuknya dan ada yang terlalu kecil dan memainkannya juga satu waktu. Awalnya ummi meletakan mainan Faiz pada satu rak dengan ditata yang rapi agar mudah diambilnya, namun seiiring jalan, ternyata Faiz lebih sering memainkannya semuanya dan disebar di lantai.

Menatanya tentu membutuhkan waktu yang lama, pertama memisahkan mainan robot, truk, dinosaurus, pertukangan hingga bola, baru kemudian menatanya di atas rak mainan Faiz. Pyuh, bisa-bisa satu hari habis untuk menata mainan Faiz, belu pekerjaan lainnya, iya kan? haduh Faiz, mi jadi bisa menghafal mainan Faiz mana-mana saja, dan jika kurang mi pasti tanya dach ach.

Menata mainan Faiz di rak mainan (1)
Menata mainan di rak mainan (2)


Lalu, mi punya ide yagn mungkin konyol bin aneh bin apa ajah, namun sementara ide ini mungkin bisa dikatakan berhasil, berhasil dan berhasil. Tengok dach ach, apa yang mi lakukan dengan mainan Faiz.

  1. Memilih mainan truk atau yang besar-besar ditempatkan di atas rak mainan
  2. Memilih mainan dinosaurus di tempatkan di kotak harta karun
  3. Memilih mainan robot-robotan, pertukangan, masak-masakan ( haaaaa?), di dalam atas plastik
  4. Memilih mainan kartu naga tempur di laci rak televisi.
  5. Memilih mainan lego di kardus bekas belanjaan mi.
Beberapa mainan Faiz yang ditempatkan di tas plastik, kotak harta karun dan kardus

Pertanyaannya ada plastik sebagai tempat menempatkan mainan? iya, alasanya biar praktis, jika dibereskan langsung saja memasukan ke dalam tas plastik, praktis, kan.


Jadi, mi menyarankan kepada Faiz, jika ingin mainan dino, ambil kotak harta karun, jika ingin berganti mainan kartu naga tempur, dinonya dimasukkan ke dalam kotak harta karun dan baru ambil laci yang berisi kartu naga tempur, Sempurna menurut mi dan tolong sekali, laksanakan ya sayang, agar ide mi tidak sia-sia dan mi percaya Faiz bisa melakukan lebih baik lagi.



Tuesday, 13 January 2015

Nasi Goreng Buat Faiz

Hallo sayang Faiz, uhuuuk mi mau mellow mellow gimana gitu. Hiya, mi dah lama enggak masak, mi dah lama enggak bikinin apa buat Faiz. Kadang pernah kamu protes ini dan itu, mi dengerin dan mi nyalahin diri sendiri tapi di dalam hati saja. Mi sedang berusaha untuk mengalahkan apapun yang membuat mi jadi jauh sama Faiz.

Nah, mumpung Fira lagi bobo, sepulang dari kantor, mi buatin nasi goreng, iya mungkin tidak seenak bikinan si embak, namun ini rasa pebuh kasih sayang dan ke ikhlasan loooh.

Setelah nasi goreng jadi, mi bentuk dengan cetakan dari IKEA hasil beli di New York, loooh. Hiyaaa..jauh amat mi belinya di NY? iya..kan teman-teman mi tersebar di negara mana saja *ceklgluuuk.

Nasi goreng bentuk tupai


Nah, mi pilih yang bentuk apa ini....tupai yang saling berhadapan, satu mi satu Faiz. Untuk matanya mi tetesin saos tomat dan bawahnya mi taburkan kering kentang, aach sangat sederhana namun penuh makna looh sayang.

Setelah jadi, mi bawa ke kamar dan Faiz kaget,

Nasi Goreng buat Faiz

"Mi, bikin apaaa...ini tupai? dari mana? cetakan itu ya mi...ada di mana cetakannya?"

Heheee, ternyata Faiz mencari cetakannya yaaak. Okelah kalau begitu, dimakan ya, Nak.
"Tadi Faiz sudah makan,s ebelum ngaji"
Iya...sayang dooong, mi dah buatin buat kamu...
"Suapin dikit mi...."

Bentuk nasi gorengnya tupai ya, Mi

Uuuuu, rasanya nano-nano melihat kamu senang dan meluk mi. 
 
 


Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Menyenangkan

Hallo para Moms, Bunda, Ibu, Bunda, Mama, Ummi dan lain sebagainya yang sedang menimang bayi mungil nan lucu dan menggemaskan. Hm...menggemaskan sekali yaaaa melihat bayi unyu hadir di tengah kebahagian kita. 

Bayi Fira hadir di tengah-tengah kebahagian kami bertiga, bi, mi dan mamas Faiz. Semuanya telah menantikan kelahiran bayi mungil Fira. Hihiii...iya, karena kami tinggal jauh dari uti dan akung yang berada di Cilacap dan nenek yang memang sedang menghandle cucu juga di rumahnya. Jadi, kami (mi dan bi) amatiran dalam memandikan si cantik Fira.

Cara memandikan bayi, tempatkan bak mandi di dekat tempat tidur *lebih aman dan nyaman


Amatiran bukan berarti sembarangan ya, karena apapun kami lakukan dengan penuh cinta dan sayang serta berhati-hati. Apalagi untuk urusan memandikan bayi kecil merah ini, untuk menyewa tenaga bidan tidak kami lakukan, karena memang menurut kami, kami bisa.

Sebagai langkah aman, siapkan terlebih dahulu pakaian bayi ketika akan memandikan bayi


Jadi, beberapa hal yang mi lakukan saat memandikan Fira saat baru lahir adalah;
  1. Sebelum tali pusat lepas, memang mi hanya menyeka saja, namun usahakan dari badan, leher dan pantat semuanya dibasuh.
  2. Setelah tali pusat lepas, mi berani memandikan Fira dengan air di dalam ember.
  3. Usahakan tempat untuk memandikan bayi, nyaman dan aman.
  4. Siapkan terlebih dahulu handuk, minyak telon, bedak, serta pakaian di tempat tidur
  5. Tenangkan pikiran dan rilekskan hati
  6. Sebelumnya, matikan AC atau kipas angin serta tutup jendela jika terbuka
Karena kondisi mengharuskan mi bisa, Alhamdulillah mi bisa dengan bantuan si embak tentunya. Abi, abi belum belajar memandikan bayi.

Sunday, 11 January 2015

Imunisasi DPT Fira Part Two

Hallo Zhafira sayang, apa kabar hari ini? huaaaa, sayang Fira bangunnya terlalu pagi. Jadi dikasih mimi susu bobo lagi dech, jadi mi bisa beberes rumah di hari Minggu pagi. Abi dan mamas Faiz main sepedaan.

Mi bisa beberes rumah, mulai dari nyuci baju, nyuci piring, beresin mainan mamas, nyapu, ngepel dan merebus udang untuk sarapan kami. Alhamdulillah Fira bobo tenang dan setelah selesai, baru dech...suara Fira terdengar, kaki Fira dinaikan ke pinggir tempat tidur. Hm...sampai mi bilang...sayang, kamu cewe lhoooo.

Yup, setelah makan, mandi...baru dech, berangkat ke rumah sakit untuk imunisasi DPT yang ke dua. Kali ini, mi pilihin baju rajutan yang diberi oleh utinya. Bajunya lucu...rajutan putih ada motif bunga kecil yang menghiasi bagian atasnya. Dipadukan dengan legging hitam, sepatu lucu bentuk kepala beruang tanpa topi.

Berangkat Imunisasi DPT

Sampai di rumah sakit tidak begitu ramai seperti bulan lalu, setelah mendaftar, Fira ditimbang dan masuk dech ke ruang imunisasi. Berat Badan Fira berapa? 7.4 kg dan panjangnya enggak diukur, pokoknya sudah tidak cukup itu timbangan bayi, jadi kaki Fira ditekuk.

Sebelum imunisasi timbang dulu

Mi serahkan ke abi untuk memegangi Fira yang akan di suntik. DPT pertama kaki kanan Fira yang disuntik, kali ini di kaki Fira sebelah kiri. Untuk catatan, waktu BCG disuntiknya di lengan Fira yang sebelah kanan, sudah ada bekasnya, lho.

Persiapan imunisasi DPT part two

Nangis dong, iya...nangisnya makjeeeeeeer...sebetulnya mi sudah tidak begitu ngelu, lebih siap mendengar tangisan Fira. Menangisnya juga sebentar doang, setelah diberi tetesan vaksin Polio, tangisan Fira berhenti.

Ditanya bu bidan, waktu kemarin panas tidak badannya? Alhamdulillah tidak panas dan kali ini Fira tidak diberi obat penurun panas, namun jika perlu, sebaiknya diberikan saja obat panasnya. Udah segitu doang, sebentar doang dan balik lagi ke rumah karena bi mau berangkat bekerja.

Alhamdulillah after imunisasi DPT yang kedua Fira riang bersama abinya ntuh


Setelah imunisasi DPT ke dua, mi baru memahami, tidur Fira lebih lama dan tenang, meskipun kalau bangun ada rewelnya, wajar ya baru disuntik, pasti mengalami pegel dan ngelu. So far, Fira tidak begitu rewel dan alhamdulillah kuat, makasih ya, Nak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...